Ingin membuat sekolah sebagai komunitas pembelajar? Lesson study jawabannya.

Lesson study merupakan sebuah kelas terbuka dimana guru bisa merencanakan pembelajaran sebaik-baiknya dan rekan sesama guru mengamatinya. Lesson study adalah upaya sekolah sebagai komunitas membudayakan umpan balik yang positif dan guru sebagai aktor perubahan.

Lesson study berguna sebagai cara guru menguji teori menjadi praktek terbaik dilapangan. Inti dari lesson study adalah plan, do, dan reflect, maka dari itu jadilah guru yang berorientsi pada proses. Merencanakan dan mengantisipasi adalah dua hal utama yang mesti guru lakukan saat ini. Proses pembelajaran dikelas mestinya memang berlangsung sempurna dan lancar, jika belum maka saatnya melakukan lesson study.

Fokus lesson study bukan pada guru yang mengajar pada saat itu, namun lebih pada siswa yang mengalami proses. Melalui lessson study, guru bisa bekerja sama dan membicarakan materi-materi apa yang sulit dipelajari. Sekolah adalah tempat guru dan siswa belajar bersama sebagai komunitas belajar. Ingat ya, guru itu ahli pendidikan loh.

Ciri guru yang senang berefleksi adalah guru yang senang menulis pengalamannya, contohnya menulis di blog. Minds on and hearts on adalah tujuan pembelajaran masa kini. Saat menggunakan RPP, jika anda memperolehnya dari copy paste di internet, jangan lupa hapus dan sesuaikan nama kepala sekolahnya ya. Proses belajar, media pembelajaran, dan alat penilaian adalah fokus lesson study.

RPP sekarang itu susah buatnya, tapi sedikit sekali terpakainya. Saat lesson study rasa aman dalam diri guru yang bersikap sebagai guru model sangat penting. Semua mata pelajaran bisa di lesson studykan, termasuk mata pelajaran olahraga.

Sumber belajar bagi seorang guru itu banyak loh, sesama rekan guru juga bisa dijadikan teman belajar. RPP itu perlu untuk disimpan dikantor kepala sekolah sebab guru-guru lebih perlu skema singkat isi dari perencanaan pembelajaran.

Iklan

Kiat sukses hadapi semester baru (2) Tulisan ibu Etty di kolom komentar

Di awal memasuki semester ke dua, biasanya saya mengajak anak2 menuliskan segala hal berkaitan dengan metode pengajaran yang sudah saya gunakan di semester pertama. Jika pada semester satu (tiap tahun ajaran baru), saya membuat kesepakatan2 dan menjelaskan metode pengajaran yang akan saya gunakan, termasuk silabus dan tujuan pembelajaran secara umum, maka memasuki semester kedua ini, saya memulainya dengan refleksi terhadap proses belajar/mengajar yang sudah dilalui bersama di semester satu.

Selain mereka boleh menuliskan hal2 baik yang saya lakukan dan perlu dipertahankan, mereka juga boleh menuliskan hal2 yang yang tidak disukai dari gaya mengajar saya. Termasuk menyampaikan keluhan2, kritik, saran, dan harapan2 supaya di semester berikutnya menjadi lebih baik. Saya sengaja meminta mereka untuk tidak menuliskan nama, supaya tidak ada hambatan bagi mereka dalam menyampaikan kritik.

Memberi mereka kesempatan menuliskan gagasan memberi 2 hal. Pertama melatih dan membiasakan diri dalam menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan, dan kedua melatih menuliskan buah pikiran melalui kritik yang membangun.

Jadikan sekolah anda berwawasan dan berstandar internasional

Tulisan ini saya buat saat berita RSBI sedang hangatnya karena di putus MK tidak sesuai dengan amanat pendidikan di Indonesia.
Guru dan banyak sekolah tentu sedikit bertanya-tanya mengenai hal tersebut, apalagi bagi yang belum terbiasa dengan situasi sekarang dimana semua keputusan pemerintah bisa didebat dan digugat.
Jika anda guru atau pengelola sekolah sebenarnya ada banyak cara untuk menjadikan sekolah anda berwawasan dan berstandar internasional. Saya termasuk yang tidak setuju ukuran sekolah hanya pada fasilitas. Cara mengajar gurunya jauh lebih penting dari segalanya. Fasilitas penting namun lebih penting kemampuan guru mencari solusi. Inti dari sekolah yang berstandar internasional adalah cara sekolah dikelola, bagaimana guru mengajar baru fasilitas yang memungkinkan siswa belajar.

