Menjadi pembicara yang andal? Ini tipsnya

Presentasi

Di jaman sepert ini semua profesi mesti siap diminta presentasi. Sebagai guru apalagi, mesti siap jika kepala sekolah minta ia untuk berpresentasi di depan sesama guru, di depan orang tua siswa atau di depan orang yang tidak dikenal sekali pun. Berdasar kan riset ternyata ‘berbicara di depan umum ‘ adalah hal nomor satu yang ditakuti oleh banyak orang. Dengan demikian penting kiranya  bagi anda pembaca blog saya untuk senang dan mau berlatih berbicara di depan umum.  Berikut ini caranya.

Sebelum berpresentasi

  • Kenali temanya. Sebuah tema penting untuk digali dan dicarikan apa saja yang menyangkut tema tersebut. Buat peta pikiran untuk membuat semua hal yang berhubungan dengan tema menjadi satu kesatuan. Peta pikiran adalah cara seseorang membuat sebuah hal yang menjadi tema besar dihubungkan satu sama lain dengan kata kunci
  • Dengarkan instruksi dari orang yang meminta anda berpresentasi. Saat diminta presentasi terkadang hati ini senang dan jadi lupa untuk jadi pendengar yang baik. Saat berhadapan dengan orang yang meminta kita presentasi  dengarkan harapannya. Catat hal yang penting sambik terus mendengarkan saat ia berbicara dengan demikian anda dapat kesempatan untuk berbuat yang terbaik dalam mempersiapkan.
  • Belajar berbicara dengan bahasa resmi dalam setiap kesempatan. Di ruang guru terkadang kita sering terbawa untuk mengobrol akrab dengan sesama guru sehingga lupa untuk berbicara dengan bahasa resmi dan formal. Bukan berarti saya sarankan anda untuk jadi orang yang serius setiap saat, toh bercanda juga bisa dalam suasana yang formal.
  • Jawab pertanyaan ini, apa yang ingin anda sampaikan kepada audiens? Buatlah dalam 1 kalimat singkat. Buat saya di awal-awal ternyata tidak mudah untuk menjawab pertanyaan ini dikarenakan saking bergairahnya saya jadi tidak bisa membuat tujuan presentasi bahkan dalam satu kalimat singkat. Dengan membuat kalimat singkat anda jadi focus dalam merencanakan presentasi. Jawabannya misalnya ‘supaya audiens yang hadir tahu betapa pentingnya menjadi guru yang proaktif dan kreatif di jaman sekarang’ atau ‘saya ingin member tahu audiens betapa menjadi orang tua sekarang banyak sekali tantangannya’
  • Cari dan unduh video yang berhubungan dengan materi anda. Sebuah video yang  disajikan saat workshop tidak mesti selalu video yang membuat mata berlinang khas para motivator dalam membangkitkan semangat atau video lucu yang membuat audiens katakan, video lucunya lagii doong.. Video yang berhubungan bisa ditambahkan dengan penjelasan anda pada audiens sehingga mereka menjadi mengerti.
  • Buat power point dengan format 4; 6 dalam satu slide, cukup 4 point dan 6 kata dalam satu kalimat. Perbanyak gambar yang berhubungan dijamin membuat audiens anda terinispirasi
  • Istirahat dan tidur yang cukup itu penting dalammepersiapkan kondisi yang fit saat berpresentasi maklum kemungkinan besar anda tidak akan duduk selama presentasi dan mesti siap antusias selama presentasi .
  • Siapkan laptop anda di rumah serta pastikan smua video atau file yang diperlukan siap dipertunjukkan
  • Hubungi panitia apa saja yang diperlukan saat presentasi agar bisa dipersiapkan terlebih dahulu.

