Tips melaksanakan PPL dengan sukses (penting bagi yang mau praktek mengajar)

PPL atau praktek kerja lapangan menjadi ajang bagi seorang calon guru yang masih berada di perguruan tinggi untuk mencoba keterampilannya mengajar. Idealnya memang seperti yang terjadi di @USBI semua calon guru mesti sering-sering menyambangi kelas yang sebenarnya. Dimulai dengan observasi, jadi asisten guru sampai jadi guru beneran. Lewat twitter dan email saya sering banyak dapat pertanyaan dan masukan mengenai bagaimana seorang calon guru laksanakan PPL di sekolahnya. Sengaja saya sertakan beberapa akun guru di twitter yang memberikan tips dan pengalaman lapangannya berkaitan dengan PPL ini. Berikut adalah pemaparan saya, mudah-mudahan berkenan dan anda guru yang sudah senior boleh juga urun saran di kolom komentar ya

Persiapan apa saja yang mesti dilakukan agar PPL sukses

  • Istirahat dan tidur yang cukup
  • Konsultasikan RPP sebelumnya dengan guru pamong, hindari menganggap RPP anda yang terbaik di dunia hehe, masukan dari guru pamong sangat berharga, meski dari hati kecil anda menolak, iya kan saja. Dijamin guru pamong akan terus membantu anda semampu yang beliau bisa.
  • Hindari menggunakan RPP yang kopas atau unduhan dari internet, dijamin tidak ada orang yang percaya anda bisa membuat RPP sebagus itu, lebih baik buat saja sendiri. Guru pamong akan terkesan oleh usaha keras anda menjadi guru yang mandiri, guru yang membuat RPP nya sendiri.
  • Intonasi suara mesti jelas saat mengajar, pastikan anda berjalan di sekeliling ruangan dan tidak duduk saja di balik meja.
  • Alat peraga dan media pembelajaran mesti ada dan dikonsultasikan pada guru pamong

Kegiatan pembelajaran apa yang cocok saat PPL

  • Pikirkan dahulu berapa jam anda akan mengajar, semua kegiatan pembelajaran punya komposisi 20% opening pembukaan, 60% kegiatan pembelajaran dan 20% refleksi atau wrap up
  • Saat PPL calon guru bisa sangat gugup karena membayangkan mesti bicara apa selama satu atau dua jam penuh. Naah, sekarang pertanyaannya yang dibalik, bukan mau bicara apa, menjadi aktivitas apa yang akan dikerjakan murid selama 2 jam.
  • Anak-anak sekarang lebih suka aktivitas daripada ceramah yang panjang dan berlama-lama, saatnya pikirkan aktivitas yang pas sesuai waktu.
  • @rizkimahrani: guru mendongeng fabel, anak-anak tanggapi tokoh dan membuat wayang dari kertas, anak bercerita kembali dengan wayangnya
  • @arie_aria_w: Kasih aktivitas, buat drama singkat, puisi duet atau dialog in English dalam waktu 30 menit, sisanya pentas.
  • @patrick_elegan_: pertama ngajar  blank mo ngapain di kelas, tipsnya sebelum PPL searching video pembelajaran di youtube biar ada gambaran
  • Sedikit bicara = sedikit demam panggung, banyak aktivitas = guru kelihatan ‘PD’

Bagaimana membangun relasi dengan guru pamong yang ada di sekolah tempat anda praktek mengajar

  • @rizkimahrani: guru pamong saat  PPL juga mengajak sharing tentang apa yang mau saya ajarkan, dan mereka memberi ide pembelajaran, so nice 🙂
  • @rizkimahrani:   3 th lalu guru pamongnya sangat membantu, saya dikasih waktu untuk latihan dengan anak-anak sebelum dosen penilai datang *hugs
  • Posisikan diri sebagai mitra sejajar sekaligus juga murid pada guru pamong, maka situasi komunikasi akan terjalin dengan baik

