Laporan dari sesi diskusi “Masa Depan Dunia Pendidikan di Jaman New Normal”

index KGB

Berawal dari artikel status saya sebelumnya kemudian dijadikan topik diskusi via youtube pada link berikut ini

https://www.youtube.com/watch?v=rk_MdUt821A

Jika anda tidak sempat melihat atau berpartisipasi akan mohon berkenan membaca ringkasannya.

Berbicara mengenai ‘new normal’ dalam Pendidikan adalah upaya penyesuaian diri terhadap situasi baru. Sekolah dan para pendidik perlu menyiapkan diri menghadapi situasi new normal ini, dengan membaca situasi saya bisa membantu memberikan beberapa trend pasca pemberlakuan belajar jarak jauh.

1. Siswa terutama TK- SD akan sangat bergantung dengan gadget. Dikarenakan selama belajar di rumah semua materi disampaikan dengan melalui perantaran gadget.

2. TK akan masuk kembali dengan semua protokol kesehatan yang ketat, dikarenakan siswa memerlukan stimulasi langsung dari gurunya. Hal yang mungkin diterapkan adalah ukuran kelas dan siswa yang makin kecil dan sedikit.

3. Orang tua siswa mulai serius belajar mengenai ‘home schooling’. Kalau dahulu ada istilah kejar paket A sampai C maka istilahnya mungkin akan diubah. Prinsip home schooling lah yang terbukti menjadi jalan keluar saat siswa belajar di rumah.

EYy1MX-WsAAqzss

4. Guru mesti bersiap dengan aneka ragam kemampuan siswa pasca ‘diam dirumah aja’

5. Akan ada penyesuaian kurikulum, guru diminta mengajar dalam dua jenis pendekatan (sinkron dan a sinkron) atau langsung dan tidak langsung.

6. Pembelajaran jarak jauh akan dipikirkan ulang dikarenakan banyak siswa yang kesulitan akan daya dukung perihal gadget dan sinyal.

7. Ucapkan selamat datang bagi keterlibatan orang tua siswa yang lebih ‘dalam’ dikarenakan selama belajar di rumah, orang tua siswa sangat banyak berperan.

8. Kepala sekolah mesti punya fleksibilitas organisasi yang tinggi dalam mengatur sekolahnya apalagi setelah sekolah diputuskan aktif kembali

9. Orang tua siswa yang mampu terus akan berlangganan materi-materi pembelajaran online.

10. Setiap guru akan punya kelas virtual dan berusaha keras terapkan ‘Mastery learning’. Belajar tuntas (mastery learning) adalah filosofi pembelajaran yang berdasar pada anggapan bahwa semua siswa dapat belajar bila diberi waktu yang cukup dan kesempatan belajar yang memadai.

11. Wahai guru, yuk belajar Pembelajaran berbasis Project. Saatnya guru belajar memberikan umpan balik yang efektif dan membuat protofolio siswa.

12. Kelas yang dilipat, semua teori akan ‘go online’. Pertemuan tatap muka siswa dengan guru lebih kepada proses konsultasi.

EYt2NeJUMAAQ2-I

Dalam diskusi ini saya juga bertanya kepada audiens mengenai beberapa hal yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

1. Hal apa saja yang anda bisa ambil dari situasi ini

a. Belajar dari situasi Covid19. Banyak hal yang bisa diambil hikmahnya. Ketika diadakan belajar online / daring antara siswa dan guru. Banyak hal yang bisa dipelajari. Kemampuan yang baru . Memahami bahwa proses KBM daring itu memang tidak mudah . Tetapi harus dihadapi tidak bisa hanya dikeluhkan. Guru dapat meningkatkan kemampuan teknologi serta ikut serta mengawasi pelaksanaan KBM dari rumah .
b. Ada hikmah dibalik ujian, kata bijaknya seperti itu
c. adanya pandemi covid 19 ini memaksa saya untuk beradaptasi dengan belajar berbagai macam platform pembejaran daring, yang sebelumnya asing bagi saya
d. Mengajar dari rumah memaksa saya lebih memikirkn desain belajar yang sesuai dengan kondisi jarak jauh ini. Saya memilih untuk asynchronous saja.
e. Berusaha untuk selalu terhubung dengan peserta didik meski tak bertemu, belajar cara berkomunikasi yang baik, membuat video pembelajaran yang kreatif serta mendesain pjj yang efektif. Butuh kesabaran tanpa batas.

