Membahas ‘pil pahit’ di dunia pendidikan

miris-pendidikan-di-indonesia-hanya-sekelas-ghana-oman

Membicarakan kenyataan dalam dunia pendidikan selalu menarik. Anda bisa mulai dari mana saja, dari masalah infrastruktur sampai mutu guru. Semua hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan seperti tak ada habisnya untuk diperbincangkan. Dari sisi kebijakan (policy) atau pelaksanaan kesemuanya punya kenyataan di lapangan yang layak dijadikan bahan analisa.

Tulisan ini akan membahas realita atau kenyataan dari sisi hal yang sifatnya aplikatif dari sisi saya sebagai pelaksana di dunia pendidikan.

  1. Guru lebih senang mengajar dengan ceramah dikarenakan mudah dan bebas dari perasaan dikejar target kurikulum.
  2. Sekolah anggap orang tua siswa yang kritis sebagai beban. Sebuah anggapan yang berbahaya dikarenakan guru jadi punya langkah untuk tidak memberikan nilai atau Informasi yang bukan sebenarnya tentang anak didik dikarenakan malas berurusan dengan orang tua yang kritis.
  3. Sekolah swasta sulit sekali cari guru yang bagus, bahkan jika kandidat adalah lulusan fakultas keguruan.
  4. Guru lebih senang dengan siswa yang ‘ideal’, atau siswa yang siap belajar, mudah paham dan berperilaku baik. Guru kurang siap jika dapatkan siswa yang punya masalah dari segi akademis apalagi perilaku.
  5. Sekolah banyak yang hanya sibuk siapkan siswanya untuk ujian, dan bukan untuk berhasil dalam kehidupan.
  6. Guru cenderung susah jika diminta belajar kembali dikarenakan sudah merasa nyaman dengan kompetensi yang dimiliki. Ada kata kata yang sering diucapkan yaitu, “Dengan keterampilan mengajar saya sebelumnya, murid murid saya bisa berhasil menjadi ‘orang’.”

Bagi anda yang panggilan jiwanya ada di dalam pendidikan, akan sangat penting untuk selalu menguatkan diri dalam menghadapi hal hal diluar dugaan seperti diatas. Semakin kita sadar bahwa selalu ada tantangan untuk diselesaikan maka semakin semangat lah dalam berkontribusi bagi pendidikan Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s