Mengatasi demam panggung saat PPL

  • Jika demam panggung sebelum mengajar, terima saja, sambil persiapkan diri, deg-degan tanda anda ingin tampilkan yang terbaik, biasanya demam panggung baru terasa biasanya saat mengajar anak SMA, maklum usianya tidak terpaut jauh
  • Ciri demam panggung melanda, jam di kelas tiba-tiba jarum panjangnya lamaa sekali bergerak
  • Demam panggung bahkan sudah dimulai saat menulis RPP, biasanya karena membayangkan bicara selama 2 jam pelajaran
  • @suryandz: Tarik nafas panjang sebelum masuk kelas itu sangat membantu 🙂
  • @MissMakiah: rule: mengerti materi apa yang hendak disampaikan.nervous saat PPL lebih sering diakibatkan kurang persiapan
  • @willysinggih: demam panggung? Persiapan dan penguasaan materi yang mantap, siapkan aktivitas ringan yang melibatkan seluruh kelas
  • @maryamnar: nervous yang wajar sekitar 5-10 menit jika ‘plan’ dbuat baik danakan berlangsung lama jika’plan’ amburadul atau malah tidak dibuat
  • Sedikit bicara = sedikit demam panggung, banyak aktivitas = guru kelihatan ‘PD’
  • Latihan untuk tidak demam panggung, ngomong sendiri di depan laptop, direkam terus diputar ulang
  • Demam panggung berawal dari perasaan bahwa gurulah pusat dari pembelajaran di kelas, padahal guru dan siswa posisinya sama

Bagaimana jika sesuatu yang mendadak terjadi saat anda sedang praktek mengajar

  • Berikut ini cerita dari akun @la_budza: RPP udh oke. Kelas udh ‘kepegang’. Tiba2 guru lain dtg: “ayo anak2 keluar! Foto buat rapor!” *hancur lsg hari sang guru .
  • Jika ada hal diluar kendali terjadi, tetaplah tenang sambil ikuti saja situasi yang terjadi, maklum anda adalah tamu di sekolah tersebut.
Iklan

Job description sebagai sarana semua komponen di sekolah bekerja dan bersikap

http://michellefischer.files.wordpress.com/2010/01/jobdescription3.jpg

“Teman kita ini sebenarnya apa sih pekerjaannya, kok kita lagi sibuk koreksi pekerjaan anak-anak dia main suruh-suruh aja” Tanya seorang guru pada guru lainnya, tidak lama setelah ia menolak disuruh oleh guru lainnya mengerjakan sesuatu.

Cerita diatas banyak terjadi di sekolah. Seorang guru marah dan kesal karena disuruh oleh guru lainnya. Mengapa hal itu bisa terjadi, yuk kita ikuti paparan berikut ini.

Sekolah yang efektif punya ciri yang jelas dan berbeda dari sekolah yang biasa. Ciri yang paling kuat adalah sekolah yang efektif bisa memunculkan potensi individu (kepala sekolah, guru dan karyawan) yang ada di dalamnya. Potensi yang saya maksud adalah potensi dari setiap individu untuk maju bersama dan menyumbangkan potensi yang terbaiknya untuk sekolah tempat ia belajar, mengajar dan mencari nafkah untuk keluarganya.

Cara terbaik adalah dengan menempatkan seseorang pada posisinya. Banyak sekolah yang menganut asas, semua orang mesti ‘serba bisa’. Secara kasat mata cara ini mungkin bagus, semua orang akan terlihat sibuk dan bekerja. Apalagi jika mempunyai atasan yang ‘galak’ maka semua orang bekerja menurut ukuran atasan yang galak tadi. Tidak ada ukuran yang jelas, tepat dan terukur untuk mengukur kinerjanya, karena sepanjang sang atasan senang maka selesailah pekerjaannya. Sebaliknya si atasan akan cape hati, lelah mental dan pikiran karena bawahannya hanya akan bekerja dan menurut padanya jika ia galak. Dengan demikian control terhadap pekerjaan bukan datang dari sistem namun dari individu. Hal yang banyak terjadi adalah jika si atasan lengah maka pekerjaan akan jadi berkurang kualitasnya dan karyawan akan bekerja hanya untuk mencari aman.

Cara untuk membuat sekolah punya cara mengontrol keberhasilan pekerjaaan individunya antara lain dengan membuat ‘job description’ atau penjelasan mengenai tugas apa yang sebenarnya di emban atau menjadi tanggung jawab seseorang. Job description akan membuat karyawan yang sudah baik kinerjanya akan semakin baik kinerjanya dan membuat semua orang tahu batas dan wewenangnya.