2. Penggunaan teknologi. Apa yang sebelumnya anda belum bisa dan kemudian menjadi bisa/lancar ?

a. Learning something new at Covid19
b. Meski di satu sisi saya cukup surprise dengan kenyataan adanya Covid19. Tetapi di hal lain saya belajar sesuatu yang baru. Cara menggunakan zoom, google meet,live streaming dan tayangan YouTube dalam kegiatan belajar mengajar. Teknologi memperkaya aktivitas pembelajan di rumah ,tetapi tak lepas dari peran i,orangtua dan siswa untuk saling berbagi dan menyemangati di situasi pandemi Corona ini. Sesuai dengan tema peringatan hardiknas 2020 ini ” Belajar dari Covid19″. Semua pasti ada hikmahnya.
c. saya semakin fasih menggunakan berbagai fasilitas google, microsoft terms, zoom, dan memanfaatankan WA dengan lebih efisien
d. Zoom, Google Meet, Padlet, Menti meter dll
e. Google Site, Google Meet, Trello, Easy Sketch

3. Komunikasi dengan orang tua siswa. Mohon berbagi cara anda bermitra dengan orang tua siswa di saat krisis ini

a. Komunikasi yang lancar
b. Komunikasi yang baik sangat diperlukan dalam proses pembelajaran home learning. Karena banyak juga orangtua yg kaget pada awal saat pandemi Covid19 merebak. Mereka harus mengajar anak di rumah sedangkan ada tugas domestik rumahtangga yang harus diselesaikan. Guru menjelaskan bahwa situasi ini memang mesti dihadapi dengan tenang ,meski tidak mudah.
c. saya mempunyai WAG khusus orang tua, sehingga membantu saya memantau aktifitas belajar siswa dirumah, termasuk mendeteksi apa yang menjadi kendala2 siswa
d. Saya konek dengan ortu via WA dan LINE grup
e. Sangat sulit terhubung dengan orang tua yang masih gagap teknologi

4. Apakah anda sukses keluar dari zona nyaman sebagai pendidik? Mohon berbagi dengan sesama pendidik, ingat semua pengalaman yang anda ceritakan berharga.

a. belum bisa dikatakan sukses, tetapi pelan2 saya bisa mengajak siswa untuk sama2 keluar dari zona nyaman,bagaimana membuat kegiatan belajar daring menjadi sesuatu yang menarik untuk dilakukan.
b. Perubahan salah keniscayaan
c. Kalau kita sebagai pendidik tidak mau berubah maka akan ditinggalkan oleh perubahan itu sendiri . Karena perubahan adalah sebuah keniscayaan. Pasti apapun berubah. Kita siap menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman. Karena itu bekali diri dengan ilmu dan pengalaman baru . Belajar teknologi dan dari siapa saja yang mendukung kita ke arah perubahan yang lebih baik. Belajar sekaligus mengajar . Karena ilmu yang kita gunakan terus berkembang.
d. Belum sukses, masih transisi ke habit baru, the new normal
e. Masih terus berbenah

5. Saat situasi new normal nanti diterapkan, hal baik apa yang anda ingin lanjut untuk diterapkan? Terima kasih sudah berbagi praktek terbaik yang akan anda terapkan lebih lanjut.

a. Berani tampil beda.
b. Berani tampil beda dan mencoba untuk melakukan sesuatu yang baru . Yang sebelumnya belum pernah saya lakukan . Yaitu melakukan tayangan broadcst ,live teaching via sekolahmu. Sebuah platform pembelajaran online yang fenomenal kini. Berani keluar dari zona nyaman. Karena situasi jaman akan selalu berganti . kita pendidik mampu mempresentasikan apa yang menjadi kemampuan dan ketrampilannya . Berani mencoba sesuatu yang baru. Karena percaya diri itu mesti dipupuk dari sekarang. Kalau bukan kita siapa lagi . Kalau tidak sekarang,kapan lagi ?
c. Blended learning
d. Pembelajaran daring saya lakukan, sehingga kalaupun proses belajar mengajar bisa dilakukan dikelas, tentu hasilkan akan lebih maksimal, dan siswa pun tidak akan bosan.
e. Membuat video pembelajaran yang dapat diakses dan dipelajari peserta didik untuk bahan pembelajaran, agar saat tatap muka peserta didik lebh paham dan memiliki pengetahuan prasyarat yang memadai

Anda juga boleh ikut mengisi jawaban pertanyaan diatas lho di link ini https://padlet.com/gurukreatifid/kv6pukuc2vda937z

Sesi yang berlangsung satu jam berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman yang baru pada saya. Saatnya menjadi guru yang terus mencoba dan menyesuaikan tantangan yang ada dalam situasi ‘new normal’ ini.

