Penting bagi pemilik dan kepala sekolah; prinsip memulai dan mengelola perubahan

Image

 

Prinsip perubahan di sekolah

perubahan di sekolah dimulai dengan sapaan akrab dan obrolan ringan antar guru sebagai teman dan bukan teguran keras di rapat

Perubahan di sekolah perlu dipimpin oleh seorang yg fokus pd tujuan namun fleksibel dlm cara

Perubahan di sekolah itu bukan soal ganti ini ganti itu atau ganti siapa namun lebih pada kembangkan hal yg baru sama2, sebisa dan semampunya dan dikokohkan lewat sistem yang dibangun bersama

Kata `perubahan` mesti jadi hal yg akrab di telinga pendidik, berpikiran terbuka, modal utk jalani karier mengajar

Menjadi pendidik mesti rela jadi agen perubahan

Saat memilih jadi pendidik ya mesti siap berubah, sebaik2nya perubahan dilakukan secara bersama

 

Perubahan di sekolah perlu dipimpin oleh seorang yg fokus pd tujuan namun fleksibel dlm cara
Iklan

Strategi memberikan PR yang bermakna

Strategi memberikan PR yang bermakna

Memberikan pekerjaan rumah sepanjang niatnya membuat siswa makin tertarik pada pembelajaran yang ia lakukan di kelas silahkan saja. Hal yang mesti dihindari jika memberikan PR karena takut di komplain ortu siswa dan sebab lain di luar membuat siswa makin senang belajar

Sekolah adalah komunitas pembelajar dan bukan komunitas pengejar nilai

Sebuah sekolah adalah sebuah komunitas, di dalamnya ada beragam kebutuhan dan beragam keinginan. Dalam pandangan tradisional sekolah adalah tempat siswa mencari nilai akademis dan tempat guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan memberi penilaian yang bentuknya angka. Dalam pengertian terbaru sekolah adalah lembaga tempat menyemaikan potensi baik akademis maupun hal lain yang sifatnya non akademis.

Dalam situasi dunia pendidikan swasta seperti sekarang ini dimana orang tua siswa sangat kritis, jika sekolah hanya memberi nilai sebagai satu-satunya cara menghargai anak didiknya, maka bersiaplah menjadi sekolah yang kering tanpa makna, sekolah yang miskin penghargaan pada muridnya karena semua dinilai secara angka. Siswa pun dihargai hanya karena nilai yang di dapatnya dan pencapaiannya dalam bidang lain jadi kurang dihargai  Tidak heran orang tua siswa akan berjuang sekeras dan semampu mereka agar anaknya bisa meraih angka yang sesuai KKM dan   ujung-ujungnya sekolah itu sendiri yang akan banjir complain karena mutu guru dan pelayanan yang dianggap kurang memenuhi syarat kepuasan pelanggan.

Ada cara dan jalan keluar untuk menghindari diri jadi sekolah yang berorientasi pada angka dan nilai.Berikut ini adalah caranya

  • guru diberi pelatihan agar punya cara dalam menilai siswa. Siswa bukan hanya dinilai dari kognitifnya saja namun juga dari afektif dan psikomotorik
  • membuat program yang menarik di sekolah. Program yang terdiri dari program akademis (misalnya; program bagi anak yang berbakat, program bantuan bagi anak yang kurang menguasai bidang tertentu dll) dan program non akademis (pengembangan minat olah raga dan seni budaya serta bidang lain yang membuat anak percaya diri dan meningkat kemampuan sosialnya)
  • orang tua siswa diberi masukan lewat rapat, pelatihan, seminar dan news letter sekolah mengenai bagaimana mempersiapkan apa yang terbaik untuk putra putrinya. Semacam acara yang memberikan pemahaman bagaimana mempersiapkan anak secara utuh. Diharapkan dengan cara ini sekolah bisa menyadarkan orang tua mengenai cara yang terbaik mengembangkan potensi anak didiknya dengan bantuan orang tua siswa sebagai partner.
  • Sekolah secara berkala mengadakan assembly, sebuah cara bagi sekolah untuk menyuguhkan kreasi dari siswanya kepada orang tua. Silahkan klik disini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai assembly.

Perlu usaha yang konsisten dan terus menerus dari sekolah untuk menanamkan pengertian mengenai pentingnya orang tua siswa mengerti bahwa nilai memang penting namun yang lebih penting adalah motivasi dan perasaan ingin terus belajar dan selalu mencari tahu hal yang baru dalam kehidupan