Bagaimana sekolah dikelola, sekolah internasional itu ….

  • ada transparasi, semua dikelola dengan baik dan dilaporkan lewat dewan sekolah (school board)
  • selalu mau meningkatkan diri, jika meminta sumbangan rasional dan peruntukannya jelas.
  • tidak memanfaatkan ketidak tahuan orang tua tentang manajemen pendidikan untuk keuntungan sekolah dengan cara meminta sumbangan yang mengada-ada
  • pimpinan sekolahnya terbuka komunikatif dan jujur
  • guru-gurunya diberikan kesempatan berkembang dan dipersiapkan untuk berubah ke arah lebih baik dengan cara pelatihan-pelatihan
  • guru-gurunya dilatih secara berkala
  • menggunakan gurunya dulu sebagai sumber belajar di kelas baru buku teks
  • guru dinilai secara berkala
  • pembelian fasilitasnya berdasarkan prioritas dan dipelihara dengan baik ketika sudah ada
  • menomorsatukan kebersihan dalam segala hal, kelas bersih, toilet bersih dan lapangan sekolah juga bersih

Di sekolah internasional itu, guru mengajar dengan …

  • merencanakan pembelajaran dengan cara bekerja sama
  • setiap minggu merencanakan pengajarannya
  • 10 menit sudah ada di kelas ketika kelas akan dimulai
  • menomor satukan siswa, tidak mudah melabel siswa dengan cap yang jelek
  • cara komunikatif pada siswanya dan komunikatif juga saat berkomunikasi dengan orang tua siswa
  • mengajar dengan hati, fokus kepada murid dan pada saat yang sama guru punya waktu untuk diri sendiri
  • menggunakan teknologi semampu yang sekolah punya atau yang ia punya
  • berkomunikasi pada siswanya dengan tough love atau tegas tapi ramah
  • menggunakan berbagi sumber yang ia punya dan bisa digunakan

Menjadi sekolah internasional lebih pada cara komunitas di sekolah itu berpikir dan bertindak hadapi perubahan jaman. Salah satu yang mesti dikuasai memang bahasa mengingat kaitan kemampuan siswa untuk bisa berkomunikasi lintas bahasa dan kebudayaan. Untuk itu guru-gurunya dibina juga kemampuan bahasa Inggrisnya dengan memberikan guru keleluasan untuk belajar lagi di tengah waktunya untuk mengajar.

Jadi semua sekolah bisa menjadi internasional dengan cara dan kemampuannya sendiri. Cap penting namun yang lebih penting adalah isi.

Ciri-ciri rapat yang efektif di sekolah

Rapat bisa jadi sangat menyebalkan jika sekolah tidak mengatur dengan baik. Guru akan merasa waktunya terbuang sementara pimpinan sekolah merasa sia-sia saja mengumpulkan guru karena banyak keputusan atau instruksi tidak berjalan dengan baik di lapangan.

Beberapa ciri rapat yang baik adalah

Dalam hal perencanaan.

  • punya waktu yang rutin, berlangsung dalam waktu yang paling lama 2 jam
  • jika mendadak bisa dilakukan sambil berdiri, hanya untuk menyampaikan hal yang penting
  • punya agenda yang diberitahu 3 hari sebelumnya, dikirim lewat email dan tertulis.
  • meminta secara khusus pada pesertanya jika diminta membawa sesuatu.
  • Jika berlangsung lama disiapkan siapa yang akan menggantikan guru jika punya jadwal mengajar

Dalam hal jalannya rapat.