Di sekolah siapa saja yang mesti punya job description?

  • Kepala sekolah
  • Guru
  • Coordinator bidang atau wakil kepala sekolah
  • Tata usaha
  • Sekertaris
  • Serta jabatan-jabatan yang pekerjaannya bersinggungan dengan bagian lain

Point apa saja yang mesti ada di dalam Job description

  • Uraian singkat kepada siapa jabatan tersebut mesti bertanggung jawab
  • Menerangkan tugas dan kewajiban secara detail dan jelas untuk dibaca oleh pihak lain
  • Kepada siapa ia mesti berkolaborasi (bekerja sama)
  • Kepada siapa ia mesti berkoordinasi
  • Rapat apa dan dengan siapa yang mesti ia hadiri
  • Program apa yang mesti ia buat (jika ada)
  • Event apa yang mesti ia selenggarakan (jika ada)
  • Dokumen apa yang mesti ia lengkapi

Setelah ada job description apa yang mesti sekolah lakukan?

  • Taruh di portal internal milik sekolah di internet sehingga semua orang jelas
  • Sisipkan di teacher handbook sehingga semua orang bisa menelaah dan membaca

Dalam banyak perselisihan di sekolah antar guru dengan guru, guru dengan admin atau guru dengan yayasan atau kepala sekolah cara mengatasinya gampang yaitu dengan cara kembali semuanya kepada job description masing-masing. Karena didalam organisasi sekolah seperti sekarang ini, sekolah cukup beruntung jika mendapat guru atau karyawan yang ber tipe ‘job description’, yang bekerja sesuai job description dan sesuai gaji yg diberikan. Apalagi jika bisa mendapat guru atau karyawan yang dengan suka rela bekerja di luar job description sepanjang pekerjaannya sendiri sudah selesai. Sebagai penutup tulisan ini hanya sekolah yg bisa memberikan otonomi yang ‘bertanggung jawab’ pada guru-gurunya yang akan berhasil menjadi sekolah yang efektif dan menjadi tumpuan kepercayaan masyarakat.

 

Serba serbi penggunaan buku teks di sekolah

Buku teks adalah mitra saat guru mengajar di kelas. Bagi orang tua siswa buku teks adalah sarana untuk mengukur apa yang anaknya lakukan di sekolah. Tidak jarang orang tua siswa berang apabila buku teks yang sudah dibeli dengan harga mahal tidak terisi penuh. Padahal tugas guru bukan mengabdi pada buku teks. Tugas guru yang sebenarnya adalah mengajar dengan startegi belajar yang menarik dan terkini sehingga murid senang belajar bersamanya. Buku teks mesti di kembalikan kepada porsinya yaitu sebagai mitra guru mengajar dan bukan hal yang utama. Banyak buku teks yang bagus namun untuk ajarkan konsep, guru tetap mesti gunakan alat peraga dan bukan sekedar buku teks.

Beberapa tanda bahwa sekolah dan guru terlalu menggantungkan diri pada buku teks adalah;

  • Keputusan soal pemilihan buku teks tidak melibatkan guru, padahal guru adalah orang yang mestinya bertanggung jawab penuh atas pengajaran di kelas.
  • Guru kadang merasa bahwa buku teks terlalu susah untuk diajarkan atau bahkan terlalu mudah bagi murid-muridnya dan kurang menantang bagi siswanya
  • Siswa yang  kritis dan kreatif, biasanya senang jika gurunya tampil kreatif di kelas, dan akan  mengeluh jika cuma diminta kerjakan buku teks, ‘bosan’ katanya.
  • Masuk kelas guru langsung mengatakan, “anak-anak buka dan kerjakan halaman ……” tanpa menerangkan lebih lanjut dan langsung meminta anak-anak menghapal atau mengerjakan halaman yang ditentukan.
  • Saat kurikulum KTSP tematik untuk SD kelas 1-3 diluncurkan oleh diknas di tahun 2006, alih-alih guru jadi bekerja sama untuk membuat unit pembelajaran, yang terjadinya  guru malah cuma ganti buku teks. Hal yang sama bisa saja terjadi di kurikulum tahun 2013