Saat presentasi

  • Datang setengah jam lebih awal, ini penting karena anda jadi tahu jika ada kesulitan di lapangan juga penting bersilaturahmi dengan pihak penyelenggara, hasil obrolannya penting untuk mengetahui medan atau sampai dimana pengetahuan audiens yang akan hadir.
  • Tebarkan senyum jadilah orang yang akrab namun serius saat berpresentasi. Saat anda menyenangkan sebagai pribadi apapun yang anda katakan saat berpresentasi orang akan mendengarkan.
  • Hormati yang lebih tua dan mengerti pada yang lebih muda. Tanpa kedua prinsip ini anda akan jadi bulan-bulanan orang yang lebih senior di tempat anda berpresentasi dan mudah cepat marah jika ada orang yang lebih muda nyeletuk dan lain sebagainya
  • Terapkan formula ini tiap 20 menit berbicara anda selingi dengan kerja kelompok atau melihat tayangan. Terlalu banyak menonton tayangan anda akan dianggap tidak serius, terlalu banyak ceramah anda akan dianggap sok serius.
  • Sedia minum untuk diri sendiri atau minum  selagi sempat. Ini akan membuat otak anda cerdas dan cermat dalam berpikir dan selalu mempunyai ide.
  • Selalu selesai lebih cepat dari waktu yang ditentukan, sekitar 10 sampai 5 menit sebelum waktu habis boleh juga anda akhiri sebagai cara untuk membuat audiens nyaman dan tidak gelisah. Segera setelah selesai anda juga boleh membereskan peralatan sambil ngobrol kecil dengan peserta

 

Resep guru agar nyaman, betah dan loyal mengajar di sekolah

Guru yang nyaman bekerja di sekolah adalah tujuan dari semua pengelola sekolah dan orang tua siswa. Nah cara membuat seorang guru nyaman ada banyak caranya. Jika begitu saja menganggap seorang guru itu adalah karyawan maka pengelola sekolah pasti akan langsung berpikir, masalah gaji lah yang akan membuat seorang guru merasa nyaman. Ada benarnya juga, walaupun tidak sepenuhnya benar.

berikut adalah cara membuat guru nyaman dan bagaimana cara membuat mereka merasa betah mengajar di sekolah yang anda pimpin

  • ruang guru yang memadai. Saya tidak mengatakan ideal namun memadai. Karena setiap sekolah punya standar masing-masing. Ruang guru yang tersedia minuman serta gula, teh dan kopi akan membuat guru betah untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Lebih bagus lagi jika ada pantry, dapur kecil yang ada peralatan untuk memanaskan makanan jika sekolah belum menyediakan makan untuk guru. Di ruang guru juga sebaiknya ada komputer dan printer yang siap mambantu tugas guru dalam mempersiapkan pengajaran yang kreatif untuk muridnya.
  • Menyediakan makan siang untuk guru. Jika sekolah belum mampu menanggungnya 100 persen, sekolah bisa melakukannya dengan patungan 60;40 dengan gurunya. Makan siang dan permasalahan asupan gizi dan makanan sangat penting bagi seorang guru karena jika sekolah melewatkan hal ini yang terjadi adalah sekolah akan sering mendapat kabar guru tidak masuk karena sakit. Hal ini bisa saja terjadi karena guru makan di warung yang belum tentu terjamin kebersihan atau terkadang mereka tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan makanan dikarenakan lalu lintas menuju sekolah yang mengharuskan mereka berangkat pagi- pagi benar. Jika sekolah ingin maju dan sukses diperlukan guru yang sehat dan siap mengajar. Guru pun akan terbina keakraban jika ada kesempatan makan siang bersama.
  • Dipenuhi peralatannya. Peralatan yang saya maksud termasuk media pembelajaran dan alat bantu mengajar serta sarana pendukung lain yang diperlukan Terkadang guru memang sering terlihat ‘boros’ namun dengan pendekatan dan sosialisai mengenai penghematan guru akan berpikir ulang sebelum melakukan hal yang akan berujung pada pemborosan.  Cara guru memesan alat bantu, bahan dan media pembelajaran juga perlu diatur, dengan sistem yang baik akan membuat guru merasa sekolah mendukung dan membantu tugasnya sebagai pendidik. Sebaliknya pemesanan yang lama dan berbelit-belit akan membuat guru frustasi dan merasa sekolah tidak mendukung upayanya untuk menghadirkan upayanya yang terbaik di kelas. Sebaiknya sekolah membeli dalam partai besar untuk kemudian menyimpannya di sekolah dengan demikian selalu ada saat guru memerlukan.
  • Atasan yang mendahulukan kepercayaan dibandingkan dengan kecurigaan. Ada banyak perbedaan antara guru dan karyawan. Seorang guru bukan sekedar karyawan, ia adalah pendidik sebagai ujung tombak dari sebuah sekolah yang efektif. Karyawan memang punya mekanisme untuk diawasi oleh atasannya, sementara guru adalah orang yang baru akan maksimal dalam bekerja saat ia diberi kepercayaan. Guru pun bisa salah dan saat ia salah kepala sekolah bukan jadi orang yang menghukum namun ia akan jadi orang yang mendampingi agar guru bisa lebih baik lagi dalam perilaku dan kinerjanya.
  • Ada event di luar jam mengajar. Guru senang jika di akhir tahun ia tahu bahwa ada kesempatan yang disediakan sekolah untuk pergi bersama keluarga besar sekolah tempat ia mengabdi atau ada saat sekolah lakukan ‘Teacher Appreciation Day’ dimana sekolah bekerja sama dengan orang tua siswa mengadakan acara khusus untuk memberi penghargaan pada guru anak-anaknya yang telah mengajar penuh satu tahun ajaran
  • Diasah jiwa kepemimpinannya. Dalam rapat guru dihargai pendapatnya dan didengar sambil kepala sekolah berusaha dicarikan solusi. Dengan guru punya jiwa kepemimpinannya ia akan percaya diri saat bicara dengan orang tua siswa dan tampil sebagai guru profesional sebagai orang yang mewakili citra sekolah di mata masyarakat
  • Dibantu/disumbang jika ada kesulitan. Guru juga manusia terkadang ia punya hal yang terjadi di luar kekuasaan dia sebagai pribadi. Jika guru meminta bantuan sekolah wajib membantu semampunya agar guru bisa segera keluar dari kesulitan dan segera bisa konsentrasi dalam mengajar.

