Sekolah sebagai tempat menciptakan siswa yang ‘cinta belajar’

Chart_SmartBriefSurvey

Ada sebutan yang saat ini melekat pada institusi sekolah sebagai lembaga pendidikan, sebutan itu adalah sekolah sebagai organisasi pembelajar. Dikarenakan saat ini peran sekolah bukan lagi semata mata mengurusi proses belajar mengajar namun juga menambah fokus yang kuat pada siswa sebagai pembelajar.

Ada banyak kerugian ketika sekolah hanya berkutat di proses pembelajaran. Jika itu terjadi berarti sekolah dengan semua elemennya hanya persiapkan siswanya untuk ujian dan tes demi tes. Proses belajar di kelas pun menjadi terkendala dikarenakan nilai menjadi tujuan, padahal sekolah mesti bisa menyiapkan warganya untuk bisa sukses di kehidupan sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Beberapa hal yang pasti terjadi jika sekolah hanya berfokus pada mengurusi proses belajar tanpa fokus pada bagaimana cara belajar.

1. Proses yang PAIKEM malah tidak akan terjadi dikarenakan semua guru sibuk menghabiskan target kurikulum dan mencapai KKM. Proses PAIKEM di kelas perlu guru yang rileks dan percaya diri bukan guru yang dibawah tekanan.

2. Kepala sekolah dan segenap wakanya akan sibuk dari rutinias ke rutinitas lainnya, dengan harapan dari sekian banyak muridnya syukur syukur ada siswa yang sukses saat sudah lulus. Tanpa pernah ada usaha yang serius dan terencana menyiapkan siswa sebagai individu dengan segala kelebihan, kekurangan dan potensi yang dimiliki.

Cara terbaik dalam menghindari agar sekolah tidak hanya mempersiapkan siswanya dari tes ke tes lainnya adalah dengan:

  1. Adakan eskul yang berkualitas. Sebaik-baiknya eskul adalah yang diisi sendiri oleh guru guru yang masing masing pasti punya sesuatu untuk dibagi pada siswanya
  2. lakukan pelatihan internal untuk guru. Buat acara berbagi ilmu antar guru dalam satu mata pelajaran atau pelatihan yang menguatkan guru guru sebagai guru profesional. Sebaik-baiknya pelatihan adalah mengenai ‘belajar cara belajar’ atau learning how to learn.
  3. minta guru untuk membuat program yang menarik bagi siswanya. Diluar jam pelajaran yang bentuknya bisa lomba serta kegiatan lain yang bisa mengasah kecintaan siswa pada kegiatan belajar dan ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh gurunya.

Pasti ada jalan agar sekolah jadi tempat yang bisa diingat oleh siswa sebagai individu. Seorang siswa hanya akan mengingat sedikit sekali hal yang diajar oleh guru-gurunya namun akan selalu ingat peristiwa peristiwa yang menarik sepanjang karirnya sebagai pembelajar.

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

3 thoughts on “Sekolah sebagai tempat menciptakan siswa yang ‘cinta belajar’”

  1. saya sangat mengapresiasi dengan artikel cemerlang di blog ini mas
    kalau boleh say nitip sebuah ulasan ya, mengenai prosedural dan kepangkatan pada dunia guru terutama yang PNS, sepertinya guru lebih sibuk dengan sertifikasi, RPP, Silabus dll sehingga mutu ajar ke siswa menjadi melemah. Setidaknya itu yang saya alami, alangkah baiknya jika masalh tersebut lebih di angkat sehingga pemerintah mulai mempertimbangkan
    you know what,
    i mean… the power of blogging,
    semoga mendapat perhatian sebagaimana mestinya
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s