Masa depan pendidikan di jaman ‘new normal’.

index

Wabah corona belum bisa dibilang akan berakhir jika belum ditemukan vaksinnya. Sebagai pendidik yang peduli layak kita bertanya dan membayangkan akan seperti apa masa depan pendidikan. Apa saja hal yang akan berubah? Mari kita diskusikan bersama.

1. profesi mengajar jadi profesi yang menjanjikan. Dengan penggunaan ruang kelas virtual akan memberikan kesempatan bagi seseorang menjadi guru/ahli bagi ribuan orang. Sebutan guru favorit di sekolah tidak akan cukup, Sebagai pendidik anda harus punya massa di luar sekolah. Saatnya punya channel dan kelas sendiri lewat semua aplikasi mengajar online yang sudah anda pakai selama mengajar dari rumah.

2. Akan tercipta banyak kelas maya yang secara rutin diminati oleh orang yang memang ingin tahu dan belajar. Sekolah jika tidak berubah akan menjadi kurang terasa lagi gregetnya. Semua mesti bergerak ke satu arah, menyesuaikan diri dengan situasi ‘new normal’ ini.Sekolah bisa mulai meminta guru guru nya mengasah keterampilannya dalam mengajar kelas secara online.

3. Guru jadi mahal dan ilmu jadi murah. Selewat pandang saja sekarang kita bisa ikut banyak kelas dan topik. Semua gratis dan jika diminta membayar tidak akan semahal dahulu sebelum wabah terjadi. Minggu ini saya akan ikut kelas pelatihan dari media massa yang paling besar di Indonesia dengan gratis. Dahulu dikarenakan biayanya yang tidak murah, mereka yang ikut biasanya dibayari oleh tempatnya bekerja alias ‘tugas kantor’.

4. Semua bisa jadi pembicara dan narasumber. Jika di musim covid ini anda belum menjadi pembicara di sebuah perbincangan pada aplikasi zoom dan sejenisnya anda adalah orang yang merugi. Segera ajukan diri karena kapan lagi pengalaman ini ada. Pendidikan sedang bergerak kembali ke arah komunitas. Anda bisa kan pasti bisa berbicara diantara rekan rekan sendiri. Komunitasnya bisa apa saja. Semua komunitas yang ada dan anda ikuti bisa anda buat acara diskusi online nya.

6. Siswa hampir semuanya akan menjadi penghasil konten. Bukan saatnya lagi anda biarkan siswa duduk diam di kursi mengerjakan soal. Saat belajar di rumah hampir semua siswa menggunakan HP dan mengirimkan tugas -tugas beraneka ragam kepada gurunya. Ini berarti jiwa mereka sudah menjadi jiwa seorang kreator.

7. Semua sekolah mesti memperhitungkan kekuatan ajaib yang disebut pendidikan daring atau pendidikan online. Guru dan sekolah mendapatkan saingan yaitu pendidikan daring yang mencerahkan dan dimulai dari rasa tertarik siswanya dan tanpa ada paksaan. Hal yang sebaliknya lah yang terjadi di sekolah selama ini. Sekolah mulai dari hal yang mesti diketahui oleh siswa dan bukan yang siswa ingin ketahui.

8. Terjadi ‘banjir guru-guru yang ahli dan pengalaman dibidangnya’. Praktisi seperti para CEO menjadi guru di kelas-kelas online yang bertebaran saat ini. Semua dengan senang hati berbagi ilmu dan keahlian.

