Penggunaan media sosial sebagai branding dan pemasaran sekolah

SBdigitalfootprint

Penggunaan media sosial di sekolah sebagai cara untuk meraih perhatian siswa dan orang tua siswa adalah sebuah keniscayaan di zaman sekarang. Sayang sekali jika sebuah sekolah melewatkan kesempatan dalam menggunakan media sosial sebagai alat untuk meraih manfaat. Memang masih ada anggapan penggunaan media sosial kelihatan tak serius dan lebih pada nuansa kesenangan serta ajang narsis. Padahal media sosial seperti website, youtube, twitter, instragam dan facebook bisa membantu sekolah menyampaikan pesan kepada khalayak ramai. Tidak hanya itu media sosial bisa juga digunakan untuk memasarkan ide atau produk kepada konsumen.

Konsep school branding dalam keperluan promosi sekolah punya dua dimensi. Dimensi pertama adalah media sosial sebagai pembentuk branding. Sebuah sekolah dengan penggunaan media sosial yang efektif akan menjadi sekolah yang terbentuk brandingnya. Misalnya sekolah yang secara konstan memuat kegiatan olahraga yang dilaksanakan sekolahnya akan dengan mudah dilekatkan dengan brand sebagai sekolah yang mahir membesarkan potensi di bidang olah raga. Hal yang sama bisa berlaku juga saat sekolah sering memuat kegiatan seni, kegiatan olimpiade (lomba-lomba), kegiatan keagamaan atau kegiatan lainnya yang secara terencana dan diniatkan oleh segenap warga sekolah untuk menjadi sekolah dengan branding tertentu.

Singkatnya penerapan ‘brand’ dalam rangka promosi sekolah adalah cara agar calon orang tua siswa menjadi berminat memilih sebuah sekolah dan bukan memilih sekolah lainnya. Penerapan brand ini akan membantu orang tua siswa menentukan pilihan dikarenakan adanya nilai nilai (values) atau brand yang sama dan menjadi tujuan besar kedepan menyekolahkan anaknya di sebuah sekolah.

Dimensi kedua adalah sekolah berupaya mengisi konten positif mengenai lembaganya dengan terus mengabarkan hal-hal yang positif. Ada istilah saat ini yaitu ‘Google is your new name card’ atau reputasi dan kapasitas seseorang ada di satu sentuhan jari ketika ada pihak lain yang mencari namanya di google. Jika sekolah dengan rajin mengisi konten positif mengenai sekolahnya maka pihak-pihak luar akan mudah menjalin kerjasama dengan sekolah demi kemajuan sekolah. Dikarenakan pihak lain diluar sekolah akan mudah melihat hal apa yang menjadi kesibukan sekolah sekaligus fokus utama dari pengembangan sekolah menjadi lebih baik. Bagi para alumni akan menjadi hiburan sendiri melihat betapa sekolahnya saat ini menjelma menjadi sekolah yang semarak sekaligus lebih maju daripada saat ia bersekolah dahulu.

Saya akan mencoba memberikan gambaran mengenai bagaimana media sosial bisa difungsikan dengan baik sesuai tingkatan sekolah

Penggunaan media sekolah sebagai ‘branding’ di tingkat TK dan SD

  • Orang tua senang anaknya selalu ada di media sosial milik sekolahnya.
  • Menjadi sarana dokumentasi kegiatan anak-anak. Ingat masa keemasan anak cuma sekali seumur hidup, maka makin banyak dokumentasi makin baik

Penggunaan media sekolah sebagai branding di tingkat SMP , SMA dan SMK

  • Bagi tingkat SMP, kebanyakan calon orang tua siswa akan mencari sekolah yang semarak dalam kegiatan akademis dan eskul dalam rangka me
  • akan sangat baik jika sekolah bisa aktif dalam memberikan konten positif dikarenakan siswa menjadi terbantu dalam mempromosikan dirinya sendiri.
  • Bayangkan siswa siswa yang ingin mendaftar dalam proses rekruitmen kerja atau beasiswa akan sangat terbantu jika sekolah secara rutin memposting konten positif mengenai kegiatan siswanya. Dikarenakan peluangnya diterima akan menjadi sengat besar karena dirinya berasal dari sekolah yang tertata, aktif serta semarak dalam kegiatan.
  • Di tingkat ini selain media sosial, sekolah juga perlu mengaktifkan websitenya agar mesin pencari google bisa dengan mudah mengindeks dan memberikan informasi kepada pihak yang ingin mencari informasi secara cepat mengenai sekolah.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan sangat jika sekolah ingin serius menggunakan media sosial sebagai ajang branding.

  • Sekolah mesti mempunyai admin atau orang yang bertugas dan mempunyai standar sesuai yang diinginkan sekolah sesuai dengan visi misi.
  • sekolah mesti mengedarkan surat kepada orang tua siswa mengenai boleh tidaknya anaknya difoto untuk kepentingan promosi sekolah di media sosial.
  • Sekolah perlu bersepakat dahulu mengenai apa yang boleh dan tidak boleh tampil di media sosial dan dunia maya, akan sangat baik jika dibukukan menjadi kebijakan sekolah.
  • Sekolah mesti tahu betul hal apa yang menarik dari sekolahnya dan apa yang menjadi pembeda dari sekolahnya. Sehingga fokus mengangkat kelebihan atau pembeda sebagai titik fokus dalam kampanye branding sekolah.

Selamat melakukan branding dan ciptakan konten positif mengenai sekolah anda.

 

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

One thought on “Penggunaan media sosial sebagai branding dan pemasaran sekolah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s