Demikian sekelumit resep dari saya. Saya yakin pembaca punya tambahan resep lain yang sudah diuji coba dan ampuh dalam membuat guru betah dan nyaman mengajar di sekolah. Silahkan berbagi dalam kolom komentar

‘Coffee Morning’ di awal tahun ajaran sarana membangun komunikasi di sekolah

?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ??????????????????????

 

?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ??????????????????????

Siapa bilang acara coffe morning cuma milik para pejabat? sengaja saya mulai tulisan ini dengan pertanyaan tadi untuk memberi gambaran bahwa sekolah pun bisa melakukannya.

Apa yang dimaksud dengan acara coffee morning?

  • dilaksanakan 2 jam paling lama
  • berisi pemaparan pihak sekolah mengenai satu tema khusus (di Ananda Islamic School kali ini temanya mengenai perkenalan class representative)
  • dimulai dengan meminum kopi bersama-sama sambil santai menikmati kudapan dan mengobrol
  • dilaksanakan pagi hari setelah orang tua siswa mengantar anaknya ke sekolah (jam 8 pagi)
  • dilaksanakan di tempat yang bisa menampung banyak orang sesuai undangan, hidangan ringan kopi dan teh di sediakan
  • pihak yang hadir adalah orang tua siswa (diundang sejak 2 minggu sebelumnya).

Apa saja yang dibicarakan saat ‘coffe morning’

  • keberhasilan sekolah
  • prestasi siswa
  • perubahan yang akan terjadi (sekolah mengabarkan pada yang hadir apa saja perubahan)
  • meminta dengan khusus kerja sama orang tua sambil ucapkan terima kasih atas dukungannya kepada sekolah dalam setiap event dan acara
  • pembentukan komite yang diperlukan selama satu tahun ajaran

Mengapa coffee morning penting?

  • sekolah bernuansa profesional saling menghargai dan saling percaya
  • mendengarkan masukan orang tua siswa dalam suasana yang akrab

Sekolah yang efektif pekerjaan utamanya adalah mencari solusi atas keluhan yang diungkapkan oleh orang tua siswa. Memang ada juga terkadang keluhan yang tidak berdasar namun kebanyakan adalah masukan yang berharga untuk sekolah realisasikan. Saatnya sekolah sediakan forum dan atur langkah terbaik untuk hadirkan solusi dan bukan sekedar janji.

Panduan menjadi sekolah yang bilingual

Label sekolah bilingual jadi sarana marketing bagi pengelola sekolah swasta untuk mencari murid dan meyakinkan orang tua murid. Dari sisi idealisme sekolah bilingual juga bisa jadi salah satu jawaban atas tantangan pendidikan Indonesia sekarang dan dimasa depan. Banyak pihak yang khawatir dan meragukan keefektifan dari program ini di sekolah apalagi yang banyak terjadi adalah bahasa Indonesia malah jadi bahasa yang asing di sekolah yang menerapkan program ini. Alih-alih ingin masuk ke kancah dunia internasional dengan menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional hasil didikan sekolah bilingual malah tidak punya dasar bahasa ibu atau lupa akar dan budayanya sendiri. Bagaimana supaya hal ini tidak terjadi berikut ini adalah ulasannya.

