3 peran strategis taksonomi bloom di kelas

BLOOM3.20 3 2Taksonomi bloom sangat membantu guru untuk menjadi kreatif. Sebuah kelas yang  kreatif bisa dirasakan lewat pembelajarannya yang hidup, siswa aktif dan guru menjadi fasilitator sekaligus role model sikap/karakter yang baik di kelas. Banyak guru yang terjebak untuk hanya gunakan taksonomi bloom dari segi kognitif saja atau pengetahuan semata. Atau guru hanya tahu A singkatan dari Afektif, P singkatan Psikomotorik dan K itu Kognitif. Padahal taksonomi bloom sangat ideal dan cocok untuk digunakan dalam:

1.Membelajarkan karakter

Aspek A4 sampai A5 adalah cara untuk membuat siswa dan guru sadar seperti apakah seseorang yang sudah mempunyai karakter baik. Orang yang sudah baik akhlaknya tidak hanya tahu tapi juga mengamalkan . Apakah siswa anda hanya tahu saja tapi tidak menerapkan? Nah dalam pembelajaran karakter guru dipaksa naik kelas, tidak hanya mengisi otak siswa dengan pengetahuan mana yang baik dan buruk namun pada saat yang sama diminta untuk menjadi contoh orang yang sudah mengaplikasikan dan menerapkan.

2. Mengecek pemahaman

Dalam ilmu assessment atau penilaian ada pengertian formative assessment atau guru menilai prosesnya. Sebagai guru profesional saatnya guru lakukan penilaian dengan menggunakan kaidah dalam taksonomi bloom. Lakukan ‘pop quiz’ dengan gunakan kata operasional dari taksonomi bloom yang berguna untuk mengecek pemahaman:

  • Jelaskanlah ..
  • Coba kamu kategorikan…
  • Apa saja ciri dari ..
  • Coba asosiasikan…. Dengan….
  • Bandingkan antara …. Dengan…..
  • Uraikanlah tentang….
  • Bedakan antara….. Dengan…..
  • Berilah contoh….
  • Ramalkan….
  • Jabarkan secara singkat…

Siswa akan senang jika ia bisa mengumpulkan nilai dari kuis singkat yang bakal membuat nilainya bisa bertambah. Saat yang sama murid yang tidak perhatian akan berjanji dalam hati bahwa ia akan lebih perhatian jika gurunya menerangkan, dikarenakan dirinya tidak bisa menjawab ‘pop kuis’ yang diberikan gurunya.

blooms_taxonomy-1

3. Menentukan tujuan pembelajaran.

Bukan jamannya lagi tujuan pembelajaran anda di RPP hanyalah bersifat penguasaan pengetahuan. Saatnya menampilkan sisi performance atau penampilan tugas siswa. Untuk itu cocok sekali jika menggunakan konsep

ABCD.  A=Audience (petatar, siswa, mahasiswa, murid  dan sasaran didik lainnya), B=Behavior (perilaku yang dapat diamati sebagai hasil belajar), C=Condition(persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai, dan D=Degree(tingkat penampilan yang dapat diterima). Dengan demikian tujuan pembelajaran anda di RPP sangat kuat, menggabungkan aspek yang ingin siswa anda pahami, lakukan dan serap sebagai sebuah nilai yang akan membuat dirinya menjadi individu yang lebih baik.

One thought on “3 peran strategis taksonomi bloom di kelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s