9. Berikut ini adalah hasil survey terbaru dari beberapa lembaga

A. Mengenai manfaat Pembelajaran online.

– 60% pengguna internet memilih kursus online menyesuaikan dengan gaya hidup dan jadwal mereka. (SkillScouter)
– Pembelajaran online memungkinkan siswa untuk mempelajari materi 5 kali lebih banyak dalam waktu yang sama. (Industri eLearning)
– eLearning meningkatkan tingkat pemahaman siswa menjadi 25-60% dari 8-10% di lingkungan kelas tradisional. (Shift Learning)
– Menurut sebuah studi Brandon Hall, belajar melalui saluran online membutuhkan 40-60% lebih sedikit waktu karyawan daripada pelatihan kelas. (Forbes)
– Pembelajaran online menyebabkan peningkatan rata-rata 18% dalam keterlibatan karyawan. (Schoox)
– Setiap dolar yang diinvestasikan oleh perusahaan dalam pembelajaran online memberikan pengembalian produktivitas $ 30. (Docebo)
– 42% perusahaan melaporkan bahwa eLearning telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam pendapatan mereka. (Shift Learning)
– Pembelajaran online mengurangi konsumsi energi sebesar 90% dan emisi CO2 sebesar 85%. (Shift Learning)

Mengenai Tren Pembelajaran Online
# 1: Pembelajaran Bergerak (mobile learning)

– Pasar pembelajaran melalui seluler tumbuh pada CAGR 36,3% dan diperkirakan mencapai $ 38 miliar pada tahun 2020. (Docebo)
– 89% pengguna smartphone mengunduh satu atau lebih aplikasi di ponsel mereka dan 50% aplikasi digunakan untuk belajar. (Towards Maturity)
– 64% pelajar menemukan bahwa mereka merasa penting untuk mengakses konten pembelajaran dari perangkat seluler mereka (Docebo)
-43% peserta didik pengguna seluler melihat peningkatan tingkat produktivitas mereka dibandingkan dengan pengguna non-seluler. (Docebo)

# 2: Pembelajaran Sosial (social learning). Social Learning adalah sebuah teori yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Menurut (Horton, 2012) , Social Learning adalah belajar melalui interaksi dengan komunitas ahli dan sesama peserta didik. … Dalam Social Learning , ada banyak cara untuk berinteraksi antara pengajar dan pelajar

– 60% perusahaan menggunakan beberapa bentuk pembelajaran sosial dan 82% dari mereka ingin meningkatkan penggunaannya di masa depan. (Medium)
– Pembelajaran sosial menyumbang setidaknya 75% dari pengetahuan yang dicapai orang di tempat kerja mereka. (Topyx)
– Pendekatan pembelajaran sosial memiliki rasio ROI 75: 1 dibandingkan dengan pelatihan berbasis web formal. (Docebo, 2019)
– Penyelesaian kursus meningkat menjadi 85% di HBS Online ketika memperkenalkan pembelajaran sosial. (Industri eLearning)

# 3: Gamifikasi (pembelajaran dengan menggunakan prinsip dalam games)

– Ukuran pasar gamification eLearning adalah $ 450 juta pada tahun 2018 dan diperkirakan akan mencapai $ 1,8 miliar pada tahun 2023. (Gamification in Education Market Report)
– 83% karyawan yang menjalani pelatihan gamified merasa termotivasi sementara jumlahnya hanya 28% bagi mereka yang menjalani pelatihan non-gamified. (TalentLMS)
– 33% karyawan ingin melihat lebih banyak gamification di platform pelatihan online di organisasi mereka. (TalentLMS)

10. Sebenarnya di tahun 2020 ini, semua pengetahuan yang seseorang perlukan untuk mempelajari apa pun sudah tersedia secara online. Pelajaran yang memerlukan hafalan akan menjadi usang. Google membantu tiap orang untuk menemukan apa yang mereka ingin ketahui. Kemampuan untuk menerapkan pengetahuan akan segera dilihat menjadi lebih berharga daripada kemampuan untuk melafalkannya.

11. Pengetahuan di dunia terus berkembang. Sementara orang-orang di masa lalu dapat mempelajari satu subjek dan berkonsentrasi didalamnya, sementara saat ini orang orang belajar lintas subjek saat bersamaan. Ternyata saat ini belajar bagaimana belajar menjadi lebih penting daripada belajar itu sendiri.

12. Akan ada kecenderungan orang untuk belajar tidak kenal waktu. Jika sekolah ada liburnya maka hal tersebut tidak berlaku bagi pribadi yang memang senang belajar dan mencari jawaban atas keingin tahuannya sendiri. Lewat internet semua menjadi mungkin.

13. Jika sebagai guru anda ingin mahir mengajar secara online mulai lah pelajari dan asah keempat bidang ini
1) Bisnis
2) Marketing
3) Pendidikan
4) Entertainment

Hal yang saat ini mesti dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan perubahan. Dari 13 hal diatas, mana yang bapak ibu mulai sadari atau sudah mulai melakukan? mari saling berbagi melalu kolom komentar ya.