Mengapa sekolah bilingual penting?

  • Sarana mengenalkan siswa pada prinsip internasionalisme, dengan menguasai bahasa kedua yaitu bahasa Inggris, siswa jadi punya bekal lebih dan persiapan yang cukup memasuki ajang pergaulan antar bangsa
  • Siswa bisa berkomunikasi bahasa inggris bukan hanya mengerjakan soal bahasa inggris

Bagaimana sekolah mendampingi guru agar terwujud sekolah yang bilingual

  • Sekolah membentuk ‘komite bahasa Indonesia’ yang anggotanya adalah para guru yang menentukan arah pembelajaran bahasa Indonesia. Sekolah bilingual bukan sekolah yang lupa asal usul dan budaya justru penguatan bahasa Indonesia jauh lebih penting untuk dikerjakan lebih dahulu.
  • Sekolah mesti yakin bahwa ditangan guru lah program bilingual akan berjalan dengan baik. Caranya saat yang sama minta guru juga untuk berlatih berbahasa Indonesia dan berbahasa inggris baik dan benar.
  • Jika guru bukan dari fakultas bahasa Inggris atau yang belum menguasai bahasa Inggris dengan baik, sekolah bisa memberikan les tambahan bagi guru secara rutin. Caranya
  • Sekolah mesti mencari guru ‘native speaker’ yang benar-benar mampu mengajar dan bisa menginspirasi guru lainnya agar percaya diri saat berbahasa Inggris. Native speaker juga berfungsi sebagai quality control dari penggunaan bahasa Inggris di sekolah, meneliti surat-surat yang berbahasa Inggris yang akan diberikan pada orang tua siswa misalnya, menjadi tanggung jawab dari native speaker yang ada di sekolah. Walaupun satu orang, guru native ‘harus’ ada, karena dari dia anak dengar bahasa Inggris dari penutur asli. 
  • Sekolah merubah struktur gaji dengan menambahkan penggunaan bahasa Inggris sebagai salah satu komponen penggajian. Caranya sekolah mesti membuat tes rutin dua tahun sekali dari situ guru yang bagus hasil tesnya dihargai dengan pemberian insentif.
  • Sekolah menentukan pelajaran mana saja yang menggunakan bahasa Inggris biasanya adalah (Sains, social sains, matematika serta tentu saja bahasa Inggris)
  • Raport siswa pun dibuat dalam dua bahasa, dan jadwalnya kapan dan pelajaran apa yang diberikan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris

Bagaimana sekolah mendampingi orang tua siswa demi terwujudnya sekolah bilingual yang efektif

  • Dalam prosesnya sekolah mesti siap hadapi orang tua siswa yang kritis dalam penggunaan bahasa Inggris di sekolah. Banyak kasus orang tua menemukan bahasa inggris yang salah grammar di sekolah yang bilingual. Sekolah mesti terus melakukan komunikasi yang efektif dengan orang tua agar tidak terlintas penyesalan mereka sudah membayar mahal.
  • Melakukan survey bahasa kepada orang tua siswa di rumah mengenai penggunaan bahasa apa yang dipakai di rumah. Ada sekolah bilingual yang terlambat melakukan hal ini sehingga saat mempersiapkan Ujian Nasional bahasa Indonesia di kelas 6, mereka mengajarkan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Hal ini terjadi karena sekolah terlambat sadar dan mengetahui bahwa ternyata murid-murid yang bersekolah disitu terbiasa berbahasa Inggris sedari kecil di rumah sehingga minim penguasaan bahasa Indonesianya.

Apa yang terjadi jika sekolah kurang terencana dalam menerapkan program bilingual di sekolahnya?

