Dua prinsip menjadi sekolah swasta yang dipercaya oleh orang tua siswa dan masyarakat. (inspirasi dari Sekolah Alifa Kids Pekanbaru)

tweet 2 jpg tweet 1 jpg

tweet 2 jpg

Orang tua dan masyarakat adalah dua hal yang sangat penting dalam keberlangsungan sebuah sekolah swasta. Karena orang tua siswa lah sebuah sekolah bisa maju, hal ini dikarenakan orang tua menjadi elemen dalam perkembangan dan pembiayaan. Sangat tidak mungkin menjadikan orang tua siswa hanya sebagai pihak yang diminta membayar uang sekolah dikarenakan memang anaknya bersekolah disitu atau diminta memindahkan anaknya ketika mereka protes terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah.
Dari workshop yang dilakukan di Alifa Kids Pekanbaru saya banyak mendapatkan inspirasi mengenai bagaimana sebuah sekolah melakukan inovasi terus menerus untuk bisa memantaskan diri agar menjadi sekolah yang melayani masyarakat dan menjadi tempat seorang guru menjadi insan yang professional dalam menjalani karirnya. Saya memang datang untuk memfasilitasi workshop bagi guru-guru TK Alifa kids saat yang sama saya malah jadi belajar dan mendapatkan inspirasi.

Berikut adalah inspirasi dari sekolah Alifa Pekanbaru mengenai bagaimana menjadi sekolah yang bisa membina guru-gurunya menjadi sosok yang professional dan memelihara kepercayaan masyarakat.

1. Pemilik sekolah punya arah yang jelas dalam pengembangan sekolah. Sebaik-baiknya arah pengembangan adalah bukan fisik sekolah namun kemauan untuk mengembangkan guru yang mengajar di sekolah karena semakin jelaslah bahwa guru adalah actor kunci di lapangan. Sebaliknya jika sekolah terlalu sibuk mengembangkan fisik sekolah maka sekolah akan menjelma jadi gedung yang mentereng namun ‘sepi’ dalam kreativitas dan diisi oleh guru-guru yang hanya menunggu gajian saja. Jika ini yang terjadi pengembangan sekolah akan bergantung pada complain atau keluhan orang tua. Bisa dibayangkan jika sekolah berubah hanya karena orang tua siswa marah dan complain ini dan itu. Sekolah memang mesti mendengarkan keluhan sekaligus mencari solusi dan pada saat yang sama punya arah pengembangan sendiri. Dengan demikian sekolah yang punya arah pengembangan akan berjalan dengan lurus dan sehat, jika ada keluhan pun bukan untuk mengubah namun untuk melengkapi agar arah yang sudah bagus dan lurus bisa semakin cepat untuk sampai ke tujuan.

2. Menjadikan pengembangan guru dan system pelayanan sebagai prioritas utama. Sekolah yang dipercaya masyarakat sadar betul bahwa indikator keberhasilannya adalah melayani dan memenuhi harapan masyarakat. Pemilik sekolah swasta ketika akan terjun ke dalam bisnis sekolah punya banyak alasan dan keinginan. Bisa saja keinginannya luhur semua demi pendidikan atau keinginan yang pragmatis dan utama adalah bagaimana agar modal kembali dengan cepat. Jika ini terjadi tidak heran ketika ada uang orientasi utamanya menambah kelas atau memenuhi fasilitas, karena diharapkan masyarakat akan tertarik dan mau menyekolahkan anaknya di sekolah itu. Sekolah yang seperti ini berkeyakinan bahwa kalau fasilitas yang ditambah maka apapun yang terjadi (misalnya sekolahnya tutup) maka property yang sudah dibangun akan tetap menjadi milik dari si pemilik sekolah. Sebaliknya alasan mengapa tidak menjadikan pengembangan guru sebagai prioritas utama karena guru bisa saja keluar masuk atau pindah ke sekolah lain, sebuah hal yang lumrah dalam dunia tenaga kerja. Situasi ini bisa dikendalikan dengan saat yang sama sekolah membangun system sehingga siapa pun yang menjalankan akan terbantu oleh system yang terus diperbaharui. Jika sekolah khawatir guru keluar setelah diberi pelatihan atau dibiayai pelatihan bisa saja menerapkan system ikatan dinas.

Akhirnya terima kasih yang besar pada Bu Vivi dan Pak Ari yang telah menerima saya dengan baik selama saya di Pekanbaru dan sukses terus dalam menghantarkan Sekolah Alifa agar terus dipercaya masyarakat. Aaminn.

Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s