Dari guru laskar pelangi menjadi guru yang melek teknologi

 “Bu Muslimah tokoh yang ada dalam Laskar Pelangi adalah guru yang berusaha menjadikan kelas yang diajar atau yang menjadi tanggung jawabnya adalah gambaran dari empatinya yang besar terhadap siswanya. Dengan atau tidak adanya fasilitas tidak membuat surut semangatnya untuk menhadirkan yang terbaik bagi siswa. Caranya adalah menempatkan diri sebagai siswa, dengan demikian guru akan mengatur kelas sesuai kebutuhan siswa dan yang terpenting sabar jika ada siswa yang berbuat kesalahan saat belajar. Guru seperti beliau mencoba mensyukuri apa yang ia punya dan miliki di sekolah dan kelasnya. Beliau tidak sibuk menyalahkan pihak lain atas keterbatasan yang ia alami tapi malah menggerakkan dirinya untuk mengambil manfaat dan mangoptimalkan semua yang ada. Baik itu sumber pembelajaran, orang yang punya pengetahuan sampai lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.”

Istilah guru “Laskar Pelangi” mengacu pada guru-guru yang ikhlas dan berusaha berjuang di tengah keterbatasan dalam mendidik murid-muridnya. Istilah tersebut mengacu pada guru –guru yang ada di film Laskar Pelangi yang diangkat dari kisah nyata Indonesia di awal orde baru. Profil guru yang ada dalam kisah dan film tersebut  berusaha sekuat tenaga dan dengan segala cara dan strategi ditengah keterbatasan untuk membuat siswa yang berasal dari keluarga yang berbeda latar belakang dan kehidupannya untuk mau berusaha dengan gigih ditengah kesulitan hidup yang menghimpit. Dalam film itu digambarkan profil guru yang mengajar dengan hati sekaligus memotivasi agar siswanya menjadi insan yang punya harapan dan impian untuk dikejar dalam kehidupannya.

Bertahun berlalu dari masa di mana cerita laskar pelangi berlangsung. Di jaman sekarang masih banyak guru yang bekerja dan mengajar dalam keterbatasan. Keterbatasan yang guru-guru sekarang alami pun sekarang tidak jauh beda dengan profil ibu guru Muslimah yang ada di Laskar Pelangi. Mereka alami kesulitan dalam bahan sumber pengajaran, dukungan masyarakat yang kurang serta campur tangan pemerintah yang minim untuk membantu mensukseskan tujuan pendidikan di tempat mereka mengajar. Namun mereka memiliki semangat yang tinggi untuk mengabdi kepada negeri guna meningkatkan kualitas pendidikan generasi masa depan bangsa.

Di era Teknologi seperti sekarang ini istilah guru Pahlawan tanpa tanda jasa masih tetap berlaku. Semboyan tersebut dapat kita sematkan pada guru-guru yang memiliki semangat juang dan semangat belajar yang tinggi. Seperti di daerah-daerah terpencil di desa-desa yang jaraknya jauh dari perkotaan  namun banyak guru yang mau belajar teknologi mereka mau belajar dan mau berubah. Guru seperti itulah yang diperlukan untuk merubah bangsa. Di jaman teknologi seperti sekarang ini kemauan belajar seorang guru patutlah dihargai. Terutama jika ia seorang guru senior dan ia adalah sosok yang  mau mencoba hal baru, walaupun sudah berumur masih mau mengetik pelan-pelan dan mencoba hal baru dengan lap top yang mungkin dimilikinya dengan cara mencicil. Sementara itu banyak sekali  guru-guru yunior yang senang berbagi ilmu yang ia ketahui dalam bidang IT pada guru senior atau orang lain lewat internet, blog atau akun social media yang dimilikinya. Semangat kepahlawanan dan pengorbanan selalu berkorban dalam diri mereka karena mereka yakin bahwa apapun yang mereka lakukan sekecil apapun tentu akan memberikan kontribusi pada peningkatan harkat dan martabat bangsa. Mereka sadar betul jika guru sadar teknologi maka akan menjadi contoh bagi penggunaaan teknologi yang sehat bagi muridnya. Sosok guru yang seperti ini lah yang pastinya memerlukan dukungan penuh dari kita semua.

Indonesia sangat bangga dengan guru-guru yang selalu belajar dan belajar demi meningkatkan profesionalitas dan kompetensinya demi satu tujuan generasi Indonesia yang lebih baik dimasa datang. Majulah guru Indonesia majulah pendidikan di Nusantara.

Posted in Tak Berkategori

One thought on “Dari guru laskar pelangi menjadi guru yang melek teknologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s