5 Langkah menjadikan kepanitiaan di sekolah anda efektif

Di sekolah yang efektif ada saja acara atau kemeriahan serta event yang dilaksanakan. Dari yang sifatnya rutin tahunan seperti PPDB sampai acara kemeriahan yang berbau hari besar nasional sampai keagamaan. Di banyak sekolah saya amati perayaan seperti ini akan menyisakan pembicaraan setelah event tersebut usai.

Apa saja yang biasanya menjadi ‘trending topic’ pasca sebuah acara di sekolah dilakukan?

  1. Orang yang menjadi terlibat di kepanitiaan acara adalah orang yang sama terus menerus. Di banyak sekolah yang orangnya sedikit hal ini tidak bisa dihindari. Tetapi di sekolah yang personil nya cukup jika hal ini terjadi terus menerus akan menjadi pertanyaan bagi semua orang. Sampai ada istilah ‘sekertaris abadi’ atau ‘ketua panitia’ sampai ‘bendahara’ abadi.
  2. Ada personil yang mengerjakan semua namun ada yang cuma duduk duduk saja padahal namanya ada di deretan kepanitiaan bahkan tertera di proposal.
  3. Ada yang merasa sudah melakukan semua hal namun masih saja dianggap kurang atau tidak memenuhi standar.

Ada 5 langkah yang bisa dilakukan seorang kepala sekolah dalam membuat sekolahnya semarak dan personilnya makin lama makin profesional dan ‘gercep’ dalam bekerja.

  1. Lakukan analisa tugas. Siapa mengerjakan apa. Lakukan pemetaan tugas dan tentukan posisi posisi kunci yang penting. Dalam banyak kesempatan kepala sekolah ketika ada event di sekolah mengeluarkan surat keputusan atau SK hal ini akan baik sekali jika ada job description yang jelas pada surat tersebut. Dengan demikian semua orang yang ditunjuk saling tahu apa yang menjadi tugas pokok mereka.
  1. Pahami kekuatan dan kelemahan tim di sekolah anda. Selanjutnya, evaluasi tingkat kematangan/kedewasaan emosional dan keterampilan bekerja team anda. Teori Model Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard bisa diterapkan disini karena model ini membantu membingkai gaya kepemimpinan dengan tingkat kedewasaan individual dalam tim. Berdasarkan model ini, Kepala sekolah akan mengetahui kapan harus menggunakan gaya kepemimpinan tertentu dan pada tingkat kematangan emosional yang bagaimana.

R1 – Orang-orang pada tingkat kedewasaan emosional ini berada di tingkat paling bawah dari skala. Mereka tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, atau kepercayaan diri untuk bekerja sendiri dan sering kali perlu didorong untuk melakukan tugas.
R2 – Pada level ini, anggota tim mungkin bersedia mengerjakan tugas, tetapi mereka masih belum memiliki keterampilan untuk menyelesaikannya dengan sukses.
R3 – Di sini, anggota tim siap dan bersedia membantu tugas. Mereka memiliki lebih banyak keterampilan daripada individu yang ada di grup M2, tetapi masih tidak percaya diri dengan kemampuan mereka.
R4 – Pengikut ini dapat bekerja sendiri. Mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi, keterampilan yang kuat dan mereka berkomitmen pada tugas dalam kepanitiaan.

3. Tetapkan ekspektasi yang jelas. Tanpa ekspektasi yang jelas, Anda dan tim tidak memiliki kerangka kerja yang ditetapkan untuk mengukur kinerja kerja, pemberian manfaat, atau pemahaman yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan sebuah tugas telah ditunaikan dengan baik. Termasuk verifikasi apa yang diminta untuk membuat sebuah penugasan dianggap berhasil dan selesai dikerjakan.

4. Latih tim anda. Dalam setiap kepengurusan panitia anda mungkin akan menemukan anggota tim yang komitmen dan percaya diri namun tidak punya cukup keterampilan. Nah orang orang seperti ini yang bisa dikirim untuk pelatihan atau dilakukan pendampingan secara khusus oleh orang yang ahli.