Akibat dari ketergantungan antara guru dan buku teks yang akan dirasakan oleh guru dan sekolah adalah

  • Pembelajaran di sekolah jadi kurang kreatif dan ‘kurang menggigit’ serta sekolah jadi tidak punya ciri khas. Hal ini benar adanya mengingat pembelajaran antara satu sekolah dengan sekolah yang lain akan sama saja jika mereka menggunakan buku teks yang sama
  • Guru jadi manja dan kurang mau bereksplorasi, padahal ciri guru professional adalah ia seorang sosok yang gemar mencari ide baru dan keluar dari pakem yang selama ini ada demi memuaskan rasa ingin tahu siswanya
  • Orang tua siswa akan stress sendiri melihat buku teks yang materinya terkadang sulit dan membuat orang tua siswa kesulitan mengajarkan kepada anaknya.
  • Sekolah akan stress sendiri dikejar-kejar oleh orang tua siswa yang mengukur keberhasilan belajar anaknya bukan dari pemahaman dan perubahan pengetahuan atau sikap namun dari penuh tidaknya buku teks milik anaknya.
  • Siswa akan terlihat bisa mengerjakan sebuah soal di buku teks namun akan kebingungan jika bentuk soalnya diganti
  • Di rumah bersama guru lesnya, siswa akan dilatih untuk mengerjakan soal di buku teks, bahkan melingkari tipis-tipis atau menghapalkan jawabanya duluan untuk kemudian ia akan terlihat bisa mengerjakan ketika ada di kelas

Untuk mengatasi ketergantungan yang tidak sehat guru terhadap buku teks berikut ini adalah hal yang mesti dilakukan oleh sekolah

  • Minta guru untuk berkelompok dan membentuk komite yang menulis sendiri kurikulum (scope and sequence)nya. Bisa mulai dari bidang studi inti seperti ; IPA, IPS, Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.  Dengan demikian guru punya kemampuan untuk menulis sendiri pembelajarannya. Manfaatnya akan terjadi tahap dan kesesuaian dalam setiap tingkatan kelas. Dan di sekolah akan tercipta guru yang kreatif, yang  pandai memodifikasi buku teks, sebab ia tahu pasti kemampuan dan kualitas siswanya sendiri
  • Sekolah mesti adakan pelatihan mengenai startegi belajar mengajar agar guru punya koleksi strategi yang banyak dalam mengajar siswanya.
  • Saat membuat silabus, guru mesti menghindari untuk hanya berpatokan dengn buku teks siswa agar supaya indicator, SK dan KD nya selaras

Saatnya guru jadikan buku teks hanya sebagai salah satu sumber rujukan,sebagai seorang professional  ia tetap punya proyek pembelajaran dengan muridnya. Buku teks bukan kurikulum, buku teks berisi penafsiran pembuatnya terhadap kurikulum, sebagai seorang professional anda juga bisa lho. Kurikulum terbuka untuk ditafsirkan dipetakan saatnya jadikan buku teks sebagai salah satu mitra dan rujukan dalam mengajar.

 

Guru yang bagus menurut orang tua siswa belum tentu bagus menurut sekolah.

Di sekolah swasta masalah keluar masuk guru bisa menjadi masalah besar bagi orang tua siswa. Apalagi jika sekolah tidak mempunyai sistem yang benar dalam mengelola sekolahnya. Maka sekolah akan bergantung pada sosok-sosok guru yang menurut orang tua adalah guru yang bagus. Padahal……

  • guru yang bagus menurut orang tua belum tentu bagus menurut sekolah
  • guru yang bagus menurut orang tua biasanya sangat kritis terhadap sekolah, tanpa tedeng aling-aling ia akan menyerang kebijakan sekolah saat berbicara dengan orang tua
  • seorang guru yang bagus menurut orang tua biasanya besar kepala, merasa sekolah bergantung padanya dan senang mengancam bahwa jika ia pindah maka sekolah akan hancur atau murid-muridnya akan ikut pindah bersamanya.

