Cek latar belakang guru sebelum merekrut (Agus Sampurno di Okezone.com)

JAKARTA – Kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan guru terhadap murid membuat wajah pendidikan Indonesia coreng-moreng. Sekolah terbukti lalai karena mereka sampai “kecolongan” sedemikian rupa. Citra guru sebagai pendidik pun dipertanyakan. Bahkan, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Bedjo Sujanto menyebut, integritas guru sudah hancur. Sejatinya, guru harus mempertahankan integritas dan etikanya sebagai tokoh panutan. Penilaian integritas dan penegakkan etika ini sendiri dimulai sejak proses penyeleksian calon guru di suatu institusi pendidikan. Menurut Kepala Sekolah Ananda Islamic School Agus Sampurno, di luar negeri ada daftar orang bermasalah (shame list). Pihak tertentu yang berkepentingan merekrut karyawan bisa merujuk daftar tersebut untuk mengecek latar belakang orang yang akan dipekerjakannya. “Tetapi di Indonesia kan tidak ada. Jadi yang bisa saya lakukan adalah melacak pekerjaannya terdahulu dan bertanya mengapa calon pegawai saya keluar dari kantor sebelumnya. Jika saya merasa orang ini perlu ditelusuri, maka akan saya telepon mantan atasannya untuk memastikan kualitas si kandidat,” papar Agus, ketika berbincang dengan Okezone, Jumat (16/5/2014). Selain mengecek latar belakang, Agus juga menekankan pentingnya rasa (sense) untuk mencermati seseorang. Dengan demikian, kita bisa menindaklanjuti kecurigaan yang mungkin timbul pada orang tersebut. Tidak hanya itu, pegiat guru kreatif ini juga merancang kebijakan pedoman perilaku yang mengikat para guru di sekolahnya. Aturan itu menunjukkan perilaku apa saja yang dibolehkan dan dilarang antara guru dengan sesama guru dan guru dengan murid. “Pedoman ini penting. Pasalnya, saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalami banyak kegamangan. Kegiatan memeluk anak, misalnya, bisa jadi dianggap biasa bagi sebagian orang. Namun, bagi orang lain, tindakan tersebut bisa jadi dianggap sebagai gangguan atau pelecehan,” ujar Agus. (rfa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s