Punya murid pendiam itu sungguh sebuah anugrah.

Sebagai guru, secara tidak sadar kita sering lalai jika mesti bersyukur dikarenakan punya anak pendiam di kelas.
Ada banyak salah sangka mengenai anak pendiam.
Pendiam berbeda dengan pemalu. Rasa malu adalah tentang rasa takut akan penilaian sosial.

Sementara sifat pendiam yang akan saya bahas adalah sifat introvert yang ada pada siswa kita. Introvert dan ekstrovert adalah mengenai bagaimana seorang siswa sebagai pribadi merespon stimulasi sosial. Beberapa guru bahkan khawatir mengenai masa depan si introvert dikarenakan kemampuan komunikasi mereka yang terbatas, padahal guru justru diperlukan kemampuannya untuk membimbing mereka berkomunikasi dengan efektif dan bukan sekedar memaksa mereka berbicara di depan orang banyak yang akan menjadikan siswa introverts menjadi trauma.

Bagaimana dengan siswa yang ekstrovert ? Ekstrovert biasa di sebut si anak banyak omong, cerewet, ceriwis dan lain sebagainya. Ekstrovert adalah jenis pribadi yang mendambakan stimulasi dalam jumlah besar, sedangkan para introvert merasa paling hidup dan paling aktif dan paling merasa mampu saat berada di lingkungan yang lebih tenang.

Sayangnya sekolah-sekolah dirancang terutama untuk orang-orang ekstrovert dan untuk kebutuhan para ekstrovert. Jika diamati banyak sekali ruang atau tempat yang dirancang di sekolah sebagai tempat untuk ‘bersama’ dan disitu siswa akan berdesak-desakan. Sebuah siksaan tersendiri bagi si Introvert.

Berikut ini adalah fakta mengenai sifat introvert, tentunya sambil membahas sedikit sifat kebalikannya yaitu ekstrovert

1. Guru lebih terganggu dengan anak yang berjenis kepribadian introvert, sering mereka dianggap bermasalah.
2. Guru masih merasa bahwa siswa yang ideal adalah siswa yang ekstrovert.
3. Menurut penelitian siswa yang mampu mendapatkan nilai yang lebih baik adalah para siswa yang introvert.
4. Carl Jung, psikolog yang mempopulerkan istilah ini, mengatakan bahwa tidak ada yang namanya introvert murni atau ekstrovert murni. Beberapa orang jatuh tertegun di tengah spektrum introvert / ekstrovert, dan para ahli menyebut orang-orang ini ambivert.
5. Para psikolog melihat dan meneliti kehidupan orang-orang paling kreatif, yang mengejutkan adalah orang-orang yang sangat ahli dalam mewujudkan gagasan adalah orang yang memiliki kecenderungan introvert
6. Saatnya guru tidak lagi terlalu paksakan siswa yang temannya sedikit (atau tak ada teman sama sekali) untuk mereka mencari teman. Sepanjang ia nyaman dengan situasi itu tak ada yang perlu dirisaukan
7. Gerakan literasi yang saat ini sedang ramai diterapkan sangat membantu para introverts dikarenakan mereka akan selalu rindu dan suka kegiatan membaca hening 15 menit.
8. Para ahli menemukan bahwa ekstrovert paling baik kinerja belajarnya saat di tempat yang bising, dan para introvert paling baik kinerjanya di tempat yang lebih hening.
9. Bagi para introverts, guru mesti meramu antara pekerjaan individual, kerja kelompok, dan meminta siswa melakukan lebih banyak pekerjaan secara berpasangan, dijamin para introvert dan ekstrovert dapat berkembang.
10. Gunakan teknik TPS (Think-Pair-Share) atau (Berfikir-Berpasangan-Berbagi) jika ingin optimalisasikan potensi si introverts. TPS merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. TPS menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil (2-6 anggota) dan lebih dirincikan oleh penghargaan kooperatif, dari pada penghargaan individual.
11. Jika sekolah atau kelas anda sudah gunakan edmodo/schoology akan sangat baik untuk si introvert dikarenakan akan membuat aspirasi mereka tersalurkan. Penerapan media belajar online sangat banyak gunanya. Dikarenakan bahkan si ekstrovert pun akan berpikir dua kali untuk angkat tangan berbicara dan menjawab pertanyaan di tengah setting ruang kelas yang belum menjadi kelas yang menyenangkan (belum ramah secara intelektual).

Judul diatas adalah ajakan untuk guru mulai membagi konsentrasi dan supportnya bagi si pendiam. Nah sekarang bagaimana jika malah gurunya yang introverts? Mampukah ia mengajar dengan baik ? atau bagaimana ia mengelola siswa yang ekstroverts?

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s