Resep lakukan praktek mikro teaching dengan sukses

Saat seorang guru ingin melamar untuk menjadi seorang pengajar di sebuah sekolah setelah lolos tes ini dan itu, tes selanjutnya adalah melakukan mikro teaching. Dengan mikro teaching seorang guru dilihat seberapa efektifnya ia sebagai seorang guru dalam merencanakan dan melaksanakan pengajarannya di kelas. Sebagai sebuah praktek micro teaching juga berguna sebagai sarana sesama guru untuk saling belajar. Terbukti saat PLPG yang berlangsung 10 hari, sebanyak 300 an peserta dibagi menjadi kelas berisi 30 orang, kemudian akan dibagi lagi untuk melakukan mikro teaching menjadi 10 orang. Berikut ini adalah gambaran persiapan dan pelaksanaanya mudah-mudahan berguna saat anda ingin lakukan mikro teaching.

Persyaratan teknis mikro teaching;

  • Ada guru dan peserta yang berperan sebagai murid. Kalau anda kenal dengan peserta yang akan jadi muridnya, boleh kompakan dulu, siapa yang mau jadi anak yang ‘aktif’ sampai yang ‘lambat’ belajarnya.
  • Ada Silabus sebagai kerangka kerja dan RPP sebagai peta dan penjelasan tahap demi tahap dalam pembelajaran.
  • biasanya durasinya 20 sampai 35 menit, satu RPP tuntas dijalankan

beberapa hal lain yang patut menjadi perhatian adalah;

  • Micro teaching membutuhkan guru yang konsisten, jika RPP nya menggunakan model inkuiri namun jangan sampai saat praktek mengajarnya ‘ceramah’nya  justru malah banyak dan mendominasi.
  • Ukuran keberhasilannya pada seberapa aktifnya kelas, bukan RPP silabus yang segunung
  • Micro teaching ukuran keberhasilanya ada pada melibatkan siswa, penggunaan media & strategi belajar
  • jika anda akan mengajar anak TK semakin aktif suasananya, semakin berhasil anda
  • pilih waktu pengajaran anda, jika memilih waktu pagi hari maka berikan suasana pagi hari saat mikro teaching misalnya dengan membuat yel yel khas pagi hari, jika anda memilih memeragakan pelajaran di siang hari jangan langsung memulai pelajaran, selingi dengan permainan dulu 3 menit baru dimulai pelajaran.
  • Boleh juga bawa makanan kecil, atau stiker sebagai hadiah bagi kuis dadakan saat mikro teaching, dijamin peserta yang jadi murid anda akan riang gembira.

Hal yang saya lakukan saat melakukan praktek mikro teaching adalah;

  • mempersiapkan Silabus dan RPP mata pelajaran, kebetulan saya memilih pembelajaran bahasa Indonesia
  • saya mempraktekan semboyan ‘begin with the end in mind’, yang saya inginkan adalah murid (peserta) bisa melakukan penulisan kreatif  mengenai cara penanggulangan sampah dengan stimulasi  lewat video clip ‘Toughest Place to be a Bin Man’.
  • Membuka pembelajaran seperti biasa, lakukan apresepsi, minta murid untuk melakukan game round robin, berdasarkan gambar yang berbeda soal sampah, murid diminta untuk menuliskan kata kunci sebanyak-banyaknya, ini berguna agar murid mendapatkan kosa kata dan ide sebanyak-banyaknya soal sampah.
  • Menyiapkan alat peraga, saya menyiapkan gambar-gambar dalam kertas A3, peraturan menulis untuk kelas 4 (pengunaan tanda baca dan lain sebagainya)  termasuk gambar bagaimana cara pengelolaan sampah yang baik.
Iklan