4 ide mengakhiri tahun ajaran dengan menyenangkan

quote-keep-calm-school-is-almost-over1

Satu tahun ajaran bukan waktu yang lama namun juga bukan waktu yang sebentar. Diperlukan nafas yang panjang dan kesadaran agar selamat sampai di akhir tahun ajaran. Sepanjang pengalaman saya sebagai guru kelas atau wali kelas ada beberapa momen yang pastinya memerlukan ketahanan diri dan emosi saat menjalani satu tahun ajaran, saat itu adalah:

  1. Tahun ajaran baru dimulai dan mulai menghitung, berapa anak yang perlu dukungan. Semua guru langsung membagi jadi siswa yang cepat, biasa dan yang lambat belajarnya.
  2. Memetakan jenis orang tua siswa yang ada di kelas kita. Hal yang pasti terjadi guru langsung membuat daftar tipe tipe orang tua siswa yang mesti dijaga karena kritis, atau yang perlu dilakukan pendekatan karena cuek terhadap perkembangan anaknya.
  3. Saat pembuatan raport. Guru terkadang baru sadar bahwa masih ada siswa yang belum memenuhi standar.
  4. Saat siswa perlu bepergian dalam rangka karya wisata atau ada acara rutin sekolah yang melibatkan penampilan, jika guru yang jadi pengelolanya dijamin konsentrasi mengajar mesti dibagi dengan pelaksanaan acara.
  5. Peristiwa peristiwa kecil dan besar selama satu tahun ajaran yang pasti menguras tenaga dan emosi.

Lanjutkan membaca “4 ide mengakhiri tahun ajaran dengan menyenangkan”

4 cara agar sekolah punya akuntabilitas (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)

AboutUs

extIstilah Akuntabilitas di sekolah adalah situasi dimana sekolah diminta untuk jadi sekolah yang bisa dipercaya. Rasa percaya hadir dari pembuktian. Pembuktian yang terbaik adalah dengan melibatkan banyak metode dan hasil dari keikut sertaan semua pihak yang ada di sekolah. Rasa percaya juga bisa hadir dikarenakan batas batas kekakuan sudah terlewati.

Lanjutkan membaca “4 cara agar sekolah punya akuntabilitas (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)”

Menyoal transparansi di sekolah swasta (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)

b27cb79a-7b75-44c1-910f-24980235f8da

442e6558-3637-4ed1-bbe1-df32f200d2ed

14782230028_c9be0c9e9d_z

Transparansi bukan cuma soal keuangan. Bagi sebuah sekolah swasta yang meniatkan dirinya memajukan pendidikan, sikap transparan dan akuntabilitas adalah dua hal yang mesti ada. Sekolah swasta adalah juga lembaga publik yang menerima dana publik untuk dikelola.

Transparansi berarti bersedia membuka diri pada publik mengenai data yang menjadi hak publik. Sebuah sekolah yang masih kurang terbuka pada publik akan mengakibatkan menurunnya kepercayaan orang tua siswa. Apalagi di sekolah swasta yang inginnya punya banyak siswa maka akan sangat terlarang untuk bersikap ini, atau mengatakan melakukan transparansi berarti menelanjangi diri sendiri.

Mengapa sekolah swasta berpikir dua kali untuk melakukan transparansi?

1. Pemilik sekolah khawatir orang tua siswa tahu berapa profit yang mereka ambil
2. Pemilik sekolah khawatir orang tua siswa akan tahu berapa pinjaman yang diambil dari bank
3. Pemilik sekolah khawatir orang tua siswa akan campur tangan dalam pengelolaan
4. Pemilik sekolah merasa sekolahnya akan mudah dipengaruhi pengelolaannya oleh orang tua siswa

Lanjutkan membaca “Menyoal transparansi di sekolah swasta (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)”

Manajemen sekolah sebagai tulang punggung perwujudan visi dan misi

 

173bfc48c251583788da491e0ce45219

Sebagai sebuah organisasi pembelajar, penting bagi sekolah untuk mempunyai sebuah team yang menjadi suporter bagi perubahan. Mereka adalah manajemen sekolah, sebenarnya  siapa saja yang bisa disebut sebagai manajemen sekolah :

  1. Kepala Sekolah
  2. Wakasek Kesiswaan
  3. Wakasek Kurikulum
  4. Wakasek Humas
  5. Wakasek Sarana Prasarana
  6. Kepala TU atau tata usaha
  7. Koordinator Jenjang
  8. Koordinator BK

Penting bagi team diatas untuk punya bayangan mengenai bagaimana sebenarnya sekolah yang ideal atau sekolah impian itu seperti yang biasa tergambar dalam visi dan misi. Berikut ini adalah gambaran sekolah yang impian dengan 3 faktor utama sebagai kunci.

Lanjutkan membaca “Manajemen sekolah sebagai tulang punggung perwujudan visi dan misi”

8 hal yang menjadi penentu perubahan di sekolah

IMG_0323

Sekolah mana yang tidak inginkan perubahan, semua sekolah akan mengatakan ingin, namun saat yang sama tidak semua sekolah siap berubah. Ada beberapa tipe sekolah atau tipe manajemen sekolah ketika berhadapan dengan kata perubahan.