5. Check and Recheck . Hal yang paling tidak menyenangkan bagi seorang anak buah adalah punya pemimpin yang tidak percayaan dan cenderung detail serta gemar menguliti langkah demi langkah hal yang anak buahnya lakukan atau biasa disebut ‘micro management’. Selalu terangkan pada tim anda bahwa anda memberikan mereka 100 persen kepercayaan namun hak anda sebagai pemimpin untuk memverifikasi sudah sampai dimana pelaksanaan tugas yang dilakukan.

Dengan lima langkah diatas maka setiap penugasan yang anda berikan yang tadinya dianggap sebagai rutinitas dan hal yang biasa dalam sebuah pekaksanaan event menjadi sarana pembelajaran bagi semua orang yang terlibat. Sebuah sekolah yang efektif adalah sekolah dimana pemimpin nya menciptakan pemimpin lewat cara cara yang kreatif dan penugasan yang tidak biasa. Jika secara konsisten anda menerapkan langkah diatas maka prinsip yang sama bisa diberlakukan untuk penugasan yang lebih berat dan menantang. Seperti misalnya tim kerja bagi akreditasi dan hal lainnya yang memerlukan kerjasama dan pendelegasian tugas yang jelas.

Kunci manajemen diri bagi guru dan kepala sekolah

Sebagai guru ada banyak pekerjaan yang mesti dilakukan. Dari pekerjaan yang ada hubungannya dengan profesi sebagai pendidik sampai yang namanya tugas pribadi sesuai dengan posisi masing masing dalam keluarga. Saatnya mengubah pola pikir mengenai prinsip manajemen waktu. Ternyata yang terpenting sebagai pendidik adalah manajemen diri dan bukan manajemen waktu. Mengapa demikian? dikarenakan waktu sifatnya sudah terberi (given) dan tidak bisa diatur. Hal yang biasa diupayakan adalah manajemen diri sendiri.

Sebagai guru ada istilah bahwa kerjanya seorang guru adalah mengurusi anak orang lain dan sering lalai kepada anak sendiri. Hal ini dikarenakan pendidik sering kesulitan menemukan apa yang menjadi prioritas.

Ada tiga jenis pekerjaan dalam kehidupan seorang pendidik. Pekerjaan responsif, pekerjaan produktif, atau pekerjaan penting (pokok).
Pekerjaan responsif adalah membalas email/telp/whatsapp/sms dari kepala sekolah, dan orang tua siswa. Mengurusi keluhan siswa dan orang tuanya. Demikian juga dengan kepala sekolah yang punya banyak pekerjaan yang sifatnya responsif. Pekerjaan produktif adalah pekerjaaan yang merupaakan turunan dari pekerjaan penting. Pekerjaa produktif termasuk menulis RPP bagi guru dan meneliti anggaran bagi seorang kepala sekolah. Sementara pekerjaan penting bagi seorang guru adalah membuat pemetaan kurikulum dan mempelajari strategi pembelajaran dan penilaian yang variatif dan kekinian. Bagi seorang kepala sekolah hal yang penting adalah membuat konsep perencanaan strategis ke depan.

Situasi ini yang membuat mereka pulang dengan kelelahan dan tanpa kesempatan untuk berpikir, berkreasi, dan memimpin sekolah dengan baik karena mereka telah berada dalam siklus responsif dan produktivitas. sepanjang hari.

Apa hal yang mesti diwaspadai dari situasi ini?

1. Kelas pembelajaran yang menjadi tanggung jawab guru akan cenderung menjadi konvensional dan tanpa inovasi.
2. Sekolah yang dipimpin oleh tipe kepala sekolah seperti ini akan menjadi sekolah yang minim prestasi dan cenderung hanya melakukan rutinitas saja.

Bagaimana agar Guru dan kepala sekolah terhindar dari situasi seperti ini

1. Fokus. Jika anda ingin fokus berarti hanya melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu. Hindari semua yang berpotensi mengganggu kerja anda. Saat anda sedang membuat perencanaan pembelajaran jika anda tertarik untuk membuka HP maka bisa saja disitu ada berita masuk dari orang tua siswa yang menyampaikan keluhan dan lain sebagainya. Lalu anda merespon dan enjadikan pekerjaan utama yang sedang anda kerjakan terunda atau bahkan tidak dikerjakan sama sekali. Jika ada yang dikeluhkan orang tua siswa biasanya masih bisa menunggu sampai 3 jam lamanya. Untuk kemudian anda respon dan selesaikan.

