8 cara mudah membuat kelas anda menjadi ‘hidup’.

Display yang bagus untuk dipajang di kelas anda. AIH singkatan dari (academic intervention hours)

Sebuah kelas di sebuah sekolah adalah sebuah kumpulan dari siswa (dengan tingkatan usia tertentu) diajar oleh seorang dewasa dengan perannya sebagai seorang guru, pendidik, pengajar dan saat ini adalah seorang fasilitator. Merupakan sebuah keinginan dari semua guru untuk menjadikan kelasnya menjadi kelas yang ideal, menyenangkan dan anak-anak senang belajar di dalamnya. Dalam prakteknya guru dimana saja masih berjuang untuk bisa mencapai hal diatas. Seorang rekan saya di facebook memberi istilah kelas yang ‘hidup’ untuk kelas dengan gambaran diatas.

Lantas bagaimana caranya untuk membuat kelas yang ‘hidup’

  1. guru mesti berperan sebagai orang dewasa yang matang dan menyesuaikan peran dan cara pendidikan dan pengajaran sesuai dengan tingkatan usia siswa yang diajarnya. Untuk itu jika anda guru TK -SD cantumkan di RPP, kisaran umur atau usia murid anda. Atur sikap kapan berperan sebagai orang tua bagi mereka, kapan bersikap sebagai rekan yang kritis atau guru yang mengayomi keingin tahuan mereka.
  2. Atur kata-kata anda selama di kelas saat berinteraksi dengan siswa. Caranya simpel saja, selalu gunakan kata positif, titik beratkan pada perbuatan yang anda ingin siswa anda lakukan dan bukan perbuatan yang anda larang siswa anda untuk lakukan.
  3. lakukan scanning pada siswa anda. Lakukan penggolongan pada anak yang bertipe introvert dan ekstrovert. Lakukan juga pengamatan mana siswa yang belajar dengan cara visual, kinestetik (tactile), auditori, dan logis. Jika semua siswa sudah terdeteksi anda makin punya urat sabar yang panjang terhadap siswa anda.
  4. manfaatkan 6 minggu pertama anda sebagai saat untuk melakukan pembiasaan pada prosedur dan tingkah laku. Buat kesepakatan dan saat yang sama buat konsekuensi. Minta siswa membubuhkan tanda tangan dan tempel di kelas kesepakatan. Lakukan pembuatan konsekuensi dan kesepakatan bersama-sama dengan seluruh murid di hari pertama anda mengajar di tahun ajaran baru. Terapkan tanpa pandang bulu, toh ini konsekuensi dan bukan hukuman, jauh lebih gampang terapkan konsekuensi daripada hukuman. Beri pujian jika siswa sudah lakukan hal yang menjadi kesepakatan.
  5. guru mengerti kapan mesti mengelompokkan siswa, kapan mesti membuat siswa belajar secara individu. Lakukan kedua hal tersebut dengan melihat situasi di kelas.
  6. lakukan perencanaan sekeras dan sedetil mungkin yang anda bisa. semakin anda bisa kejam kepada diri sendiri sebagai guru di kelas dalam melakukan perencanaan, peluang sukses anda sebagai guru yang kreatif semakin besar.
  7. Atur interaksi anda dengan murid di kelas. Hindari berusaha akrab dan menjadi teman mereka. Bersikap standar dan profesional saja pada siswa. Saat yang sama habiskan energi anda dalam perencanaan dan penilaian pembelajaran. Siswa akan langsung dekat dan cinta pada tipe guru seperti ini. Saat yang sama tinggalkan sikap standar dan segeralah berubah menjadi guru yang penuh perhatian, jika ada siswa yang perlu dukungan, perlu support karena hal-hal ada hal buruk yang  terjadi diluar dirinya (kondisi di rumah, kondisi orang tua dll).
  8. Terapkan pendekatan saintifik dikelas dalam konteks pembelajaran walaupun hanya 45 menit, apalagi jika bisa diterapkan dalam 4 sampai 6 minggu. kelas akan hidup dan hiruk pikuk oleh keaktifan siswa.
Penjelasan pendekatan saintifik

Jadi tunggu apalagi terapkan hal diatas dan saya yakin kelas anda akan ‘hidup’, atau punya tips lain sepanjang karir anda sebagai pendidik. Silahkan berbagi di kolom komentar.

5 thoughts on “8 cara mudah membuat kelas anda menjadi ‘hidup’.

