10 Resep mengembangkan guru agar mampu menjadi guru yang inovatif

D02hbD6XgAEAX-e

Merekrut guru adalah sebuah seni tersendiri. Proses perekrutan memerlukan kesiapan dari segenap pihak di sekolah untuk mencari orang yang berkarakter, karena skill atau keterampilan bisa dipelajari, sementara karakter adalah hal yang tidak akan bisa ditingkatkan karena merupakan sifat asli.

Proses perekrutan guru sangat berbahaya jika tujuan nya adalah mencari guru yang mau dibayar rendah. Tidak ada yang salah saat sekolah mencari guru yang bisa dibayar minim dikarenakan keuangan yayasan pasti akan aman sentosa. Hal yang tidak disadari adalah dampaknya akan kemana mana. Guru guru akan seperlunya saja berinovasi, keluhan orang tua siswa bahwa guru anaknya berganti ganti itu pasti dikarenakan tingkat turn over yang tinggi.

Dampak lain nya situasi ini akan menciptakan guru yang bertipe pasrah. Guru tipe pasrah adalah guru yang bersedia bertahan karena sudah PW (posisi wuenak) dikarenakan rumahnya dekat, sudah terlanjur akrab sama rekan sekerja sampai sudah malas mencari lowongan di sekolah swasta lain. Tipe guru pasrah dan tipe guru batu loncatan hanya akan membuat sekolah jalan ditempat. Dikarenakan sekolah berisi staf pengajar yang pasrah dan menjadi lupa caranya berinovasi dikarenakan semua perintah inovasi datangnya dari atas.

Dengan demikian jika semua faktor diatas tidak terjadi di sekolah anda, artinya sekolah sudah punya sistem dan standar dalam perekrutan, maka kerja selanjutnya adalah mengembangkan guru hasil perekrutan. Bagaimana cara terbaik mengembangkan guru? Lanjutkan membaca “10 Resep mengembangkan guru agar mampu menjadi guru yang inovatif”

Resep sukses wujudkan program prestasi di sekolah.

Di dinding Facebook saya beredar kesibukan sahabat rekan kepala sekolah dan guru dalam mengiringi siswa nya dI ajang O2SN dan FLS2N. Tulisan ini akan mengiringi semua rekan pendidik yang terlibat.

Semua kompetisi adalah saat semua elemen ‘mengalami’. Guru sebagai pelatih mengalami bagaimana perjalanan persiapan sampai pertandingan dan siswa pun akan berkembang jika diajak berefleksi dari pengalamannya. Ada hal yang umum saya temui di sekolah sekolah yang langganan mendapat juara dalam kompetisi nasional dan internasional.

Saya memperhatikannya sebagai cara dalam membuat sekolah sukses melahirkan atlet dan sosok yang berprestasi dibidang akademik dan non akademik.
Silakan mencermati.

Tips bagi kepala sekolah yang baru menjabat

Sebuah pesan dari pembaca yang baru menempati posisi di tingkat manajemen sekolah, pertanyannya lumayan kritis dan pastinya berguna bagi semua yang membaca.

Salam Pak Agus, saya .. dari …. Saya sudah mengikuti blog guru kreatif sejak 2012 saat saya masih aktif jadi guru. Saat ini saya dimjnta untuk mengelola SMK yang baru berdiri sekitar 5 tahun. Kira-kira apa yang sebaiknya saya lakukan pertama kali untuk menjadikan ini sekolah unggul?

Berikut ini adalah jawaban dari saya:

Mencari keunikan sekolah lalu kerahkan segenap biaya dan sdm untuk membesarkannya. Misalnya cari eskul yang unik dan jarang untuk dibesarkan sebagai branding.

Pinggirkan guru guru senior (guru yang menolak berubah) . Caranya adalah buat pekerjaan, program atau project yang hanya anak muda atau guru muda bisa melakukannya. Bisa dimulai dengan penggunaan TIK, penggunaan bahasa Inggris atau pekerjaan lain dimana guru guru senior akan tunduk pada anak muda.

Fokuskan energi dan perkuat kebijakan pada: kedisiplinan guru dan siswa, waktu untuk guru merencanakan pembelajaran dalam grup atau berkelompok lakukan penguatan middle management (wakil kepala sekolah atau koordinator MGMP) dan penyelenggaraan rapat yang efektif.

Segera bentuk komisi 1-8 mengacu pada delapan standard nasional pendidikan. Hal yang dilakukan adalah: melengkapi dokumen terkait komisinya (misalnya komisi 1 standar tenaga pendidik dll). Komisi ini berlaku selama satu tahun ajaran untuk membuat sekolah selalu siap akreditasi

Minta tiap komisi membuat satu program inovasi. Saat yang sama buat komisi audit independen yang mengaudit tiap program. Mengaudit berarti menelaah pelaksanaan dan tantangan program inovasi di lapangan.

Lakukan penataan pada sistem penggajian guru, dengan prinsip sebagai berikut:
1. Tiap tahun selalu ada kenaikan menyesuaikan inflasi
2. Bagi golongan guru (berdasar hasil appraisal tahunan per 6 bulan) dengan penggolongan sebagai berikut: Golongan 1 (kenaikan paling tinggi), golongan 2. 3 dan golongan 4 (yang paling sedikit kenaikannya, hanya menyesuaikan inflasi)
3. Tiap bulan guru dinilai kinerjanya dengan sekolah memberikan pertanyaan kepada semua siswa : a. apakah kamu senang dengan pelajaran yang diajarkan oleh bpk/ibu….b. apakah kamu senang belajar dengan bpk/ibu….c. apakah pelajaran yang beliau berikan membuat mu ingin mempelajari lebih lanjut?
4. Sekolah meminta murid mencatat kehadiran guru guru di kelas untuk membudayakan prinsip ON TIME dan FULL TIME. Siswa hanya diminta mencatat kehadiran gurunya apakah on time atau tidak, jika tidak on time kenapa sebabnya. Dengan demikian guru dimonitor juga oleh siswa . Sebelumnya sekolah umumkan terlebih dahulu sistem ini agar guru tidak menjadi sensi.
5.Komponen gaji terdiri dari: nilai TOEIC/TOEFL guru, appraisal kepala sekolah dan hasil survey kepada siswa