Etiskah guru memberi les muridnya sendiri?

Guru memberi les? siapa yang tidak pernah. Memberi les adalah jalan meningkatkan kesejahteraan guru, kata sebagian orang. Kata sebagian lagi les adalah cara membantu murid yang kurang paham dengan pelajaran di kelas.

Tulisan ini bukan membahas soal bimbingan belajar dan lembaganya, tulisan ini akan membahas jika seorang guru memberi les pada muridnya sendiri

Memberi les boleh-boleh saja asal;

  • guru bisa mempertahankan obyektivitas dalam menilai siswa.
  • tetap di sekolah dan bukan di rumah
  • anak yang meminta bukan guru yang memaksakan apalagi mengancam jika tidak ikut les tidak akan mendapatkan nilai yang bagus.

guru yang memberi les siswa nya akan jadi masalah jika

  • guru jadi lebih sayang pada yang les padanya dibanding yang tidak
  • saat mau ulangan guru mengatakan ‘semua soal di ulangan hari ini sudah pernah dibahas bersama dengan yang les dengan saya, untuk yang tidak les silakan berpikir keras’
  • saking senangnya akan penghasilan dalam memberi les guru menjadi susah diajak berhenti apalagi jika ia merasa dirinya adalah senior di sekolah.
  • guru jadi tidak punya waktu membuat RPP dan perencanaan belajar lainnya karena sibuk kesana kemari memberi les

Jika guru yang memberi les siswa nya sendiri dianggap menimbulkan masalah, sekolah bisa melakukan.

  • ganti bentuk rapor, yang bukan lagi berlandaskan nilai angka semata
  • beri waktu satu tahun ajaran agar guru mulai menyesuaikan diri tidak lagi memberi les pada siswa nya sendiri
  • naikkan kesejahteraan semampu sekolah, guru boleh mengadakan eskul yang murid diminta membayar. Menurut saya jauh lebih berharga uang bayaran eskul dibanding uang hasil memberi les pada murid sendiri. Dikarenakan potensi konflik nya yang besar.

 

14 thoughts on “Etiskah guru memberi les muridnya sendiri?

  1. Guru adalah fakir atau orang yg berjuang dijalan kebaikan, sesungguhnya mereka termasuk kelompok yg disantuni secara santun…tentu setelah anak yatim, tetapi lebih prioritas dp kaum miskin. Akibat tidak disantuninya guru, murid menjadi kehilangan manfaat yg utama dan celakanya guru menjadi tergoda untuk bekerja layaknya pekerjaan biasa. Jika guru disantuni scr santun, tdk ada guru yg kekurangan walau bersahaja.

    1. Alhamdulillah suka sekali dengan kalimatnya yang terakhir, izin saya masukkan ke twitter saya. Guru memang bukan karyawan biasa, ia punya kontrak moral untuk jadi yang terbaik semampunya, thanks komentarnya Mas Gilda

  2. – “Jika ada les tambahan itu artinya guru tak sukses membuat anak paham dgn pelajaran yang disampaikan di kelas.” Setujukah Bapak dgn pernyataan itu?
    – Mengapa les lebih baik tetap dilakukan di sekolah, Pak? Les kan diadakan di luar jam belajar siswa di sekolah

    1. untuk pernyataan pertama bisa iya bisa tidak bu Dessy, ada anak yang memang kecepatan belajar nya lambat. untuk anak seperti ini guru cuma mesti menemani secara individual (satu guru satu murid)
      Untuk les yang dilakukan di sekolah bisa dibilang adalah ‘tambahan pelajaran’ dan guru bisa saja melakukan tanpa biaya hanya bagi anak yang memerlukan dan waktunya pun hanya 20 menit paling lama.
      Terima kasih komentarnya bu Dess\y

      1. Boleh nimbrung Pak n bu. Yng terjadi awal semester sudah terima les di rumah.dengan TARIP.. MENURUT sy walaupun Murid yng meminta.PESAN ETIK Pendidik tidak MEMBOLEHKAN. akan terjadi hubungan Emosional yg Tidak baik antara Guru dan murid. Logikanya begini. Guru sudah terima Uang dari Ortu/murid..Bila si Murid tidak juga ada kemajuan GURU BEBAN MORAL sehingga BEBERAPA KEMUNGKINAN akan terjadi. 1-MENDONGKRAK NILAi 2.BOCORKAN soal Ulangan- 3.kedua-duanya. SEHINGGA jangka PANJANG HAL INI sangat tidak baik UNTUK PERKEMBANGAN MURID itu sendiri. Kalau lah ada ketertinggalan HARUS dilakukan 1BULAN sebelum Ulangan LES TAMBAHAN BERSAMA…KALAU DI DESA hal ini jarang terjadi. NAMUN DI PERKOTA-AN/DAERAH URBAN BIASA TERJADI. krn. antara Ortu N Guru sama-sama tidak kenal dekat. sehingga RASA MALU terpangkas habis. SOLUSINYA APA. LES di bimbingan belajar UMUM. Guru bisa ambil bagian didalamnya.

