Menjaga stationary (Alat Tulis Kantor) agar digunakan secara efisien dan efektif di sekolah

 
image

image
image

ATK atau alat tulis kantor adalah alat yang penting dalam mendukung tugas guru dalam mengajar. Guru penting untuk mempunyai keyakinan bahwa sekolah tempat ia mengajar mendukung tugasnya sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan di kelas. Bayangkan jika seorang guru kesulitan dalam pengadaan ATK maka ia akan merasa frustasi dan merasa bahwa sekolah tidak mendukung pembelajaran kreatif yang seharusnya bisa ia lakukan sebagai seorang professional di kelas. Di TK dan SD terutama, guru memerlukan ATK untuk memajang karya siswa di kelasnya.

Untuk mendukung efisiensi penggunaan dan pemakaian ATK maka sekolah perlu membuat sistem sebagai berikut;

  • Sekolah melakukan pembelian ATK secara berkala yang kemudian sekolah menyediakan ruang khusus yang di dalamnya berisi kertas-kertas, alat tulis dan lain sebagainya yang diperlukan oleh guru dalam mengajar dan membuat pajangan. Orang yang bertanggung jawab pada ruangan ini dan seisinya adalah petugas khusus atau orang yang dipercayakan di bawah kendali wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana yang juga akan melakukan pembelian kepada supplier yang sekolah tunjuk dan bersaing dari sisi harga dan kembali mengeceknya jika pesanan dari pihak supplier sudah datang.
  • Penting sekali bagi sekolah untuk melakukan pembelian secara berkala dan mempunyai ruang penyimpanan khusus di sekolah mengingat guru biasanya melakukan perencanan seminggu sekali, jika sekolah lambat menyediakan maka tujuan pembelajaran akan menjadi tidak berhasil
  • Jika guru memerlukan material untuk mendisplay ia bisa menulis di form yang sudah disediakan lalu meminta persetujuan kepala sekolah. Tugas kepala sekolah adalah mengecek dan bertanya kembali pada guru yang bersangkutan mengenai penggunaan ATK yang ia pesan.
  • Di awal tahun ajaran, sekolah memberikan ‘starter pack’ yang berisi alat tulis yang akan digunakan memulai tahun ajaran misalnya pulpen untuk mengoreksi, spidol secukupnya untuk menulis, kertas serta hal lain yang sekiranya bisa digunakan untuk guru bisa memulai tahun ajarannya dengan semangat. Guru tetap bisa meminta kembali sekiranya alat tulisnya ternyata sudah habis.
  • Murid juga diberikan starter pack yang berisi alat tulis serta alat mewarnai dan murid dipersilahkan untuk membeli sendiri jika alat tersebut sudah habis. Tentunya sekolah mesti sediakan tempat menyimpan yang layak untuk siswa meletakkannya di kelas.

Demi mengelola pengeluaran yang mesti dibeli oleh sekolah, sebagai institusi pendidikan sekolah mesti melakukan langkah sebagai berikut;

  • Guru mesti diajarkan untuk melakukan efisiensi caranya dengan menggunakan kertas bekas (yang masih kosong sisi satunya untuk print)
    • Guru diberi pelatihan melakukan display karya siswa dengan bahan-bahan bekas dan murah. Guru juga bisa meminta murid untuk membawa, kertas bekas, Koran bekas dan lain-lain dari rumah sebagai bahan display
    • Saat meminta ATK guru mesti bertanya pada dirinya sendiri dahulu ; “apakah jumlah ini diperlukan oleh saya atau bisa dikurangi” atau “bisakah saya mengganti nya dengan bahan lain”
    • Setelah menerima ATK yang dipesan sekolah mesti pastikan digunakan dengan maksimal, gunakan dua sisi bagian kertas dan hanya membuangnya jika sudah menjadi bagian-bagian kecil yang sudah tidak bisa digunakan lagi.

Guru pun juga manusia yang kadang alpa dan tidak maksimal atau malah boros dalam menggunakan ATK, tugas sekolah untuk mengingatkan dan memberi pelatihan agar guru terampil, efisien dan maksimal dalam menggunakan ATK.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s