Orang tua siswa tidak bisa disalahkan dalam hal ini, wajar mereka berharap sekali pada guru anaknya dan mudah sekali menilai bahwa seorang guru ‘bagus’ hanya karena gurunya sayang dan perhatian pada anaknya padahal dalam sikap dan profesionalisme sebagai guru belum tentu memenuhi syarat.

Selayaknya lah sekolah menggantungkan diri pada apa yang namanya sistem dalam mengelola guru. Sistem tersebut antara lain

  • guru dinilai kinerjanya satu semester sekali
  • kepala sekolah tampil sebagai sosk yang menjalankan sistem sekaligus sebagai role model dalam menjalankan sistem tsb
  • Sekolah menulis dan punya kurikulum sendiri, secara bahu membahu semua guru menulis kurikulumnya dan ditinjau selama 3 tahun sekali
  • kenaikan gaji guru pertahun berdasarkan kinerja
  • sekolah punya kebijakan (policy) yang mengatur hal-hal yang penting untuk diketahui guru dan orang tua

Dengan demikian tidak akan ada lagi yang namanya guru yang merasa dirinya favorit dicintai orang tua sampai bisa berlaku sinis terhadap sekolahnya sendiri. Dikarenakan 

  • Sekolah punya kurikulum yang siapapun bisa menjalankan
  • sekolah punya aturan tingkah laku, semua guru cara mengajarnya sama, sama bagusnya 

Saatnya sekolah mengandalkan sistem dan tidak mengandalkan sosok guru, karena guru manusia biasa ia akan sedikit jual mahal jika ia merasa ada yang perlu padanya.

Pertemuan guru dan orang tua di awal tahun, bagaimana sebaiknya?

 

image
image

image

Pertemuan guru dan orang tua di awal tahun ajaran punya peranan yang strategis dalam menentukan arah kerjasama antara sekolah dan rumah setahun penuh ajaran. Jika suasana pertemuan antara guru dan orang tua berlangsung positif maka sekolah akan menjelma jadi sekolah yang  sehat dan efektif. Sebenarnya apa makna penting pertemuan awal tahun ajaran, mari kia bahas satu persatu;

Bagi orang tua siswa ketika sekolah mengundang dirinya maka ia akan merasa;

  • Membuat dirinya merasa dihargai
  • Makin yakin bahwa ia telah memilih sekolah yang tepat bagi anaknya
  • Merasa bahwa saluran komunikasi di sekolah tempat ia menyekolahkan anaknya sehat dan bisa mendengar
  • Sebagai orang tua siswa ia mendapat bayangan apa saja hal yang akan berlangsung dan terjadi di sekolah dan kelas anaknya
  • Orang tua bisa mengenal lebih dekat guru anaknya

Bagi guru ketika ia berdiri di depan orang tua siswanya untuk berpresentasi maka ia akan merasa;

  • Menjadi guru profesional karena dirinya sendiri yang menjelaskan program kepada orang tua siswa yang ada di kelasnya sendiri
  • Makin percaya diri bahwa dirinya bisa menyampaikan yang terbaik kepada murid di kelasnya karena komunikasi sejak dini sudah terbangun di awal tahun ajaran

Berikut ini adalah mekanisme penyelenggaraan pertemuan awal tahun ajaran antara guru dan orang tua siswa

  • Diselenggarakan di hari ketiga di minggu kedua di awal tahun ajaran
  • Undangan dikirim satu minggu sebelumnya
  • Berlangsung paling lama satu jam
  • Berisi Tanya jawab, presentasi guru serta diskusi ringan mengenai hal yang penting untuk diketahui selama satu tahun ajaran
  • Topik pertemuan dibagi menjadi dua hal besar, pertama mengenai akademis dan kedua mengenai rutinitas yang menunjang produktivitas selama satu tahun ajaran
  • Diadakan di hari kerja setelah siswa pulang sekolah
  • Guru bidang studi pun ikut berkeliling memperkenalkan dirinya kepada orang tua siswa di tiap kelas
  • Diselenggarakan di kelas masing-masing, dengan menggabungkan 2 kelas menjadi satu dan guru-gurunya pun bergabung
  • Guru membuat presentasi yang berisi data pribadi dan apa saja yang akan dibahas di sepanjang satu tahun ajaran pada bidang studi matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan lain-lain
  • Presentasi yang guru buat juga berisi peraturan apa saja yang penting untuk guru ketahui, rutinitas serta hal-hal yang sifatnya jika diketahui akan membuat seorang siswa bisa sukses melalui satu tahun ajaran.
  • Orang tua yang hadir diminta mengisi daftar hadir di sertai kolom untuk mengisi nomor telepon agar mudah dihubungi jika ada jawaban mengenai pertanyaan yang ia berikan saat parent teacher meeting dan belum bisa dijawab oleh guru