  • kepala sekolah hanya bersikap sebagai fasilitator, jika ia berbicara terlalu banyak situasi akan tidak kondusif
  • membuat kesepakatan, tidak ada yang berbicara saat rekan guru lain sedang berbicara
  • hindari membagikan kertas yang banyak saat meeting, lebih baik beri akses ke google drive document yang bisa diakses bersama

banyak cara untuk menjadikan rapat sebagai cara untuk menyampaikan hal yang penting. Ciri sekolah yang sehat apat terjadwal dan semuanya diputuskan dalam rapat. Tidak ada hadirin yang mempertanyakan keputusan saat diluar rapat. Menurut anda sendiri bagaimana sikap seorang guru agar rapat di sekolah berjalan dengan lancar dan efektif? mari berbagi di kolom komentar

Kiat sukses hadapi semester baru

Learning is more important than teaching. Teaching is lesson-long, learning is life-long

http://media.viva.co.id/thumbs2/2010/03/07/86223_sd_negeri_01_menteng_663_382.jpg

Guru dan murid memerlukan persiapan yang cukup dalam menghadapi sebuah hal di sekolah sebuah hal yang saya maksud adalah event besar di sekolah. Mengawali semester yang baru juga sebuah hal yang besar di sekolah. Semester yang baru biasanya mengakhiri masa liburan di sekolah dan dalam hal ini suasana hati guru dan siswa ada dalam suasana hati masih liburan saat masuk ke sekolah. Dengan demikian diperlukan pemanasan yang cukup demi suksesnya 6 bulan ke depan. Jangankan guru baru semua guru deg an memulai semester, maunya lanjutkan libur, alias libur terus hehe.

Semester baru adalah kesempatan kedua untuk seorang guru membenahi strategi dan cara pada murid yang sama  Semester yang baru menjadi kesempatan emas untuk teguhkan prosedur dan kuatkan kesepakatan antar guru dan murid  yuk jadikan semester   menjadi ajang guru melepas murid ke tingkat berikutnya dengan senyum

Dalam bidang pengajaran saatnya lakukan

  • Pengajaran yang baik di kelas, direncanakan juga per semester , sambil di update terus setiap harinya, sebelum dan sesudah mengajar  bagi guru baru di semester
  • demam panggung mestinya sudah berkurang  di semester   tugas guru tinggal meneguhkan budaya positif di kelas, dijamin 6 bulan ke depan enjoy .
  •  di semester ini guru juga masih punya waktu, komitmen pada diri sendiri untuk jadi pendengar yang aktif .
  • tantangan semester ini, bicara lemah lembut pada siswa yang senang bikin ribut di kelas .
  • hari  pertama di semester   , ajak anak untuk buat catatan kebiasaan baik apa yang ingin dipertahankan di semester ini .
  • ajarkan siswa membuat daftar kebiasaan yang baik karena kebiasaan yang baik akan jadi karakter .
  • Sejak detik pertama kelas dimulai di semester baru, katakan pada semua murid; ‘semua saya anggap sama!’
  • mulai semester ini ajak siswa kita belajar apa yang ia sukai, sambil belajar menyukai semua hal yang ia pelajari .
  • mulai semester ini lakukan kegiatan refleksi, dari refleksi akan lahir pengajaran yang lebih efektif

Dalam bidang administrasi pengajaran

  • semester baru ini, saatnya guru komitmen untuk mencicil pekerjaan administrasi, tidak tunggu sampai se gunung.
  • jadilah guru yang tertib administrasi rencanakan kegiatan dengan google calendar dijamin tidak ada yang ter lewat .

Dalam hal memotivasi siswa

  • minggu  pertama saatnya memotivasi siswa lewat tayangan clip yang memotivasi atau buat ‘target saya semester ini’.
  • Ramuan guru efektif di kelas adalah harapan yang tinggi pada siswa nya dan pengertian dan kesabaran .
  • Biarkan murid  kita akhiri semester ini dengan rasa bangga karena merasa dirinya dimengerti dan dihargai bukan karena sekedar ranking .

