Pola komunikasi antar petinggi di sekolah swasta

C4eFF7XUoAAh5eb

Siapa saja yang saya maksud petinggi dan pemangku kepentingan tertinggi di sekolah swasta serta apa saja perannya? Secara singkat di sekolah swasta seperti ini:

Ketua yayasan: punya peran mengelola yayasan dan berpikir inovasi pengembangan layanan yayasan. Memastikan sekolah yang menjadi tanggung jawabnya sukses dari tahun ajaran ke tahun ajaran

Kepala sekolah: sosok yang bergulat di bidang praktik penyelenggaraan sekolah, dari urusan kurikulum sampai soal pengelolaan kinerja dan profesionalitas guru. Sebagai garda depan mewakili sekolah dalam semua kesempatan berhadapan dengan dinas pendidikan dan masyarakat (orang tua siswa)

Pola komunikasi antara dua jabatan diatas dipastikan mesti positif, saling percaya, saling dukung dan saling meninggikan derajat masing masing.

4 Masalah yang kerap timbul antara yayasan dan kepala sekolah

1. Rasa kurang percaya satu sama lain, utamanya bidang keuangan hal ini bisa terjadi dikarenakan:
• Kepala sekolah merasa bahwa kepemilikan anggaran adalah murni milik sekolah yang dikepalainya
• Yayasan masih belum mau melepas kendali pengaturan keuangan kepada kepala sekolah

2. Yayasan merasa kurang dihargai oleh kepala sekolah, biasanya ini hanya masalah komunikasi, namun hal ini bisa saja terjadi dikarenakan:
• Pihak kepala sekolah kurang menempatkan yayasan sebagai sosok yang mesti didahulukan dalam segala hal saat berkomunikasi dengan pihak ketiga dalam hal ini adalah dinas pendidikan serta unsur lain yang biasa terlibat dengan sekolah
• Pihak Yayasan belum mempunyai format komunikasi yang baku atau standar prosedur atau kebijakan dalam penyelenggaraan suatu acara atau event

3. Kepala sekolah merasa menjadi super power, saat yang sama pihak yayasan masih merasa perlu penghargaan (biasa karena faktor sosok sebagai pendiri dan perintis sekolah) untuk itu perlu dilakukan:
• Rapat yang terjadwal
• Pihak kepala sekolah bertanya terlebih dahulu dalam rangka memastikan mengenai langkah yang diambilnya. Tentunya tidak semua perlu dikonsultasikan, hal yang terpenting adalah kepala sekolah memainkan penilaiannya mana yang mesti dikonsultasikan mana yang tidak. Biasanya yang perlu dikonsultasikan adalah semua hal yang diluar kebiasaan atau yang memerlukan kerja serta pendanaan yang ekstra

4. Kepala sekolah kerap berjanji surga didepan guru tanpa konsultasi dengan yayasan. Hal ini berbahaya sekali dikarenakan pihak yayasan yang akan menanggung malu di depan guru jika ada hal yang tak terwujud. Untuk itu kepala sekolah mesti melakukan
• Membuat catatan kecil jika akan berbicara dalam rapat
• Meningkatkan mutu komunikasi dengan yayasan sambil terus mengkonfirmasi hal yang akan disampaikan pada guru.

Dengan demikian bukan tidak mungkin terjadi relasi yang harmonis antara kepala sekolah dengan pihak yayasan dengan mempertimbangkan hal berikut ini

1. Ada sosok jabatan yang ada dalam struktur yaitu jabatan direktur pendidikan atau Head of School yang bertugas menengahi komunikasi antara pihak pemberi wewenang (yayasan) dan pihak pelaksana lapangan (kepala sekolah)
2. Ada rapat terjadwal dan efektif antara
• Guru dengan kepala sekolah saja (tanpa dihadiri oleh direktur pendidikan dan yayasan)
• Kepala sekolah dengan Direktur pendidikan saja (tanpa dihadiri oleh Yayasan apalagi guru)
• Yayasan dengan Direktur pendidikan saja
3. Ada email internal sekolah dimana semua pihak bisa saling mengkomunikasikan kebijakan serta concern masing masing dengan cara yang baik terstruktur tertulis dan efektif.

Bukannya tidak mungkin semua pihak berada dalam satu tempat dan pastikan saat itu adalah perayaan senang senang, karena jika tidak pihak yang paling tinggi (yayasan) akan menggunakan kesempatan berkumpulnya semua orang untuk mengkritik kineja salah satu pihak yang menjadi bawahannya. Dikarenakan prinsip kritik atau umpan balik yang terbaik adalah disampaikan oleh pihak atasan yang terdekat. Jika para petinggi sekolah kompak dan baik dalam bekerja sama, maka guru sebagai aktor lapangan lah yang akan menuai berkah. Dengan sangat terbantunya mereka saat mengajar dikarenakan semua pihak mendahulukan pelayanan kepada siswa dibandingkan ego dan kepentingan sesaat dan selalu mengedepankan dialog dan prasangka baik dalam bekerja sama.

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s