Pertemuan antara guru dan orang tua yang sukses di tahun ajaran semakin meneguhkan  cara pandang guru yang sukses saat  selesaikan masalah di sekolah, karena iajadi mudah  tempatkan dirinya dari sisi siswa, orang tua siswa dan kepala sekolah. Orang tua siswa pun jadi dilatih untuk tidak begitu saja menyerahkan anaknya bulat-bulat ke sekolah tanpa kerja sama dan kontribusi nyata pada proses pembelajaran.

 

Meneguhkan alur komunikasi dan mengatasi complain (keluhan) di sekolah

Gambar

Alur komunikasi di sekolah sangat penting  dalam membuat sebuah sekolah sehat dan efektif. Jika alur komunikasi tersumbat maka hujan complain akan berdatangan. Sekolah swasta yang mengandalkan pemasukan dari SPP siswa mesti siap untuk terus mendapatkan masukan dari orang tua siswa dengan segala macam bentuk dan cara. Bentuk atau cara yang dimaksud adalah

  • Keluhan lewat buku komunikasi atau website sekolah
  • Keluhan langsung kepada admin, guru atau kepala sekolah
  • Keluhan pada saat rapat guru dan orang tua
  • Keluhan yang dibuat oleh orang tua siswa di media massa (ini yang paling gawat)

Mari terlebih dahulu mengartikan keluhan orang tua siswa sebagai masukan. Dengan demikian pengertian komunikasi di sekolah bertujuan untuk secara aktif sekolah menjadi institusi yang dengan sadar dan terencana bisa menyampaikan maksud dan tujuan, hubungannya dengan penyelenggaraan pendidikan yang baik di sekolah.  Saat yang sama komunitas sekolah juga gampang dan mudah menyampaikan keluhan, masukan atau pujian kepada pihak sekolah.

Beberapa cara berkomunikasi yang biasa terjadi di sekolah

  • Surat menyurat (undangan serta pemberitahuan, kalender pendidikan dan lain-lain)
  • Memo untuk hal yang dimaksudkan untuk mengingatkan orang tua atau siswa  
  • Rapat dengan segala jenisnya (rapat seluruh orang tua, rapat dengan orang tua yang anaknya perlu dukungan dll)

Beberapa prinsip untuk meneguhkan alur komunikasi yang baik di sekolah adalah.

  • Semua surat yang ditujukan pada  orang tua siswa selalu di cek tata bahasanya oleh kepala sekolah atau orang yang berwenang
  • Surat yang keluar arsipnya mesti dimiliki oleh sekolah
  • Surat yang keluar juga diketahui oleh bagian lain misalnya bagian admin, agar satu kata jika terjadi pertanyaan

Jika sebuah keluhan terjadi, maka pihak sekolah mesti berusaha untuk mencari solusi sebagai berikut

  • Jika menyangkut guru, kepala sekolah segera panggil guru yang bersangkutan dan disampaikan apa yang menjadi complain dengan cara tetap menjaga harga diri guru
  • Hindari kepala sekolah menjadi penengah selalu jika terjadi konflik antar guru dan orang tua
  • Segera beri penjelasan kepada orang tua yang merasa punya masalah dengan sekolah
  • Biasakan guru menelepon orang tua lewat nomor telepon sekolah (karena berpengaruh pada kewibawaan sekolah jika guru terbiasa menelepon dengan nomor pribadi )
  • Keluhan di atasi bukan untuk mencari siapa yang salah namun lebih kepada hal apa yang bisa dipelajari dan ditingkatkan lewat keluhan ini

