Classroom make over di SD Juara Kebagusan Jakarta Selatan

2 jan 2016

Sebuah display adalah sebuah ucapan selamat datang bagi siswa dan orang yang berkunjung ke suatu kelas. Dengan adanya display siswa merasa nyaman dan hangat merasa ada di tempat dimana karya-karyanya dipajang dan diberi umpan balik. Sebuah display adalah bentuk lain dari cara guru menghargai siswanya dan memaknai karya anak muridnya. Bersama guru-guru yang bersemangat dari SD Juara, Ibu Nunu Sampurno hadir menyemangati dan memberikan panduan langsung tentang bagaimana membuat aspek fisik dari sebuah kelas diberdayakan dan dijadikan komponen yang menunjang pembelajaran siswa di kelas.

Selama sehari penuh guru-guru SD Juara binaan dari lembaga Rumah Zakat berpraktek lamgsung bersama Ibu Nunu Sampurno untuk membuat display kelas yang memenuhi standar sebagai berikut:

  • Teknik : dari mulai warna, mounting yang bermacam-macam, mobile, labeling & lettering, membuat space display dll.
  • Dalam pelaksanaannya display erat hubungannya dengan seni visual sehingga untuk pelaksanaan tersebut kita dituntut membuat sesuatu yang indah dan menarik.
  • Display yang dilaksanakan saat workshop adalah mendisplay hasil karya anak-anak dengan bantuan creativitas kita sebagai guru pendisplay.
  • Seperti kita ketahui display adalah mempertunjukkan hasil karya anak didik kita untuk di lingkungan tempat sendiri atau untuk dipertontonkan pada lingkungan terbatas.
  • Namun persiapannya sama saja seperti kita akan menyelenggarakan pameran/ pagelaran. Persiapan tersebut adalah : Hasil karya anak-anak – Segala macam peralatan seperti : kawat/benang, paku dan palunya, stapler dan slaplesnya, lem, scot tape/mesking tape, paku payung-jarum pentul, bermacam-macam kertas dan pewarna, dsb.

Read More »

Mengurai 4 sumber kekusutan pengelolaan sekolah

071016006

Saya pernah mendengar lelucon ketika seorang pemilik sekolah berkata bahwa lebih mudah mengatur ribuan karyawannya di pabrik atau unit usahanya yang lain daripada mengatur belasan guru di sekolah yang ia miliki. Hal ini benar sekali dikarenakan sekolah sebagai sebuah lembaga punya karakteristik sendiri yang tidak dimiliki oleh lembaga lain.

Mendirikan sekolah swasta itu sebuah hal yang di masa sekarang cukup mudah untuk dilakukan. Apalagi bagi para pebisnis yang ingin mencoba peruntungannya dengan membuat sekolah swasta. Dengan modal yang tidak terlalu besar yang diiringi dengan sedikit ‘idealisme’ maka ‘jreeng’ jadilah sebuah sekolah. Idealismenya bisa apa saja, dari idealisme memajukan pendidikan anak bangsa, sampai mendirikan sekolah karena anaknya sendiri tidak bisa bersekolah ditempat yang baik dimana ia tinggal.

Pemerintah dalam hal ini sebagai masih mensyaratkan ukuran lahan dan bangunan sebagai syarat dasar dalam mendirikan sekolah. Belum ada pendampingan yang berarti dan menyeluruh bagi pihak swasta yang ingin berbisnis di dunia pendidikan. Saat yang sama pemilik sekolah swasta (baca pemilik modal) masih membawa ‘gayanya’ dalam mengelola usaha miliknya saat mengelola sekolah.. Tidak heran dikarenakan para pemilik sekolah swasta biasanya mempunyai bisnis lain sebelum memutuskan untuk mendirikan atau membuat sekolah. Gaya yang saya maksud antara lain, ‘gaya’ ketika mengelola anak buah yang dalam konteks di sekolah berarti guru-guru atau ‘gaya’ lain yang sedikit banyak akan berpengaruh dalam caranya mengelola sekolah.

Saya pernah mendengar lelucon ketika seorang pemilik sekolah berkata bahwa lebih mudah mengatur ribuan karyawannya di pabrik atau unit usahanya yang lain daripada mengatur belasan guru di sekolah yang ia miliki. Hal ini benar sekali dikarenakan sekolah sebagai sebuah lembaga punya karakteristik sendiri yang tidak dimiliki oleh lembaga lain.

Read More »

Cerita dari program Education Sharing Session

Bertempat di Sampoerna University saya mengikuti dikusi yang menghadirkan pakar pendidikan Weilin Han. Acara berlangsung sangat positif karena topiknya mengenai hal yang ramai menjadi diskusi para pendidik yaitu arah kurikulum. Saat hadir menjadi peserta, saya berpartisipasi dalam tagar #edusesikita

silahkan klik tautan dibawah ini untuk mengikuti isi tagar #edusesikita

edusesikita

Beberapa hal yang pantas mendapatkan perhatian adalah
  • pemerintah saat ini sangat menghargai masukan dari pihak yang peduli dengan perubahan kurikulum
  • kurikulum akan diarahkan untuk jadi jawaban dimana kurikulum itu dijalankan
  • peran guru dimuliakan dengan menjadi ujung tombak perubahan
CVrkEvNUkAELL7H