Model Pembelajaran ‘Problem Based Learning’ sebagai cara guru mengaktifkan siswa

Selama tiga hari saya ada di Bojonegoro untuk bertemu dengan guru dari SMP dan SMA 1 Kalitidu untuk berdiskusi dan belajar bersama mengenai pembelajaran berbasis masalah.

P_20161012_145223

P_20161011_161738

Guru yang hadir adalah guru yang berasal dari mata pelajaran IPA, PAI dan Olah raga. Di awal pelatihan, saya sebagai fasilitator meminta peserta melakukan permainan top of mind, sebuah permainan dimana seseorang diminta mengingat hal apa saja yang paling ia ingat ketika sesorang menyebutkan sebuah hal. Hal yang dimaksud bisa berupa benda, istilah atau nama tempat. Ketika fasilitator menyebutkan Problem Based Learning, peserta diminta untuk menyebutkan kata kata apa yang terlintas. Peserta kemudian menyebutkan kata-kata yang ada hubungannya dengan PBL adalah

Antara lain :
Solusi Masalah, Pendekatan ilmiah, tahapan, fase,  kontekstual, Belajar aktif,  RPP, identifikasi, Pemecahan masalah,  Hasil belajar,  penyelidikan, kontekstual, analisa dan motivasi belajar

Kata-kata diatas sangat penting dalam upaya membuat guru ingat dan dengan gampang menghubungkan dirinya dengan tahapan dalam pembelajara berbasis masalah.

Guru yang hadir diingatkan kembali prinsip tahap dalam pembelajaran Problem Based Learning yaitu:

Problem-Based-Learning-Process-full
Dari beberapa tahap diatas fasilitator kemudian memberikan video pembelajaran yang memberikan gambaran bagaimana sebuah pembelajaran dilangsungkan. Dimulai dari penelusuran masalah sampai siswa menampilkan hasil belajarnya lewat expo atau pameran.

Fasilitator kemudian mengajak peserta memperhatikan dengan detail, aktivitas demi aktivitas yang dilakukan dalam film aktivitas pembelajaran tersebut. Dalam kelompok peserta menentukan kegiatan apa saja yang masuk menjadi fase demi fase.

Fasilitator kemudian membicarakan mengenai aspek mengenai penentuan masalah. Hal yang lain yang dikemukakan adalah bagaimana menentukan sebuah masalah apakah sebuah masalah yang layak mendapat penyelidikan lebih lanjut atau merupakan masalah yang layak untuk diangkat.

Fasilitator kemudian meminta guru yang menjadi peserta untuk sama sama megidentifikasi masalah yang berkenaan dengan pengelolaan lingkungan seperti sampah misalnya masalah banjir serta permasalahan sosial lainnya misalnya kemacetan yang punya banyak sisi penyelesaian masalah.

Fasilitator memberikan gambaran mengenai upaya penyelesaian kemacetan dengan bersama sama dengan peserta menggolongkannya sebagai solusi yang sangat lemah, lemah, kuat, dan sangat kuat (nyata)

Masalah: kemacetan
Peserta diminta menganalisa artikel berikut ini mengenai kemacetan
http://megapolitan.kompas.com/read/2011/08/05/19014739/kemacetan.di.jakarta.semakin.parah

Dan mempertimbangkan solusi berikut ini dalam mengurangi kemacetan
https://www.selasar.com/politik/inilah-5-solusi-ahok-mengurai-kemacetan-jakarta

Solusi sangat lemah : Pelarangan penggunaan kendaraan pribadi
Solusi lemah : Kendaraan pribadi dibatasi tahun penggunaannya
: 3 in 1
Solusi kuat : plat ganjil genap
Solusi nyata : perbanyak angkutan umum dan dibuat semurah mungkin
Lebih lanjut fasilitator memberikan fokus pada cara guru menentukan aspek wawancara dan survey. Survey dan wawancara sangat berperan vital dalam memotret sebuah masalah yang ada di lapangan. Kemampuan ini sangat memudahkan siswa dan guru dalam membuat sebuah masalah akan tampak sebagai masalah yang memang bermakna untuk dipecahkan dan menjadi jawaban sederhana maupun kompleks dari persoalan yang ada didalam masyarakat.
Peserta kemudian diminta berkumpul dalam kelompok dan diminta membuat survey dan wawancara mengenai permasalahan yang telah ditemukan secara bersama di kelompok yang terdiri dari mata pelajaran yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s