Mengurai 4 sumber kekusutan pengelolaan sekolah

071016006

Saya pernah mendengar lelucon ketika seorang pemilik sekolah berkata bahwa lebih mudah mengatur ribuan karyawannya di pabrik atau unit usahanya yang lain daripada mengatur belasan guru di sekolah yang ia miliki. Hal ini benar sekali dikarenakan sekolah sebagai sebuah lembaga punya karakteristik sendiri yang tidak dimiliki oleh lembaga lain.

Mendirikan sekolah swasta itu sebuah hal yang di masa sekarang cukup mudah untuk dilakukan. Apalagi bagi para pebisnis yang ingin mencoba peruntungannya dengan membuat sekolah swasta. Dengan modal yang tidak terlalu besar yang diiringi dengan sedikit ‘idealisme’ maka ‘jreeng’ jadilah sebuah sekolah. Idealismenya bisa apa saja, dari idealisme memajukan pendidikan anak bangsa, sampai mendirikan sekolah karena anaknya sendiri tidak bisa bersekolah ditempat yang baik dimana ia tinggal.

Pemerintah dalam hal ini sebagai masih mensyaratkan ukuran lahan dan bangunan sebagai syarat dasar dalam mendirikan sekolah. Belum ada pendampingan yang berarti dan menyeluruh bagi pihak swasta yang ingin berbisnis di dunia pendidikan. Saat yang sama pemilik sekolah swasta (baca pemilik modal) masih membawa ‘gayanya’ dalam mengelola usaha miliknya saat mengelola sekolah.. Tidak heran dikarenakan para pemilik sekolah swasta biasanya mempunyai bisnis lain sebelum memutuskan untuk mendirikan atau membuat sekolah. Gaya yang saya maksud antara lain, ‘gaya’ ketika mengelola anak buah yang dalam konteks di sekolah berarti guru-guru atau ‘gaya’ lain yang sedikit banyak akan berpengaruh dalam caranya mengelola sekolah.

Saya pernah mendengar lelucon ketika seorang pemilik sekolah berkata bahwa lebih mudah mengatur ribuan karyawannya di pabrik atau unit usahanya yang lain daripada mengatur belasan guru di sekolah yang ia miliki. Hal ini benar sekali dikarenakan sekolah sebagai sebuah lembaga punya karakteristik sendiri yang tidak dimiliki oleh lembaga lain.

Lanjutkan membaca “Mengurai 4 sumber kekusutan pengelolaan sekolah”

%d blogger menyukai ini: