Seminar mempersiapkan putra-putri yang berkarakter di era digital di Sekolah Al Falaah

Seminar mempersiapkan putra-putri yang berkarakter di era digital

Liputan seminar di  sekolah Al Falaah Bintaro Tangsel,  17 Desember 2012

Dunia digital bisa berarti dua hal, positip dan negatif, tugas guru tahu hal negatifnya, sambil suburkan hal positifnya  Kenakalan remaja sudah ada dari dulu, dunia digital punya peran menyuburkannya, lalu tugas guru apa?  Tugas guru gunakan   hal positif, supaya murid makin tahu bahwa dunia digital banyak juga positifnya. Dunia digital adalah dunia yang sangat netral, ia cuma alat yang bisa arahkan si pengguna kemana saja. Kewajiban sekolah juga mendidik ortu dengan  cara yang positif soal teknologi  Media selalu senang meliput hal yang ‘hitam’ tentang teknologi, jangan malah guru ikut-ikutan punya pandangan  sama.  Anak selalu ingin tahu, tugas lingkungan mengarahkan dengan  cara apa? yaa belajar kembali.

Ketika guru di sekolah melarang tanpa buka upaya untuk menjelaskan dan gunakan secara positif, anak akan makin terjerumus.  Smartphone/HP yang ada di kolong meja, jauh lebih berbahaya dibanding yang ada diatas meja. Anak senang internet dan teknologi, tugas orang dewasa beri contoh positif dan pantau terus dengan  cara yang baik.

Boleh anggap dunia internet adalah dunia anak, jika kita mempelajari & menggunakan semata-mata untuk  lindunginya.  Game   suka dimainkan anak, bisa sangat berbahaya jika guru & orang tua tahunya hanya melarang tanpa alasan.   Mau tahu games apa yang  murid mainkan, googling saja, lalu pertimbangkan baik buruknya. Tantangan guru/orang tua sekarang   bersikap bijak pada teknologi, yaa belajar lagi.

Pertanyaan guru/ortu masa kini pada anaknya, “kamu main games apa PB, CS apa GTA?”  Berpikir soal bagaimana membuat murid berkarakter di jaman teknologi, saya salut pada usaha Pak Dedi Dwitagama   gunakan sosial media di sekolah. Banyak sekali apps di internet yang berguna   pembelajaran  bisa diunduh di internet, tugas guru untuk kenalkan.  Perbincangan soal bagaimana berteknologi   sehat, baik dan benar mestinya jadi perbincangan sehari-hari di sekolah. Indikator yang mesti terus stand by, dalam memandang teknologi bagi ortu dan guru adalah, indikator ‘kekerasan’ dan ‘pornografi’. Guru saat ini bahkan mesti bisa tahu siswanya akan belajar bersama ke rumah siapa sbg bentuk control.  Jadilah guru yang sadar media, ia bisa berikan gambaran positif dan negatif dari setiap media & teknologi yang  digunakan siswa.  Anak-anak sekarang terpapar ‘komik’, ‘games’ dan ‘sosial media’,

yuk selalu cari sisi positifnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s