Dalam hal budaya di sekolah

  • Sekolah efektif adalah sekolah yang memberi ucapan selamat datang yang hangat pada guru nya lewat pelatihan awal semester .
  • 6 bulan ke depan saatnya guru bentuk komunitas yang sehat di kelas, saling menghormati dan bekerja sama dalam hal yang baik .

Dalam hal mengelola orang tua

  • selalu berprasangka baik dan jangan pernah berasumsi,   modal utama sukses komunikasi dengan orang tua semester ini.
  • Semester baru memang menantang, guru akan berhasil dengan cara lakukan terus kebiasaan  yang baik . saatnya pikirkan lagi pertemanan dengan sesama guru, dengan siapa anda berteman menentukan karier dan cara pandang terhadap dunia pendidikan  .

Jika guru alami kebosanan dalam bekerja dan berkarier (Teacher Burnout)

Gambar

Teacher Burnout bisa diartikan sebagai kelelahan dari seorang guru dalam menjalani profesinya. Guru yang malas-malasan berbeda dengan guru yang lelah dan stress akibat beban pekerjaan yang menggunung. Teacher burnout jika dibiarkan akan membuorang guru kehilangan minat mengajar dan dunia pendidikan. Seorang guru yang terkena Teacher Burnout biasanya akan meninggalkan profesi mengajar ditahun ketiganya.

Cara terbaik untuk guru agar terhindar dari Teacher Burnout adalah dengan punya lingkaran pertemanan yang profesional di sekolah. Jika sebagai guru anda merasa senang mengajar namun merasa tidak punya harapan dan semangat, itulah ciri-ciri dari guru yang mengidap Teacher Burnout.

Pihak sekolah mesti cepat menyikapi guru yang terkena Teacher Burnout karena akan berpengaruh pada alitas mengajarnya. Guru baru atau muda pada saat mulai mengajar, segera cari mentor supaya ada yang memberi pengarahan dan petunjuk. Banyak guru yang segan berkata tidak, jadinya kebanyan pekerjaan jadi stress sendiri. Banyak guru yang sebenarnya terkena Teacher Burnout namun ia tidak sadar, jadinya siswa yang menjadi korban.

Guru yang terjebak rutinitas rawan terkena Teacher Burnout, maka ia harus mempunyai lingkungan lain selain disekolah. Guru yang senang pasang target tinggi-tinggi rentan terkena Teacher Burnout sebab ia merasa tidak berarti ketika gagal. Jauhi ruang guru yang isinya guru-guru yang jika bicara nyinyir, nyelekit, dan gemar mengeluh ini dan itu. Hidup hanya sekali, carilah teman sesama guru yang berpikir dan bersikap positif dalam kesehariannya baik dalam berkata maupun tindakannya.

Sosial media bisa berperan banyak dalam membuat guru terhindar dari Teacher Burnout dengan melakukan kegiatan blogging misalnya. Sosial media membantu guru merasa kehidupan yang sebenarnya ada diluar sana, sehingga ia menjadi tidak mudah stress dengan masalah disekolah. Sosial media membantu guru memperluas wawasan dengan cara diskusi dan mengikuti perbincangan dengan topik tertentu. Sosial media membantu guru belajar kembali tentang apa yang ia suka dan keluar sejenak dari rutinitas mengajar. Menjadi guru yang bahagia tidak hanya dibutuhkan rasa ikhlas, namun juga diperlukan sikap pandai membagi waktu dan mencicil pekerjaan.

Guru yang bahagia ukurannya salah satunya tentu kesejahteraan dan bertambah profesional ketika ia tersertifikasi. Banyak guru yang senang membawa pekerjaan ke rumah, namun dirumah tidak disentuh, dan besok paginya dibawa lagi kesekolah. Maka saat memilih menjadi guru, seseorang akan bahagia jika seimbang dalam menjalani kehidupan sosial dan profesional.

 http://wrogz.wordpress.com/2012/12/01/teacher-burnout/

Aritkel ini dikutip dari kumpulan tweet @gurukreatif

Diskusi Kurikulum 2013

Mungkin kurikulum baru masih belum disosialisasikan oleh karena itu banyak menimbulkan penafsiran berbeda di antara kalangan guru. Para pakar teknologi (pendidikan) di dalam Kementerian terkait atau dari pemerhati masalah pendidikan harus pandai menjelaskan kurikulum 2013 ini agar tidak membuat guru secara keseluruhan “panik” atau “gusar” sebelum mengamati, menganalisa, melihat banyak sisi.

