6 langkah menjadikan guru ringan dalam membuat RPP

​Pak, saya guru mapel B. Inggris SMP. Saya merasa bahwa saya baik dalam memotivasi siswa untuk semangat belajar. Tapi saya sendiri mengalami masalah dalam merencanakan pembelajaran – saya selalu merasa terbebani dengan RPP, seperti terasa berat jika harus membuat RPP per pertemuan, padahal saya sadar bahwa membuat RPP yang baik adalah salah satu tugas utama guru untuk membuat pembelajaran berjalan dengan efektif. Mohon pencerahannya pak. Terima kasih sebelumnya.

Menulis RPP memang bukan perkara sederhana. Nama dan bentuk RPP disetiap sistem pendidikan punya bentuk dan nama yang berbeda beda. Intinya tetap sama, guru dipaksa sadar dan tidak sadar untuk menyiapkan dirinya. Guru bisa saja punya tipe yang autopilot saat mengajar, artinya ia asal tampil dan berbicara di depan kelas sesuai mood dan perasaan, syukur jika masih nyambung dengan mata pelajaran yang ia ajar. Jika anda lakukan ini murid pasti jadi korban karena dapat guru yang biasa biasa saja cara mengajarnya.

Contoh jurnal elektronik

Mengapa guru anggap membuat RPP menjadi beban?

1. Format RPP yang unik membuat guru yang mengisinya mesti punya kemampuan menulis yang diatas rata rata. Apalagi jika guru biasa membaca contoh RPP yang didapat dari internet. Dijamin akan semakin kurang pede dan merasa bahwa RPP hanya untuk guru yang canggih. Contoh RPP yang ada di internet atau berasal dari flash disk teman hampir pasti adalah contoh yang mendekati ideal, (karena biasanya berasal dari pelatihan atau diklat) jadi mulai sekarang jadikan RPP canggih itu sebagai bahan bacaan saja, lebih baik buat versi anda sendiri, mau bagus atau masih ada kurang, hanya anda sendiri yang pakai.Anda bisa saja mulai dengan menulis RPP yang mengedit atau menyadur RPP ideal itu, niatkan saja belajar dan bukan karena ingin jadi plagiat.

2. Guru belum punya kebiasaan membuat jurnal. Jurnal tidak punya format seperti RPP, sebuah jurnal mengajar ia hanya punya format, “konsep apa yang ingin anda ajarkan”, bagaimana cara mengajarkannya, bagaimana pembukaan, kegiatan inti dan kegiatan penutupnya. Akan sangat baik jika guru membiasakan dirinya punya ‘coret-coretan seperti jurnal. Silakan jika ingin gunakan format seperti ‘peta pikiran dan lain sebagainya. Selesai mengajar? Silakan langsung di update apa yang sudah berhasil di kelas dan yang belum, siswa mana yang sudah bagus atau yang masih perlu dukungan. akan sangat berguna jika hal ini jadi kebiasaan. Banyak sekolah internasional yang punya kebijakan memberikan teacher chronicle bagi gurunya, formatnya sebenarnya adalah jurnal yang berguna bagi guru untuk mencatat ide ide apa yang penting akan, sudah dan belum dilakukan oleh guru.

Bagaimana cara terbaik agar seorang guru ringan dalam mengerjakan RPP?

1. Guru punya jurnal, ia biasa mencorat coret sebelum dan sesudah ia mengajar. Sebuah jurnal bukan sebuah format yang baku dan buat konsumsi orang banyak, jadi silakan ekspresikan diri pada jurnal milik anda sendiri.

2. Rencanakan semua perminggu, daripada merencanakan pengajaran anda harian lebih baik lakukan selama satu hari dalam seminggu untuk 4 atau 5 hari kedepan. Gunakan google docs untuk membuat weekly plan dengan cara online.

3. Buat RPP bersama sama dengan rekan satu kelas paralel atau dengan guru yang mengajar matpel yang sama dengan anda. Dua pikiran atau lebih akan lebih cepat dan bernilai dibandingkan anda kerjakan semuanya sendirian.

4. Hindari membuat semuanya dari awal. Pengalaman saya saat bekerja dengan para pengajar dari negara yang lebih maju pendidikannya, mereka terbiasa melakukan update saja terhadap lesson plan atau RPP tahun ajaran lalu. Kelihatan mudah bukan? Padahal tidak juga, diperlukan konsistensi tiap awal  minggu untuk menulis dan merencanakan. Konsistensi lahir dari kegiatan yang ringan, mudah dan gampang , dengan demikian guru tidak enggan untuk lakukan terus hingga jadi kebiasaan. Memang kesannya guru jadi kerja dua kali, disisi lain akan sangat berat bagi guru untuk tiap hari buat RPP dari awal setiap hari.

5. Manfaatkan waktu sebaik baiknya saat diruang guru. Ruang guru adalah ruang yang tepat untuk lakukan perencanaan. Atau silakan cari ruang dimana anda bisa menyepi sendiri.

6. Bukukan RPP anda dalam setahun, jilid yang baik, kemudian sediakan versi soft copynya di komputer, lakukan update tiap minggu (dengan bahan yang anda dapatkan dari jurnal pribadi) dijamin tahun ajaran depan akan lancar tugas anda.
Guru yang professional adalah guru yang merencanakan, ia senang menikmati semua proses dalam mengajar, saat gagal ia tulis, saat berhasil ia abadikan, dalam jurnal yang kemudian jadi RPP. Jadi daripada jadikan RPP sebagai beban lebih baik jadikan RPP sebagai ‘our history of teaching’.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s