1. Sekolah yang bersedia berubah dengan sukarela, gurunya siap, pengelolanya siap, uang dan sumber daya ada untuk mengongkosi perubahan secara efektif dan efisien serta sabar menjalani proses.
2. Sekolah yang kelihatannya saja siap berubah. Saat perubahan sudah masuk kedalam maka pengelola akan kelihatan tidak senang dikarenakan dapurnya merasa diacak-acak oleh orang lain. Segera setelah perasaan itu datang maka pengelola akan mengatakan bahwa ‘kita tidak perlu perubahan sedrastis itu, kita semua sebelumnya baik baik saja kok, perubahan kan tidak mesti mengacak tatanan yang ada’
3. Sekolah yang tiga perempat hati mau berubah, hal ini dikarenakan rasa setuju pengelolanya untuk perubahan namun langsung menagih secepat kilat hasil perubahan. Hal ini dikarenakan pengelola sekolah merasa sudah banyak keluarkan uang dan ingin segera kembali modal
Lanjutkan membaca “8 hal yang menjadi penentu perubahan di sekolah”

6 Perubahan yang mesti diantisipasi oleh sekolah sebagai institusi pendidikan

85579eea127470c30ae9f82990c93a55

Di luar dunia persekolahan ada banyak hal yang terjadi, kata perubahan sepertinya sudah jadi makanan sehari- hari dari para pelaku bisnis. Sedihnya sekolah masih melakukan praktek praktek yang sama tanpa sedikitpun terpapar atau masuk ke perubahan yang sekarang sedang menderu deru diluar sana. Semua bidang saat ini sedang melakukan usaha terbaiknya agar bisa bertahan. Dalam dunia persekolahan, dunia sedang memasuki apa yang disebut sebagai era  6 C, yaitu:

Lanjutkan membaca “6 Perubahan yang mesti diantisipasi oleh sekolah sebagai institusi pendidikan”

Sekolah sebagai tempat menciptakan siswa yang ‘cinta belajar’

Chart_SmartBriefSurvey

Ada sebutan yang saat ini melekat pada institusi sekolah sebagai lembaga pendidikan, sebutan itu adalah sekolah sebagai organisasi pembelajar. Dikarenakan saat ini peran sekolah bukan lagi semata mata mengurusi proses belajar mengajar namun juga menambah fokus yang kuat pada siswa sebagai pembelajar.

Ada banyak kerugian ketika sekolah hanya berkutat di proses pembelajaran. Jika itu terjadi berarti sekolah dengan semua elemennya hanya persiapkan siswanya untuk ujian dan tes demi tes. Proses belajar di kelas pun menjadi terkendala dikarenakan nilai menjadi tujuan, padahal sekolah mesti bisa menyiapkan warganya untuk bisa sukses di kehidupan sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Beberapa hal yang pasti terjadi jika sekolah hanya berfokus pada mengurusi proses belajar tanpa fokus pada bagaimana cara belajar.

1. Proses yang PAIKEM malah tidak akan terjadi dikarenakan semua guru sibuk menghabiskan target kurikulum dan mencapai KKM. Proses PAIKEM di kelas perlu guru yang rileks dan percaya diri bukan guru yang dibawah tekanan.

2. Kepala sekolah dan segenap wakanya akan sibuk dari rutinias ke rutinitas lainnya, dengan harapan dari sekian banyak muridnya syukur syukur ada siswa yang sukses saat sudah lulus. Tanpa pernah ada usaha yang serius dan terencana menyiapkan siswa sebagai individu dengan segala kelebihan, kekurangan dan potensi yang dimiliki.

Cara terbaik dalam menghindari agar sekolah tidak hanya mempersiapkan siswanya dari tes ke tes lainnya adalah dengan:

  1. Adakan eskul yang berkualitas. Sebaik-baiknya eskul adalah yang diisi sendiri oleh guru guru yang masing masing pasti punya sesuatu untuk dibagi pada siswanya
  2. lakukan pelatihan internal untuk guru. Buat acara berbagi ilmu antar guru dalam satu mata pelajaran atau pelatihan yang menguatkan guru guru sebagai guru profesional. Sebaik-baiknya pelatihan adalah mengenai ‘belajar cara belajar’ atau learning how to learn.
  3. minta guru untuk membuat program yang menarik bagi siswanya. Diluar jam pelajaran yang bentuknya bisa lomba serta kegiatan lain yang bisa mengasah kecintaan siswa pada kegiatan belajar dan ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh gurunya.

Pasti ada jalan agar sekolah jadi tempat yang bisa diingat oleh siswa sebagai individu. Seorang siswa hanya akan mengingat sedikit sekali hal yang diajar oleh guru-gurunya namun akan selalu ingat peristiwa peristiwa yang menarik sepanjang karirnya sebagai pembelajar.