  1. Saya adalah seorang guru sejak 2008. Setelah kurang lebih 7th ini dari kritikan ank2 saya adlh guru yang keras, crewt dan suka marah2, walaupun mereka menyadari alasan sy marah tapi kritikan itu membuat saya sedih, parahnya tidak jarang saking gregetannya saya sama ank, tangan saya yang ngomong. Terus terang sejauh ini saya sangat sedih dengan kondisi saya sendiri, Saya ingin menjadi guru yang sabar dan anak2 pinter semua dan yang terpenting berbudi pekerti baik.

    1. Hai ibu, terima kasih sudah berbagi lewat kolom komentar. Saya yakin jahh dalam lubuk hati ibu selalu ingin yang terbaik untuk siswa. Sayangnya karena keinginan atau standar yang tinggi sampai lupa untuk memposisikan diri sebagai siswa. Siswa sekarang sangat kritis dan bisa menilai gurunya walaupun saat yang sama mereka juga tahu bahwa dirinyalah yang menyebabkan guru jadi pemarah, cerewet dan lain sebagainya.
      Jika saya boleh beri masukan, ibu pertahankan standar ibu yang tinggi kepada murid (dari segi perilaku dan dari segi akademis. Saat yg sama ibu sabarkan diri dan belajar mengenai cara kelola perilaku siswa, ibu juga mesti mulai belajar banyak strategi pembelajaran dengan gunakan strategi kooperative learning.
      Siswa sekarang sudah tidak tahan lagi mendengar gurunya ceramah berlama lama apalagi hanya kerjakan buku teks saja. Mereka senang dilibatkan, ditantang dan diberi penghargaan atas usaha yang mereka lakukan.
      Ok bu Umi selamat mencoba

  2. salam mas Agus, saya seorang guru yang masih lajang kini sudah hampir tujuh tahun saya menjadi guru. jujur saja masih banyak hal yang belum saya mengerti untuk menjadi guru yang baik, alhamdulillah pada semester ini saya dipercayakan menjadi wali kelas teknik komputer dan jaringan yang konon katanya anak-anak teknik memiliki energi yang berlebihan. sebagai wali kelas saya sering berkunjung untuk menyapa atau menanyakan kabar anak-anak hampir setiap hari saya lakukan itu. setelah 3 bulan saya menjadi wali kelas masalah mulai muncul, mulai dari tingkat kehadiran, cabut sekolah, merokok didalam kelas, berkelahi dan usil mengusil dan banyak peraturan sekolah yang dilanggar. siswa yang terkait masalah sering saya panggil sambil dinasehati dan meminta berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, tak jarang saya panggil orang tua/ wali murid untuk membuat kesepakatan didepan orang tua/wali murid agar tidak mengulanginya lagi. namun hasilnya tidak begitu memuaskan banyak anak yang masih mengulanginya lagi. jika saya beritahukan masalah ini ke orang tua/wali murid tentu saja masalah berulang membuat orang tu a menjadi marah dan jengkel pada anakya, sehingga membuat keputusan untuk memberhentikan anaknyadari sekolah. untuk itu saya mohon pencerhanya, terus bagaimana kita membuat kesepakatan didalam kelas dengan cara bubuh tanda tangan. sekian terimakasih

    1. Soal kedisiplinan di SMK memang sebuah hal yg menantang untuk dipecahkan. Beberapa sekolah lakukan pendekatan yang berbeda dalam menyelesaikan persoalan kedisiplinan.
      Untuk kasus pak Riswandi, usaha sudah bapak lakukan dalam mencegah dan menanggulangi.
      Untuk usia siswa SMK, mereka mesti diingatkan untuk menghadapi konsekuensi perbuatan yg mereka lakukan.
      Memang sebagai guru anda pasti menyayangkan jika siswa sampai keluar atau dikeluarkan, namun jika secara konsisten peraturan tidak ditegakkan maka anak yg baik baik saja akan mengikuti tingkah laku anak yg melanggar.
      Buat saya peraturan dengan membubuhkan tanda tangan sangat baik diterapkan jika dibarengi dengan konsistensi.
      Konsistensi perlu diterapkan dalam level kelas dan sekolah. Sehingga siswa tidak punya celah utk melanggar.
      Lakukukan lobby kepada kepala sekolah agar bisa membantu untuk menegakkan peraturan dalam level sekolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s