Saya hanya ingin mengupas bagian TIK mengenai kekhawatiran guru TIK bahwa “TIK dihapus dari kurukulum” lalu bagaimana nasib guru TIK dengan latar belakang pendidikan bervariasi; ada yang khusus menghabiskan waktunya di bangku kuliah untuk mendapatkan spesialisasi di bidang teknologi pendidikan, ada pula yang tadinya guru biasa mengambil macam-macam ujian, pelatihan untuk melek teknologi dengan pengalamannya dan akhirnya menjadi guru TIK.

Apakah pemerintah dengan menyusun kurikulum baru 2013 tidak memikirkan segala sisi sebelum membuatnya atau merancangnya?

Tentu saja kementerian banyak dikelilingi teknisi yang ahli di bidangnya dan tidak akan sembrono merancang kurikulum yang boleh dianggap menyangkut kepentingan orang banyak termasuk mereka sendiri, para pendidik, peserta didik dan sampai ke orangtua.

Selama ini TIK sepertinya tidak berkesinambungan (embedded) dengan matapelajaran yang lain atau sama sekali dianggap terpisah oleh banyak kalangan. TIK dipandang hanya belajar komputer, bagaimana cara menggunakan perangkat lunak maupun perankat keras. Pemikiran semacam ini hanya bagian kecil dari TIK itu sendiri karena bukan semua orang yang ingin menjadi programmer ataupun mahir mengetik karena ingin menjadi juru ketik dan lain sebagainya. TIK bisa lebih dari itu sebagai alat (tool) yang bisa membantu kita dan meringankan pekerjaan kita.

Lalu apa yang bisa kita (guru TIK) pikirkan atau sesuaikan dengan kurikulum baru ini?

Walaupun sampai saat ini Kementrian Pendidikan mengusulkan kurikulum 2013 ini untuk didiskusikan dan dikritik oleh kita semua hampir pasti akan diterapkan. Kita tidak bisa berharap dan menunggu pemerintah dan diknas saja untuk melatih guru dengan begitu luasnya wilayah Indonesia mulai Sabang sampai Merauke dengan beribu-ribu pulau. Adil rasanya kalau sekolah mengadakan pencerahan melalui lokakarya, seminar, pelatihan guru untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada dan mendapatkan penjelasan dari para pakar atau ahli dan mempraktekkan dan menyebarluaskan ilmu yang mereka dapat selama kegiatan tersebut.
Sekolah seharusnya mempunyai rencana atau rancangan pelatihan guru (teacher professional development) untuk meningkatkan kemampuan guru.

Sebetulnya kurikulum yang baru ini TIK bisa diterapkan atau diintegrasikan (embedded) di hampir mapel tersebut untuk benar-benar menjadi alat (tool) mempraktekkan apa yang diajarkan di mapel yang lain.

Misalnya di jenjang pendidikan SD, apa yang orant IT bisa lakukan adalah dengan mengadakan workshop/pelatihan guru2 untuk melek teknologi agar dapat diintegrasikan di mapel lain. Misalnya, belajar tentang energi, bagaimana anak2 bisa membuat film pendek hasil wawancara anak2 dengan ortu/kepala sekolah, guru2 tentang penghematan energi listrik di rumah atau di lingkungan sekoal jadi anak2 bisa membawakannya di mapel TIK untuk dibuatkan movie sederhana dengan memakai windows mivie maker. Hasilnya bisa di-“burn” ke DVD atau CD dan dibagi ke ortu dan archive sekolah.

Sederhana bukan?

Untuk itu guru TIK tidak udah khawatir karena itu untuk kemajuan pendidikan..

Selamat tahun baru 2013 dan tetap semangat.

Penulis: Rakotoarison Louis Frederick, IT Consultant, Web Master.