Alternatif penilaian siswa selain soal pilihan ganda

lucu-jawaban-ujian-anak-sd-7

Anda pasti akan tertawa jika melihat jenis pertanyaan dan jawaban yang mesti dipilih oleh siswa kita di kelas.
Ilmu untuk menilai siswa sudah demikian jauh berkembang, namun yang masih melekat di pikiran dan yang masih kerap digunakan guru adalah jenis penilaian pilihan berganda.

Beberapa hal yang sering didengar dari para guru mengenai alasan mengapa masih memilih pilihan ganda sebagai satu-satunya metode penilaian adalah;

1. Mudah untuk memeriksa pekerjaan siswa (apalagi bagi guru yang mengajar beberapa kelas atau guru bidang studi)
2. Dapat mengukur aspek yang sulit dan aspek yang mudah.
3. Bisa mengukur atau menguji beberapa pokok bahasan sekaligus (untuk itulah mengapa ujian nasional masih menggunakan pilihan berganda karena menguji pengetahuan yang dikuasai siswa dalam beberapa tahun kebelakang)

Padahal…

1. Pilihan ganda tidak bisa menilai kreativitas pemecahan masalah, karakter dan usaha siswa
2. Pilihan ganda hanya menyuburkan satu karakter saja yaitu karakter ‘kehati-hatian’ atau ketelitian dalam membaca soal.
3. Sulit menemukan pengacau, akhirnya guru terjebak untuk memilih pengacau yang benar-benar kacau alias asal dan mirip–mirip yang membuat siswa kebingungan.

pilihan ganda pilihan ganda 2

Pilihan ganda memang baik untuk digunakan apalagi jika guru gunakan prinsip yang benar Namun ada jalan keluar alternatif dari situasi ini adalah yaitu dengan menggunakan penilaian kinerja

Cara yang bisa diterapkan untuk penilaian berbasis kinerja :

a. Daftar Cek (checklist)
Digunakan untuk mengetahui muncul atau tidaknya unsur-unsur tertentu dari indikator
yang harus muncul dalam sebuah peristiwa/tindakan.

b. Catatan Anekdot/narasi (anecdotal/narative records)
Digunakan dengan cara guru menuliskan laporan narasi tentang apa yang dilakukan
oleh masing-masing peserta didik selama melakukan tindakan.

c. Skala Penilaian (rating scale)
Menggunakan skala numerik berikut predikatnya. Misalnya 5 = baik sekali, 4 = baik, 3 =
cukup, 2 = kurang, 1 = kurang sekali

d. Memori atau ingatan (memory approach)
Digunakan dengan cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu dengan tanpa membuat catatan.

Untuk mengamati kinerja peserta didik dapat menggunakan alat/instrumen, seperti : penilaian sikap, penilaian diri, observasi perilaku, pertanyaan langsung, atau pertanyaan pribadi. Sumber dari web ini 

Jika sudah senang dan mulai mahir menggunakan penilaian diatas silahkan mencoba penilaian proyek, portofolio dan penilaian tertulis.

Dalam menilai siswa memang tidak mudah, perlu keseriusan dan kemauan untuk bekerja ekstra. Hindari langsung memilih semua jenis penilaian apalagi jika anda mengajar rombel yang banyak, dengan jumlah murid yang banyak tentu.

Gunakan alternatif lain selain pilihan ganda maka anda akan merasa bahwa siswa semakin ter motivasi dan senang belajar karena merasa bahwa hasil pencapaiannya dinilai dengan baik dan adil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s