Penilaian tradisional atau penilaian autentik, mana yang lebih cocok untuk siswa abad 21

11139ce

Seorang dewasa yang sekarang menjalani profesi sebagai guru, hampir pasti  dibesarkan atau mengalami dinilai dengan penilaian tradisional. Tidak heran saat ini guru sangat perlu diyakinkan untuk menggunakan penilaian autentik. Secara singkat dalam penilaian tradisional hanya ada satu jawaban benar dan yang lain salah jika isi jawaban sampai  titik koma nya tidak sama dengan apa yang guru inginkan.

Dalam penilaian tradisional hanya ada satu jawaban benar dan yang lain salah jika isi jawaban sampai titik koma nya tidak sama dengan apa yang guru inginkan.

Penilaian autentik hadir bukan untuk mengganti  keseluruhan penilaian tradisional. Penilaian tradisional sebenarnya punya banyak sisi untuk dipertahankan secara prinsip. Namun secara praktek setiap guru mesti kembali bertanya kepada hati masing-masing apakah tipe penilaian tradisional masih diperlukan untuk menilai siswa yang sekarang hidup di abad 21.

Berikut ini alasan mengapa penilaian autentik perlu dipelajari dan diaplikasikan oleh guru.

  • Penilaian tradisional mengutamakan satu jawaban benar dan yang lain salah, sementara terbukti bahwa kenyataan dalam kehidupan ada banyak kemungkinan yang bisa diambil dalam penyelesaian masalah. Siswa akan jadi sosok yang berpikiran terbuka jika terus diasah lewat penilaian autentik.
  • Penilaian tradisional mencari kesalahan, sementara penilaian autentik menggali informasi demi peningkatan siswa oleh seorang guru.
  • Penilaian tradisional bertujuan untuk membandingkan dan mengkompetisikan murid satu dan lainnya, sementara penilaian autentik digunakan untuk mencari tahu seberapa baik seorang siswa menjalani proses nya, tanpa maksud untuk membandingkan dengan yang lain.
  • Penilaian tradisional hanya menguatkan kemampuan menghafal siswa dan bukan menyuburkan kemampuan memecahkan masalah dari seorang siswa.
  • Penilaian tradisional miskin pilihan produk. Produk pembelajaran hanya secarik kertas ulangan yang tidak mengatakan apa-apa selain salah berapa dan betul berapa. Sementara Penilaian autentik memberikan pilihan produk pembelajaran yang beragam , dari presentasi sampai poster, dari peta konsep sampai drama bisa dinilai. Guru terus ditantang untuk selalu mendasarkan pembelajaran yang dilakukan di kelas pada aspek kinerja atau performa yang membuat kelasnya aktif.
  • Penilaian tradisional hanya membuat siswa tahu sebabnya tanpa tahu alasan atau cara mengaplikasikan, sementara penilaian autentik memaksa siswa mengaplikasikan pengetahuan, karena yang dinilai adalah aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
  • Guru sering terkejut ketika menggunakan penilaian tipe autentik karena siswa berusaha mencari tahu lebih lanjut hal yang sudah diajarkan kepadanya tanpa disuruh karena ingin tampil yang terbaik dalam penampilannya di kelas.
  • Dengan penilaian autentik guru diminta untuk mencari audience yang luas dengan libatkan penilaian lewat media sosial saat memberi penugasan pada siswa. Sebuah hal yang pasti akan disukai oleh siswa abad 21.

One thought on “Penilaian tradisional atau penilaian autentik, mana yang lebih cocok untuk siswa abad 21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s