Tips membuat siklus pembelajaran (learning cycle) yang bermakna

siklus pembelajaran

Sebuah siklus pembelajaran bukan lah sebuah siklus dimana siswa dibiarkan sibuk sendiri, mengerjakan apa yang guru perintahkan untuk kemudian guru merasa dirinya sudah mengajar. Sebuah siklus mengajar bukan juga sebuah siklus dimana  kegiatan yang ada adalah guru berceramah panjang lebar dan siswa mendengarkan sampai jam pelajaran habis.

TLC

Sebuah siklus mengajar mesti;

  • Punya arti, makna dan manfaat dari menit kemenitnya. Setiap saat bermakna dan punya tujuan, guru mengawal lewat RPP yang ia buat dan rencanakan. Siswa dibekali lembar kerja, urutan kegiatan dan sumber belajar.
  • Punya tujuan pasti di akhir pembelajaran: siswa bisa menguasai ….., siswa mampu melakukan…., siswa bisa tampil untuk …… serta sederet tujuan singkat yang jika dijalankan punya konsekuensi kegiatan yang banyak dan perencanaan yang matang.
  • Guru sering pastikan pengetahuan yang dimiliki siswanya lewat metode formatif assessment atau penilaian formatif.
  • Ada strategi belajar yang digunakan, guru bisa memilih ragam metode pembelajaran korporatif dan lain sebagainya.
  • Berazaskan pada kurikulum satu tahun penuh yang telah dibuat sebelumnya, dengan demikian menjaga alur agar pembelajaran tetap sesuai dengan tingkat dan kurikulum.

Beberapa kekeliruan yang biasa dibuat guru:

  • Mengaitkan siklus pembelajaran dengan pembuatan RPP yang njlimet. Hal ini tentu beda, berpikir siklus pembelajaran mestinya dengan sesimpel mungkin
  • Berpikir membuat siklus mesti selengkap mungkin padahal bisa sangat simpel, sambil sendirian di kantin, menyeruput teh dan kopi, coret coret di kertas sambil lalu juga bisa.

Secara sederhana, saat berpikir siklus pembelajaran mesti guru hanya berpikir tentang;

  • Apa tujuan akhir pembelajaran? Supaya siswa bisa apa, menguasai apa, mengetahui apa?
  • Dengan apa siswa diprovokasi supaya bangkit ketertarikan atau rasa ingin tahunya di tahap apersepsi
  • Kegiatannya mau seperti apa? Individual atau grup? Jika dengan grup bagaiamana cara memecah siswa dalam grup agar efektif?
  • Bagaiamana dengan lembar kerja? Gunakan TIK atau tidak? Sumber belajar apa cukup buku teks saja?
  • Bagaimana menilai siswa? Dengan formatif atau sumatif yang bagaimana
  • Bagaimana siswa menampilkan penguasaan pengetahuannya? Apakah mesti selalu dengan presentasi atau dengan cara lainnya yang kreatif.
  • Apa tugas selanjutnya untuk siswa yang bisa mereka kerjakan sebagai pekerjaan proyek bersama grup atau individual mungkin?
  • Bagaimana anda menutup pelajaran, dengan refleksi, cerita, quote atau clip dari youtube yang menarik dan sesuai dengan topik pembelajaran.

Jika ini terjadi anda pasti terhindar dari guru yang masuk kelas dan langsung meminta siswa membuka buku teksnya kemudian menyuruh mereka merangkum dan yang lainnya, hanya untuk menyibukkan mereka sementara.

5 thoughts on “Tips membuat siklus pembelajaran (learning cycle) yang bermakna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s