  • Bahasa Indonesia jadi bahasa kedua di sekolah. Hal ini tentu saja akan membuat sedih dan marah semua individu yang cinta tanah air dan bangsa, karena bahasa persatuan yang dicanangkan dengan susah payah oleh para pendiri Negara kita malah jadi bahasa kedua yang tentu saja dianggap kurang penting hanya karena rencana yang tidak terprogram oleh sekolah.
  • soal tes yg diberikan ke murid dalam bahasa inggris akan terjadi terjemahan yang kikuk dan kurang sesuai, karena copy paste langsung dari google translate
  • Sekolah akan kerepotan saat bahasa Indonesia dijadikan ujian nasional karena tidak pernah ada program yang baik dan terukur dalam mengajarkan bahasa Indonesia
  • murid akan bicara atau menulis dalam bahasa ‘gado-gado’ dalam 2 bahasa. Serba tidak matang penguasaan bahasanya

 

Tips mengadakan rapat yang efektif di sekolah

sekolah saya kebanyakan rapat, tiap hari setelah anak2 pulang(pkl14) lgsng rapat. Kpn bikin lesson plannya? 😦 (diambil dari tweet seorang guru)

 

Sebagai guru professional kegiatan utamanya adalah; mengajar, merencanakan, rapat dan menilai pekerjaan siswa. Rapat di sekolah sangat diperlukan dalam menyamakan persepsi dan membuat semua guru yang hadir paham betul apa yang menjadi keputusan bersama dan jika ada informasi, guru akan mengetahui dan menjadikannya catatan. Rapat yang baik akan membuat guru semakin semangat dalam mengajar karena ia merasa mengetahui penuh apa yang mesti diperhatikan, diwaspadai dan dipersiapkan. Rapat yang efektif tidak melulu mesti di tempat wisata atau menginap di villa dan lain sebagainya, di sekolah pun bisa efektif dan menghasilkan jika dilaksanakan dengan efektif.  Berikut ini resep rapat yang efektif

http://smkn1plupuh.wordpress.com/

Peran guru

  • guru melaksanakan hasil rapat dan mempersiapkan untuk dipresentasikan pada rapat berikutnya
  • Ada guru yang bertugas menjadi minutes dan ada guru yang bertugas sebagai ketua meeting . Guru yang bertugas menjadi notulen kemudian mengetik catatan rapatnya yang tersambung ke proyektor di layar untuk dibaca semua orang kemudian hasilnya dikirim atau diemailkan pada semua orang. Jika tidak ada layar atau proyektor, guru yang bertugas bisa gunakan white board dengan spidol.
  • Guru diajarkan cara membuat ‘note taking’ atau membuat notulen rapat yang efektif
  • Guru mesti menghindari menunjuk seseorang yang punya ide saat rapat sebagai satu-satunya pelaksana dari ide yg ia berikan
  • bersemangat saat rapat, jadi audience yang baik dan tidak sibuk sendiri
  • berusaha tepat waktu saat rapat hadir 5 menit sebelumnya.
  • Hindari jadi guru yang bertipe ‘eksis di rapat’, maunya kelihatan saat rapat, idenya asal beda dan bukan berorientasi action
  • Guru professional selalu nikmati saat rapat dgn guru2 lain, saat itu adalah saat terbaik menyerap ide & berikan kontribusi

Mengenai waktu, konten dan distribusi hasil rapat

  • Dilaksanakan 2 jam paling lama, dikombinasikan dengan jeda istirahat jika ingin diteruskan
  • Terjadwal dengan tema jelas, guru sudah siap dengan ide karena waktunya pasti dan terjadwal
  • Tema atau agenda diumumkan kepada semua guru lewat email atau ditempel di ruang guru, termasuk siapa saja yang mesti hadir,  guru dipersilahkan menambahkan jika ada hal penting yang ingin ia sampaikan (misalnya ketika ia menjadi penanggung jawab sebuah event acara di sekolahnya)
  • Isi rapat dibagi menjadi ‘house keeping’ (agenda yang sifatnya rutin dan selalu dibahas dlm setiap rapat)  dan  ditambah isu-isu terkini yang perlu pemecahan bersama.
  • Ciri rapat yang efektif di sekolah, ia bernuansa ‘aksi atau tindakan’, apa yg mesti dilakukan setelah rapat
  • Perubahan di sekolah, bisa mulai dari hal kecil yg kemudian dibagi dan dikabarkan pada sesama guru saat rapat.
  • Setiap minggu ada rapat dgn rekan satu tim dan dua minggu sekali rapat satu departemen atau pelatihan singkat sesama KKG
  • Selipkan satu sesi dalam setiap rapat di sekolah untuk berbagi kisah sukses dalam memanfaatkan teknologi pada sesama guru
  • Hindari rapat keseringan hanya soal sertifikasi