Menjaga stationary (Alat Tulis Kantor) agar digunakan secara efisien dan efektif di sekolah

 
image

image
image

ATK atau alat tulis kantor adalah alat yang penting dalam mendukung tugas guru dalam mengajar. Guru penting untuk mempunyai keyakinan bahwa sekolah tempat ia mengajar mendukung tugasnya sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan di kelas. Bayangkan jika seorang guru kesulitan dalam pengadaan ATK maka ia akan merasa frustasi dan merasa bahwa sekolah tidak mendukung pembelajaran kreatif yang seharusnya bisa ia lakukan sebagai seorang professional di kelas. Di TK dan SD terutama, guru memerlukan ATK untuk memajang karya siswa di kelasnya.

Untuk mendukung efisiensi penggunaan dan pemakaian ATK maka sekolah perlu membuat sistem sebagai berikut;

  • Sekolah melakukan pembelian ATK secara berkala yang kemudian sekolah menyediakan ruang khusus yang di dalamnya berisi kertas-kertas, alat tulis dan lain sebagainya yang diperlukan oleh guru dalam mengajar dan membuat pajangan. Orang yang bertanggung jawab pada ruangan ini dan seisinya adalah petugas khusus atau orang yang dipercayakan di bawah kendali wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana yang juga akan melakukan pembelian kepada supplier yang sekolah tunjuk dan bersaing dari sisi harga dan kembali mengeceknya jika pesanan dari pihak supplier sudah datang.
  • Penting sekali bagi sekolah untuk melakukan pembelian secara berkala dan mempunyai ruang penyimpanan khusus di sekolah mengingat guru biasanya melakukan perencanan seminggu sekali, jika sekolah lambat menyediakan maka tujuan pembelajaran akan menjadi tidak berhasil
  • Jika guru memerlukan material untuk mendisplay ia bisa menulis di form yang sudah disediakan lalu meminta persetujuan kepala sekolah. Tugas kepala sekolah adalah mengecek dan bertanya kembali pada guru yang bersangkutan mengenai penggunaan ATK yang ia pesan.
  • Di awal tahun ajaran, sekolah memberikan ‘starter pack’ yang berisi alat tulis yang akan digunakan memulai tahun ajaran misalnya pulpen untuk mengoreksi, spidol secukupnya untuk menulis, kertas serta hal lain yang sekiranya bisa digunakan untuk guru bisa memulai tahun ajarannya dengan semangat. Guru tetap bisa meminta kembali sekiranya alat tulisnya ternyata sudah habis.
  • Murid juga diberikan starter pack yang berisi alat tulis serta alat mewarnai dan murid dipersilahkan untuk membeli sendiri jika alat tersebut sudah habis. Tentunya sekolah mesti sediakan tempat menyimpan yang layak untuk siswa meletakkannya di kelas.

Demi mengelola pengeluaran yang mesti dibeli oleh sekolah, sebagai institusi pendidikan sekolah mesti melakukan langkah sebagai berikut;

  • Guru mesti diajarkan untuk melakukan efisiensi caranya dengan menggunakan kertas bekas (yang masih kosong sisi satunya untuk print)
    • Guru diberi pelatihan melakukan display karya siswa dengan bahan-bahan bekas dan murah. Guru juga bisa meminta murid untuk membawa, kertas bekas, Koran bekas dan lain-lain dari rumah sebagai bahan display
    • Saat meminta ATK guru mesti bertanya pada dirinya sendiri dahulu ; “apakah jumlah ini diperlukan oleh saya atau bisa dikurangi” atau “bisakah saya mengganti nya dengan bahan lain”
    • Setelah menerima ATK yang dipesan sekolah mesti pastikan digunakan dengan maksimal, gunakan dua sisi bagian kertas dan hanya membuangnya jika sudah menjadi bagian-bagian kecil yang sudah tidak bisa digunakan lagi.

Guru pun juga manusia yang kadang alpa dan tidak maksimal atau malah boros dalam menggunakan ATK, tugas sekolah untuk mengingatkan dan memberi pelatihan agar guru terampil, efisien dan maksimal dalam menggunakan ATK.