3 prinsip penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran bagi sekolah

Spotlight1015

Bagi sekolah yang sibuk dengan kegiatan ini dan itu akan sangat sayang sekali jika dilewatkan untuk mengunggah nya di media sosial. Di tiap sekolah ada komunitas yang sebenarnya adalah fans atau penggemar setia dari semua yang sekolah tampilkan di media sosial. Mereka adalah orang tua siswa, siswa, alumni serta para pemangku kepentingan di masyarakat.

Bisa saja dikatakan bahwa ini hanya terjadi di sekolah yang ada di kota besar. Dimana semua siswa dan orang tua siswa punya akses kepada smart phone. Namun di sekolah yang ada di pelosok pun kabar kegiatan tetap layak untuk disampaikan. Bayangkan bagaimana jika alumni yang telah sukses ingin mengetahui kabar sekolahnya. Akan menjadi kesempatan yang menarik bagi sekolah jika bisa berjejaring dengan alumni.

Berbicara mengenai event di sekolah ambil contoh misalnya di sekolah Taman Kanak Kanak atau PAUD. Hampir tiap hari ada momen menarik. Di tingkat sekolah yang lebih tinggi momen menarik muncul dalam kemeriahan acara rutin tahunan atau kompetisi serta serunya pembelajaran di kelas.

Ada tiga prinsip yang cocok dalam menghantarkan pesan kepada komunitas sekolah.

Terstruktur.
Sekolah punya strategi dalam sampaikan pesan lewat media sosial yang bervariasi. Di bawah pengawasan dan kendali kepala sekolah, ditunjuklah admin yang bertanggung jawab di website sekolah dan media sosial sekolah. Tugas nya masing masing adalah kabarkan perkembangan terkini di sekolah dari sudut pandang yang berbeda.

Terencana
Sekolah punya tujuan dalam sampaikan kabar. Admin yang sudah ditunjuk akan bertanggung jawab mengenai mutu tampilan dan foto yang akan ditampilkan. Tidak perlu kepala sekolah mengecek satu persatu postingan. Tugas kepala sekolah adalah memberikan batasan serta keleluasaan apa saja bagi admin agar bisa memposting dengan sehat di media sosial. Tentunya dengan tetap membawa semangat visi misi dan branding sekolah.

Tersampaikan.
Masing masing media sosial punya keunikan dan punya caranya sendiri menggaungkan pesan. Facebook sangat baik untuk menjangkau orang tua siswa terlepas dari banyaknya iklan yang ada. Twitter baik untuk menggaungkan link serta artikel yang ada di dalam situs serta foto foto yang bermakna yang ‘menjual’. Instagram sangat baik untuk mengangkat keseharian dalam kegiatan di sekolah. Jika kepala sekolah, admin media sosial sekolah yang telah ditunjuk serta perwakilan siswa bisa duduk bersama maka sekolah punya peluang untuk memaksimalkan penggunaan media sosial lewat media yang tepat untuk menyampaikan pesan.

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

One thought on “3 prinsip penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran bagi sekolah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s