2. Bagi kepala sekolah cara agar bisa mengerjakan hal yang penting adalah dengan melakukan pendelegasian tugas. Caranya adalah minta bantuan pada seseorang yang menurut anda mampu. Meminta bantuan bukan berarti sekedar menyuruh namun anda seperti sedang menransfer keahlian kepada orang yang anda suruh alias menaikkan potensi orang tersebut. Ajarkan dan dampingi adalah dua hal yang penting dalam melakukan pendelegasian.

Dua hal diatas akan membantu anda agar bisa menjadi sosok yang terbaik dan di akhir hari anda merasa produktif. Ada banyak situasi seorang pendidik dan kepala sekolah merasa lelah setelah bekerja seharian namun merasa tidak/belum mengerjakan apa apa . Hal ini dikarenakan ia sibuknya hanya pada hal yang responsif dan tidak fokus dalam mengerjakan apa yang penting dan menjadi prioritas. Dengan demikian manajemen diri dan bukan manajemen waktu yang penting untuk guru dan kepala sekolah.

7 cara kepala sekolah yang efektif dalam mendelegasikan tugas

Di sekolah wajar sekali ada yang namanya struktur organisasi. Pimpinan paling atas diharapkan bahu membahu dengan semua yang ada dibawahnya untuk memajukan sekolah. Demi tujuan tersebut ada beberapa istilah yang berhubungan. Antara lain delegasi, intruksi atau perintah. Mendelegasikan tugas bukan sekedar meminta bantuan atau menyuruh orang lain. Pimpinan diharapkan membuat bawahannya berdaya dan punya kapasitas melalui penugasan kepada anak buahnya. Sebuah penugasan yang baik akan membuat anak buahnya menjadi makin mahir dan semakin profesional.

Mengapa sampai ada istilah pimpinan yang ‘one man show’ alias seorang pemimpin yang mengerjakan semua nya sendirian atau tidak pernah mendelegasikan tuganya pada orang lain yang menjadi bawahannya. Hal tersebut dikarenakan:

  1. Ia tidak percaya pada staf nya
  2. Ia tidak ingin dipandang terlalu mengontrol
  3. Ia tidak tahu ingin mendelegasikan apa
  4. Ia tidak tahu caranya

Jika seorang pemimpin di sekolah ingin jabatannya sukses dalam menghantarkan sekolah menjadi sekolah yang efektif berikut ini adalah caranya

  1. Putuskan dahulu apa yang ingin didelegasikan. Mulai dari hal yang menurut anda kecil dan mudah untuk dilakukan oleh orang lain yang menjadi bawahan anda. Hal ini akan membuat anda tidak terkena stress saat situasi tidak sesuai yang anda harapkan
  2. Analisa orang orang disekitar anda. minta mereka lakukan tugasnya setelah anda ketahui siapa yang percaya diri dan bisa melakukan tugasnya dengan supervisi yang minimum.
  3. Sertakan dengan petunjuk jelas apa yang anda ingin bawahan anda lakukan. Termasuk timeline (rentang waktu pengerjaan). Semakin anda jelas dan jernih, semakin tugas yang anda suruh akan lekas selesai.
  4. Buka jalan dan pastikan ia tidak terbentur aturan atau izin dari seseorang dalam struktur organisasi di sekolah atau di dinas pendidikan setempat. Semakin ia merasa bahwa dirinya diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas anda maka semakin ia bangkit kepercayaan dirinya dalam bekerja dan berkreasi.
  5. Bantu saat ia memerlukan. Mungkin ia tidak akan meminta namun jika anda sering melakukan kontrol anda akan sadar dititik mana ia akan memerlukan bantuan. Tawarkan juga ia untuk ikuti training yang diperlukan
  6. Monitor terus kemajuan yang dicapai. Staf anda yang sudah berpengalaman akan memerlukan sedikit kontrol dan sebaliknya jika staf anda masih hijau maka ia perlu terus didampingi.
  7. Senang ucapkan terima kasih dan memberikan reward jika diperlukan

Seorang pemimpin yang efektif dalam mendelegasikan tugas kepada bawahan nya akan membuat anak buahnya berdaya. Bawahannya pun akan punya kemampuan lebih dalam melaksanakan tugas serta akan makin profesional. Memang bagi seorang pemimpin di sekolah hal ini akan sulit di awal namun akan berbuah manis jika konsisten dan komitmen dalam melaksanakannya.

%d blogger menyukai ini: