Sekolah yang kondusif adalah sekolah yang berhasil mengelola dan membina guru-gurunya

Suasana kondusif di sekolah sangat diperlukan dalam membuat sekolah yang efektif. Sekolah terdiri dari komponen individu yaitu guru yang mengajar, orang tua siswa yang percaya dan pengelola sekolah yang memikirkan jalannya operasional sekolah.

Suasana kondusif bukan berarti sekolah berjalan tanpa masalah, sekolah yang hebat justru mampu belajar dan bangkit dari masalah. Berikut hal yang mesti dilakukan agar suasana kondusif tercipta di level sekolah dengan guru sebagai individu yang memiliki posisi kunci.

Guru adalah manusia biasa yang juga punya perasaan dan keinginan. Guru juga bisa sakit hati atau merasa kecewa, tidak dihargai dan lain sebagainya, jika merasa harapannya tidak terpenuhi atau merasa dikecewakan oleh kata dan perbuatan oleh orang lain.

Dalam dunia kerja apalagi di dunia pendidikan, guru yang baik adalah guru yang sensitif. Sensitif terhadap kebutuhan siswa sampai sensitif terhadap omongan kepala sekolah.
Hal yang terakhir ini jangan ditiru yaa.

Cara yang bisa ditempuh oleh sekolah;

– sekolah lakukan komunikasi yang efektif pada saat perekrutan. Guru jelas kewajiban dan haknya. Sekolah haram untuk mengakali guru gurunya. Banyak pengelola sekolah yang sadar betul bahwa tidak banyak guru yang sadar dan tahu peraturan ketenaga kerjaan, demgan demikian ketidak tahuan tersebut malah dimanfaatkan untuk bisa menggaji semurah dan serendah mungkin. Jika guru tidak tahu ia mesti dididik untuk tahu, sehingga apapun yang terjadi ia sadar betul pilihannya untuk bekerja di sekolah itu bukan karena terpaksa atau terlanjur atau bahkan karena sekedar perlu pekerjaan daripada menganggur. Kalau itu yang terjadi jamgan berharap orang tersebut akan jadi guru yang profesional.

– sekolah mengevaluasi gurunya tiap tahun dengan kritis dan obyektif. Hindari naik gaji otomatis (kecuali sekedar naik mengikuti angka inflasi). Sekolah yang lalai lakukan penilaian kinerja pertahun ajaran akan menuai guru guru yang mengajar seenaknya karena merasa bahwa guru yang profesional atau bukan, dihargai dengan gaji yang sama.

– hilangkan gelar atau perlakuan anak emas terhadap guru tertentu. Kepala sekolah yang lemah adalah kepala sekolah yang takut pada guru yang lebih senior dari sisi pengalaman atau usia. Biasanya kepsek jenis ini cenderung mengiyakan dan menganak emaskan karena malas didebat atau takut dimusuhi. Jika ada anak emas berarti ada anak bawang, kepsek mesti siap siap juga dimusuhi oleh anak bawang, atau bahkan ditinggal oleh anak bawang yang potensial.

– sekolah perlakukan guru dengan adil, anggap guru sebagai manusia dan bukan sebagai karyawan atau sebagai aset. Jika guru diperhatikan sebagai manusia, ia akan bekerja dengan baik, amanah dan profesional. Sebaliknya memperlakukan guru cuma sebagai karyawan maka sekolah menunggu nunggu saat kapan bisa memotong gajinya karena ia terlambat atau tidak masuk. Karena hubungannya cuma sekedar hubungan kerja tidak lebih tidak kurang. Padahal banyak sekolah yang berhasil dan dipercaya masyarakat karena memanusiakan guru-gurunya.

20140601-202540-73540882.jpg

Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s