Guru profesional adalah guru yang sukses menerapkan ‘classroom management’ dan ‘classroom leadership’

a26c9392c3ee482579dc8eea4a188fbd

Di bawah ini adalah beberapa ide yang sangat sederhana yang dapat membantu aspek kepemimpinan guru di kelas. Ada dua istilah yang bisa digunakan saat guru bertanggung jawab pada kelas yang diajarnya. Kedua hal itu adalah istilah ‘memimpin kelas’ dan ‘mengelola kelas’. Perbedaan yang mendasar adalah pada kata memimpin dan mengelola, ada saat dimana guru mesti memimpin dan ada saat guru mesti mengelola. Saat guru memiliki sifat kepemimpinan maka guru akan mudah mengelola siswanya. Ada beberapa cara terbaik dalam membuat guru punya kemampuan memimpin kelasnya

1. Biasakan datang lebih dahulu dan sapa anak-anak di pintu kelas. Kehadiran guru di kelas akan membuat siswa merasa bahwa dirinya disambut dan diperhatikan. Guru bisa memulai hari dengan bertanya kabar atau memberikan kuis singkat yang bisa membuat siswa ‘bangun’ dan siap belajar.
2. Lakukan investasi hubungan yang positif di kelas dengan cara menangkap basah siswa saat mereka berbuat baik. Pada titik tertentu, anak-anak melakukan kesalahan. Sebagai seorang guru akan sangat baik jika guru bersikap adil dengan cara mengingatkan siswa jika ia berbuat salah sekaligus memberikan penguatan dan motivasi saat seorang siswa berbuat baik. Seorang siswa yang tahu bahwa mereka dihargai akan membuat percakapan yang sulit mengenai perilakunya akan menjadi jauh lebih mudah nantinya. Waktu yang dihabiskan dalam mengamati dan memotivasi siswa ini adalah investasi pada anak, bukan sebuah hal yang sia sia.
3. Guru memanggil orang tua lebih awal saat sebelum masalah pada anaknya menjadi lebih runyam. Guru yang berjiwa pemimpin akan memastikan orang tua siswa tahu bahwa guru peduli dengan anak mereka. Usahakan guru tidak selalu menghubungi siswa orang tua siswa saat ada masalah saja, namun juga dengan cermat membagi cerita yang baik dan positif kepada orang tua siswa.

 

Kapan guru bersikap sebagai ‘pemimpin di kelas’ dan kapan seorang guru bersikap sebagai ‘pengelola kelasnya’.

Sebagai pemimpin di kelas (classroom leadership)

1. Saat membuat daftar pelajaran, rencana materi dan rancangan aktivitas pembelajaran
2. Saat melakukan interaksi/menelepon orang tua siswa untuk menyampaikan perihal (positif dan negatif) mengenai anaknya
3. Saat memimpin kelas membuat kesepakatan
4. Menyelesaikan masalah diantara siswa
5. Membina, membimbing dan mendidik peserta didik
6. Melakukan pemetaan minat dan bakat siswa
7. Menjaga irama hubungan interpersonal dan irama pembelajaran di kelas
8. Memahami dan mencari solusi atas kesulitan belajar dan masalah perilaku siswa
9. Mengikuti dan melaksanakan hasil pelatihan
10. Berbicara di rapat mewakili kepentingan kelasnya
11. Memilih permainan yang cocok di kelas sebagai energizer/ice breaking
12. Melakukan penilaian autentik

Sebagai pengelola di kelas (classroom management)

1. Membuat display kelas
2. Mengatur posisi tempat duduk dan barang lainnya di kelas
3. Menjaga kebersihan kelas
4. Membentuk organisasi kelas
5. Mendata dan merawat inventaris kelas
6. Mengatur keuangan kelas
7. Mengorganisasikan sumber dan media belajar

Contoh pada saat menjadi pengelola kelas:

Rancang ruang kelas dengan siswa Anda. – Guru menghabiskan begitu banyak waktu menghias ruang kelas sebelum siswa datang atau setelah siswa pulang, maka akan lebih baik jika bisa dilakukan juga saat siswa ada dan mengajak mereka turut mendekorasi. Sesuatu yang sederhana seperti mendekorasi ruang kelas bersama, tidak hanya memberi siswa kepemilikan ruang, tetapi juga membantu untuk menunjukkan bahwa guru peduli dengan pendapat mereka (sementara juga menghemat banyak waktu!).

Contoh pada saat menjadi pemimpin kelas
Cari tahu minat setiap siswa dan manfaatkan mereka. – Salah satu cara terbaik untuk bekerja dengan orang adalah dengan mencari tahu apa yang mereka sukai dan manfaatkan kebisaanya demi kebaikan di kelas. Para guru yang menghabiskan waktu untuk menemukan gairah hidup seorang siswa , membuat siswa merasa guru memiliki minat yang tulus terhadap jati diri siswa dan apa yang siswa suka/tidak suka serta impian mereka, dan cobalah untuk membantu mereka bergerak lebih dekat ke tujuan tersebut. Jika guru terbiasa mencari tahu mengenai siswanya dan memanfaatkannya untuk memotivasi serta membimbing maka pengaruh guru akan bertahan lama bahkan saat guru sudah tidak mengajar siswa tersebut.

Guru sebagai pemimpin dan pengelola kelas akan membuat sebuah kelas menjadi tempat yang layak dijadikan tempat belajar secara fisik dan psikis, yang pada akhirnya pembelajaran menjadi efektif dan bermakna.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s