Tema tulisan di bulan September, ‘Sekolah unggulan’

Dahulu sekolah ungggulan itu berarti nem lulusannya tinggi-tinggi anaknya cerdas secara akademis, guru-gurunya berdisiplin (baca; galak), gedung sekolahnya angker dan orang tua kurang punya hak untuk bersuara apalagi ‘komplain’. Beberapa kriteria di atas hanya merujuk pada aspek akademis dan aspek disiplin dengan ketakutan serta komunikasi yang satu arah. Padahal sekolah unggulan jaman sekarang jauh dari kesan demikian. Sekolah unggulan adalah sekolah yang menekankan pada aspek berikut ini;

  • hubungan komunikasi antara semua elemen di sekolah (guru, orang tua, murid, yayasan dan masyarakat sekitar) setara dan terjalin dengan baik. Sekolah punya terbitan internal maupun eksternal yang berisi hal apa saja yang terjadi di kelas sebagai kabar kepada orang tua. Sekolah fasih dalam memanfaatkan sosial media (facebook, twitter dan lain sebagainya) untuk sarana komunikasi sekaligus branding sekolah ke dunia luar.
  • kepemimpinannya (kepala sekolah dan yayasan) sibuk berinovasi, merencanakan arah ke depan dan bersemangat dalam memudahkan guru untuk lakukan inovasi serta mengajar dengan kreatif dan profesional. Pimpinan di sekolah tampil sebagai pribadi dan institusi yang senang membuat sistem yang memungkinkan guru dan siswa tampil sebaik mereka mampu tanpa khawatir tidak didukung oleh sekolah.
  • sekolahnya bernuansa komunitas belajar, guru sibuk belajar serta merencanakan agar bisa mengajar dengan kreatif, murid sibuk bersosialisasi dengan sehat dan belajar dengan gaya belajar yang ia sukai, kepala sekolah adalah seorang ‘chief of learner’ atau ketuanya para pembelajar.
  • sekolah bersikap terbuka sekaligus berhati-hati terhadap perkembangan teknologi. HP dan sejenisnya dibolehkan, malah dicarikan jalan keluar agar guru bisa menggunakannya dalam pembelajaran.  Sekolah berhati-hati agar kesenangan siswa dalam bidang teknologi tidak membuat mereka tidak terlibat kesulitan di kemudian hari.
  • Sekolah bersikap adil pada semua guru, semua guru dianggap karena ide dan sumbangsihnya bagi perkembangan sekolah. Semua guru dilatih agar bisa menjadi pemimpin yang baik, sekaligus ‘follower’ atau pengikut yang supportif bagi perkembangan sekolah.
  • Sekolah selalu mengusahakan agar orang tua gampang dan mudah saat berurusan dengan sekolah, sekolah menjaga kepercayaan orang tua dengan bersikap transparan dan terbuka bagi masukan, guru selalu difasilitasi agar tersedia kebutuhannya dalam mengajar, sekolah bekerja sama dengan masyarakat di sekitar sekolah agar sekolah menjadi rahmat bagi masyarakat sekitar bukannya malah dibenci karena membuat macet dan tawuran siswanya.
  • Sekolah punya cara untuk berkontribusi pada tingkatan masyarakat yang lebih besar. Sekolah mendukung guru dan muridnya untuk mengikuti lomba, berbicara di seminar serta menjadikan sekolahnya sebagai sekolah laboratorium yang bersedia berbagi dengan sekolah lain dalam hal metode dan strategi terkini dalam proses belajar mengajar.

Demikian hal yang akan saya tulis selama bulan September, tujuan saya agar seluruh sekolah di Indonesia senang untuk berubah menjadi sekolah unggulan yang benar-benar unggul dalam hal melayani siswa sebagai pembelajar dan berorientasi pada perubahan jaman.

Posted in Tak Berkategori

9 thoughts on “Tema tulisan di bulan September, ‘Sekolah unggulan’

  1. barangkali sudah di bahas oleh BSNP mengenai standar pengelolaan sekolah dan standar-standar lainnya termasuk standar prosesnya, sekaligus standar penilaiannya.
    sayangnya meskipun standar-standar kompetensi dah dibuat ternyata gagal hanya karena legalitas MENCONTEK dan KATROL NILAI.

    Ohya ada info baru buat siswa yang kesulitan pembagian bersusun ada cara yang NON POROGAPIT. silahkan bapak pelajari pada link ini:

    http://kalkulatordakon.wordpress.com/2012/09/29/3

    saya banyak artikel tulisan pribadi pada blog saya tentang pendidikan dan masa depan bangsa kita.

    http://kakonindonesia.wordpress.com/2012/08/04/katrol-nilai-korupsi-proses-pendidikan

    trims

    1. Yes pak Apri, belum banyak pengelola lembaga pendidikan yg senang berproses, jika yg dicari hanya hasil maka seperti itulah hasilnya. Saatnya menghargai pencapaian yg didapat dgn kejujuran.

      Thanks for the link pak Apri

  2. Pak Agus….. saya Istianah dari Malang yang hendak menulis disertasi terkait budaya belajar guru yang kami fokuskan pada guru-guru berprestasi .Menurut kami bahwa guru berprestasi adalah guru yang memamng mau berubah dan memaknakan apa yang ia lakukan dalam proses pembelajaran. Terkait dengan biografi bapak, berkenankah bapak untuk untuk menjadi teman sharing saya terkait fokus ini….. Mohon tanggapan dan sebelumnya diucapkan maturnuwun.

    1. Apa kabar bu Istianah, dengan senang hati bu, doa saya semoga lancar disertasinya.
      Ada dua hal yg mesti guru lakukan di jaman informasi yg makin cepat dan murid akrab sekali dgn teknologi.
      1. Guru bersedia belajar kembali dan fokus pada bagaimana cara, strategi, pendekatan dalam menyampaikan dan bukan sekedar isi yg ingin disampaikan.
      2. Bersedia utk menjadi pribadi yg reflektif artinya ia memaknai semua perjalanan karier profesionalnya sbg guru. Menulis di blog adalah salah satu cara ia menulis apa yg sudah atau belum berhasil. Saat mencoba kreatif mencoba strtegi baru di kelas, ia adalah seorang yg bisa bedakan antara kesalahan dan kegagalan. Kesalahan mesti diartikan sebagai belajar, dan kegagalan mesti diartikan sbg sukses yg tertunda.

      Demikian sharing dari saya

      1. Maturnuwun pak…… dari pengalaman pribadi bapak sebagai sosok yang sudah mampu berubah… adakah cara atau kebijakan atau apapun yang menginspirasi perubahan bapaka tersebut dan sekolah harus melakukan apa untuk itu…. Mohon sharingnya kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s