      2. Usul yang baik Pak Makmur, akan lebih baik jika sepulang sekolah anak anak yg masih belum menguasai pelajaran diminta tinggal dulu di kelas untuk menerima tambahan pelajaran dari guru. Setengah jam saja cukup, akan sangat berarti jika dilakukan dengan rutin.

  3. Memberi les boleh-boleh saja asal;

    “tetap di sekolah dan bukan di rumah”

    Saya ditegur oleh kepala sekolah karena memberikan les pada siswa saya di sekolah, kepala sekolah menyarankan saya untuk memberikan les di rumah. bagaimana dengan hal itu, pak? Sedangkan bukan saya memaksakan pada siswa untuk les ke saya, dan saya juga tidak pasang tarif. saya jadi bingung pak, maklum saya guru baru. Terima kasih.

    1. HAi bu Lina,
      memang saya yang salah memberikan istilah.
      Istilah Les memang mengacu pada tambahan pelajaran yang dilakukan di rumah dan dengan siswa membayar pada guru yang mengajar

      Di sekolah istilah yang cocok adalah ‘tambahan waktu’ yang disepakati antar guru dan murid. Guru memilih murid mana yang mesti ikut tambahan pelajaran kriteria nya adalah murid yang lambat dalam belajar dan memahami konsep. Jangan lupa untuk memberitahu orang tua siswa agar mereka tidak khawatir anaknya pulang terlambat

  4. Hallo…
    ada teman saya Guru SMK jurusan Komputer. kebetulan dia jg buka les tambahan dirumah, dan siswa yg les dirumahnya kebanyakan bukan siswa yg lambatnya/krg pintar, justru yg pintar2nya..
    jadi mnurut bpk ga etis dia buka les dirumah?
    apakah mnurut bpk dia bkn guru yg baik padahal dia memajukan anak bangsa selangkah lebih cepat?
    Komputer itu sgt luas bahkan ga ada batasnya justru siswa pintar yg mau menelusuri luasnya pembahasan komputer. kalau hny mgharapkan kurikulum sekolah maka siap2 bangsa kt brjalan ditempat atau hny ikut mengekor dibelakang. mau kah kita?

    1. Wah kalau yang bapak katakan ini adalah program “Gift and Talented” artinya memang untuk anak-anak yang punya kelebihan dan kecepatan belajar yang berbeda, guru mesti punya solusi juga.

      Ok Pak, lanjutkan. Kurikulum kita memang menggunakan standar minimum, jadi jika guru punya solusi untuk anak yang pintar sekaligus untuk anak yang lambat belajarnya akan lebih baik.

    2. Untuk menghindari pelanggaran kode etik Guru. Sebaiknya si guru Buka resmi Bimbingan belajar UMUM. didalamnya ada TEAM PENGAJAR dan bisa di ikuti dari mirid sekolah mana saja…ini jaman saya ya .Kalau ada murid yng Libih/pinter diatas rata2. atau bisa Menjawab pertanya-an yng sulit. Guru kala itu memberikan BONUS ILMU diluar pencapaian pelajaran umum kelas. Terkadang Ilmu-ilmu Praktis. Menurut saya pak Dia guru yng baik cuman PINTU nya yng tidak TEPAT….Guru yg bener2 baik DIA AKAN BERIKAN SEMUA ILMUNYA kemurid Tanpa Pamrih.

      1. Komentar dan saran yang menarik Pak Makmur, terima kasih bapak telah berbagi. Dalam perkembangannnya hal yang bapak tulis masuk kedalam ranah yang disebut sebagai ‘teacherpreneurship’

  5. bagaimana kalau ada seorang guru yang menghukum muridnya yang tidak mengikuti les di urmah guru tersebut karena lesnya pada pukul 19.00WIB padahal pelajaran tambahan disekolah sampai 1 jam
    kebetulan anak saya kelas 5 SD jarak antara sekolah dengan rumah sekitar 7 KM dan setiap hari kamis ( les dirumah gurunya hari rabu mlam ) selalu mendapat hukuman disuruh membersihkan toilet apakah itu semua diperbolehkan bagi seorang guru ….. mohon pencerahannya terima kasih sebelumnya

    1. sangat tidak pantas menurut saya pak. Saya pikir alasan terbesarnya adalah ingin memastikan anak-anak yang ikut les punya nilai yang bagus. sebuah hal yang baik sebenarnya hanya saja jika caranya hanya melakukan drill atau latihan terus menerus (seperti kebanyakan materi les) maka siswa akan lelah dan akan menimbulkan dampak lain, misalnya guru jadi sangat khawatir jika siswanya nilainya tidak bagus, sehingga jadi cenderung menghukum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s