8 hal yang menjadi penentu perubahan di sekolah

IMG_0323

Sekolah mana yang tidak inginkan perubahan, semua sekolah akan mengatakan ingin, namun saat yang sama tidak semua sekolah siap berubah. Ada beberapa tipe sekolah atau tipe manajemen sekolah ketika berhadapan dengan kata perubahan.

1. Sekolah yang bersedia berubah dengan sukarela, gurunya siap, pengelolanya siap, uang dan sumber daya ada untuk mengongkosi perubahan secara efektif dan efisien serta sabar menjalani proses.
2. Sekolah yang kelihatannya saja siap berubah. Saat perubahan sudah masuk kedalam maka pengelola akan kelihatan tidak senang dikarenakan dapurnya merasa diacak-acak oleh orang lain. Segera setelah perasaan itu datang maka pengelola akan mengatakan bahwa ‘kita tidak perlu perubahan sedrastis itu, kita semua sebelumnya baik baik saja kok, perubahan kan tidak mesti mengacak tatanan yang ada’
3. Sekolah yang tiga perempat hati mau berubah, hal ini dikarenakan rasa setuju pengelolanya untuk perubahan namun langsung menagih secepat kilat hasil perubahan. Hal ini dikarenakan pengelola sekolah merasa sudah banyak keluarkan uang dan ingin segera kembali modal

Apa saja hal yang diperlukan sebuah sekolah dalam membuat sekolahnya bisa lakukan perubahan kearah yang lebih baik

CsLJ7xQWgAEk3ZT

  1. Adanya RASA PERCAYA . Tanpa rasa saling percaya maka sekolah akan mengalami komponen sekolah yang akan saling tidak peduli satu sama lain
  2. Adanya VISI. Visi adalah sebuah pernyataan yang membuat semua komunitas di sekolah pnya orientasi kemana mesti melangkah.
  3. Adanya MISI. Sebuah pernyataan yang menyiratkan tujuan kemana akan melangkah (visi) perlu didetailkan, tanpa langkah yang detail, sebuah sekolah hanya akan alami kebingungan kemana mesti melangkah
  4. Adanya SUMBER PENDANAAN. Sebuah sumber pendanaan walaupun kecil dan tidak seberapa akan banyak berguna jika semua pihak di sekolah sadar kemana akan melangkah. Tanpa sumber pendanaan yang terjadi di adalah akan ada pihak di sekolah yang menolak untuk berubah.
  5. Adanya SUMBER BELAJAR dan SARANA DAN PRASARANA. Tidak heran jika hal ini dijadikan salah satu standar dalam 8 standar pendidikan nasional dikarenakan tanpa hal ini akan melahirkan rasa frustasi pada orang yang ingin berubah.
  6. Adanya KETERAMPILAN/KOMPETENSI. Jika semua hal ada namun pelaku perubahan tidak mempunyai skill atau kompetensi maka akan terjadi kegugupan saat melakukan perubahan, hal ini akan membuat proses perubahan menjadi tidak berjalan dengan baik.
  7. Adanya TEAM WORK atau Collegiality atau budaya bekerja dalam tim. Jika budaya ini tidak ada maka individu yang inginkan perubahan di sekolah akan merasa dirinya berada dalam isolasi dikarenakan ia merasa perubahan hanya menjadi tanggung jawab dirinya seorang.
  8. adanya ACTION PLAN, tanpa rencana tindakan maka semua rencana perubahan akan mulai dan berakhir di titik yang salah. Dikarenakan tidak ada yang tahu kemana mesti melangkah dan kapan bisa mengecek perubahan sudah sampai di titik mana.

Perubahan memang tidak mudah, namun sangat bermanfaat untuk dilakukan, dikarenakan ada banyak kesempatan ketika sebuah organisasi bisa keluar dari zona nyamannya.

Iklan

2 tanggapan untuk “8 hal yang menjadi penentu perubahan di sekolah

    1. Benar sekali, sekolah yang sehat akan tetap bisa berjalan dengan pendanaan yg seadanya asal ada nuansa Kerja sama antar pemangku kepentingan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s