Menyelenggarakan pelatihan guru yang aplikatif di sekolah

Semua guru tidak suka pelatihan yang  umbar kata-kata di powerpoint, dan suasananya pasif dan satu arah

Dahulu pelatihan guru tiba-tiba jadi sangat penting saat sekolah ingin tingkatkan status dari nasional jd RSBI dan lain sebagainya. Saat ini pelatihan guru jadi darurat juga mengingat pemerintah ingin kurikulum 2013 jalan terus. Bagi guru dan sekolah, pelatihan sangat penting, ibarat HP guru juga perlu di’charge’ supaya semangat dalam mengajar.  Sayangnya pelatihan guru biasanya ‘hit and run’ alias materinya menempel sebentar terus hilang entah kemana . Belum lagi tema pelatihan yang datangnya dari atas alias dari pemilik atau pimpinan sekolah, guru semakin kurang tertarik.

ciri pelatihan guru yang efektif adalah

  • pembicara atau fasilitatornya adalah guru juga
  • berisi tips & trik aplikatif supaya langsung bisa diterapkan
  • guru dimotivasi lewat grafik, film dokumenter, artikel terkini di koran serta hal lain yang membuat guru bersedia belajar dan berubah

Ramuan pelatihan guru yang aplikatif adalah

  • motivasi 10%
  • tips & trik mengajar 70%
  • background teori 20%.

Sekolah boleh memotivasi habis-habisan gurunya agar semangat mengajar & cinta pada profesinya, namun tetap hal  yang aplikatif  yang tetap dinanti.

Sekolah ingin guru cepat paham kurikulum 2013 ? hindari pelatihan yang  fasilitatornya bicara soal latar belakang undang-undang saja.

Sekolah yang efektif sandarkan perkembangannya pada pengembangan kompetensi gurunya . Jika sekolah sadar akan artinya pengembangan kompetensi guru bagi kemajuan sekolah, maka sekolah akan sibuk lakukan perencanaan dan pemetaan. Sekolah punya tabel jenis pelatihan apa saja yang  sudah dan mesti guru ikuti dengan demikian semua terencana.

Tipe pelatihan guru adalah seminar, workshop, mini workshop — waktunya berkisar 15 menit sampai satu hari (8 jam). Cara terbaik untuk adakan pelatihan guru, tanya dahulu guru mau topik apa dan apa alasannya? Pelatihan guru cuma salah satu dari cara guru belajar kembali sebagai role model bagi siswa as a ‘learner’.

Untuk itu jauh lebih penting utamakan tumbuhnya sekolah sebagai ‘komunitas pembelajar’ . Kalau budaya komunitas pembelajar sudah tumbuh, presenter pelatihan akan datang dari dalam. Salah satu  yang membuat stress dlm penerapan kurikulum 2013 adalah pelatihanya, kapan saya & sekolah saya kebagian?

Padahal jika sekolah punya budaya sebagai komunitas pembelajar, kurikulum apapun bakal ‘lewat’ hehe. Cara terbaik belajar dgn mengajarkan, anda guru sekolah bagus atau internasional? bagilah ilmu pada rekan guru sekitar sekolah . Menuntut  negara sebagai pihak yang mempunyai kebijakan kurikulum 2013 untuk minta dilatih boleh saja, sambil pecahkan sama-sama  di sekolah sebagai komunitas

2 thoughts on “Menyelenggarakan pelatihan guru yang aplikatif di sekolah

  1. Benar pak Agus, pelatihan yang tidak aplikatif hanya membuat guru tambah bingung.
    Ada tips dan triknya ga Pak bagaimana menciptakan sekolah itu komunitas pembelajar ? karena terkadang sulit sekali membuat para guru itu sadar akan pentingnya belajar.

  2. Setuju pak Agus. Benar, sebaiknya pelatihannya menggunakan metode eksperiensial, jadi memanfaatkan pengalaman sesama rekan guru. Mungkin sifatnya ke arah sharing, tukar pikiran/diskusi, dalam suasana yang lebih informal dan tidak kaku, diseling dengan permainan/pemecah kebekuan, sehingga tidak membosankan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s