Peran kepala sekolah

  • kepala sekolah berperan sebagai fasilitator dan yang banyak bicara justru guru-gurunya
  • kepala sekolah memastikan bahwa topic rapat penting
  • kepala sekolah memastikan hasilnya direalisasikan guna kemajuan sekolah terutama anak didik, tidak sekedar jadi program yang berhenti ditempat
  • Ajak guru berbagi saat rapat di sekolah, keberhasilan kecil yang dialami kepada rekan sesama guru, mis; punya blog, punya akun di twitter dll

Apa yang terjadi jika rapat di sekolah berlangsung tidak efektif

  • guru akan malas jika diminta rapat, namun karena jadwal rapatnya tidak teratur saat rapat berlangsung malah ia yang bicaranya paling banyak
  • Sebuah rapat di sekolah bisa jadi musuh untuk guru jika tidak direncanakan dengan seksama
  • Guru jadi kekurangan waktu untuk merencanakan pembelajaran di kelas

Ciri –ciri guru yang memegang kendali atas pembelajarannya di kelas

http://barbenglish.files.wordpress.com/2012/02/ubd2.png

Guru yang memegang kendali di kelasnya adalah guru yang bisa dengan tenang menjalankan tugasnya dan bisa dengan percaya diri hadir di depan kelas mengajar dengan penuh kreativitas dan perhatian pada muridnya

Berikut ini adalah ciri guru yang memegang kendali terhadap hal yang

Terhadap LKS atau lembar kerja siswa

  • Ia jadi sosok yang bersedia susun soal-soalnya sendiri, ia tidak anti pada buku teks atau LKS buatan orang lain namun kritis dalam menampilkan mana yang terbaik untuk siswanya. LKS adalah petunjuk belajar, semua kata-kata yang ada dalam lembaran adalah cara guru menerangkan tambahan info lewat LKS bukan latihan soal, LKS yg baik bukan cuma berisi latihan soal saja.
  • Bersedia bekerja dalam MGMP sibuk membentuk tim, menyusun sendiri  materi pembelajaran yang terbaik untuk siswa
  • Ia akan jadikan LKS itu sarana utk sampaikan konsep, smntara ‘soal’ itu instrumen utk ukur ketercapaian belajar
  • Ia menganggap LKS dan buku teks, kesemuanya sebenarnya pekerjaan sehari2 seorang guru yg dibukukan

Terhadap orang tua siswa

  • Ia akan terus berinovasi di kelas, tujuannya agar siswa senang belajar dan ortu siswa senang ada perubahan dari anaknya.
  • Ia akan bersinergi dengan ortu siswa, menggunakan cara pandang mereka pada anaknya, yaitu selalu melihat ‘kekuatan’ sambil memperkuat kelemahan
  • Selalu berusaha mengajak ortu siswa berpikir ulang bahwa nilai akhir bukan segalanya, usaha siswa jauh lebih penting
  • Ia berusaha mengajar dengan kreatif dan semampunya, karena ia yakin ortu siswa senang lihat usaha guru anaknya

Terhadap sekolah tempat ia mengajar

  • Menomor satukan budaya sekolah artinya ia akan siap jadi orang yang bersikap positif dan berperasaan positif dalam memandang pekerjaan dan rekan satu profesi di sekolah yg sama.
  • Berusaha jadi orang yang bagus dalam berkomunikasi di sekolah adalah selesaikan dan sampaikan hal pada orang tua siswa sebelum semuanya jadi ‘besar’
  • Bersemangat dalam tiap pelatihan dan program pengembangan guru yang diadakan oleh sekolahnya

Terhadap sesama guru

  • Gemar berbagi ilmu dan berbagi tips pada sesama guru, karena ia sadar bahwa ia bekerja demi siswa dan siswa berhak mendapat pengajaran yang baik dari guru mana saja di sekolah
  • Ia sadar ukuran guru saat ini adalah seberapa bisa ia bekerja sama, memberi inspirasi pada sesama guru
  • Ia melakukan siklus belajar seorang guru; eksplorasi, coba, gagal, coba lagi, sukses, bagikan pada sesama guru
  • Ia memilih dengan selektif pertemanan dengan sesama guru, karena ia sadar dengan siapa ia berteman akan menentukan karir dan cara pandang terhadap dunia pendidikan