(Seri Refleksi Tahun Ajaran 2011-2012) Manajemen kelas

Keberhasilan guru bisa dinilai lewat cara ia membuat suasana yang membuat siswanya senang belajar dan bergairah untuk belajar. Selama tahun ajaran 2011-2012 saya mendapatkan beberapa siswa yang membutuhkan perhatian yang lebih. Hal ini berpengaruh pada suasana di kelas secara keseluruhan. Untuk membuat satu tahun mengajar saya berlangsung lancar beberapa hal yang akan menjadi perhatian saya antara lain;

1. Jalankan strategi 6 minggu pertama untuk meneguhkan prosedur dan rutinitas. Seminggu pertama adalah saat yang kritis untuk meneguhkan kesepakatan yang dibuat antar guru dan siswa. Jika di minggu pertama berlangsung dengan sukses maka dijamin setahun akan lancar.
2. Di minggu pertama juga saya akan membuat semua murid baru di kelas saya sadar akan rutinitas dan prosedur. Misalnya cara berbaris, cara bersuara di kelas, cara mengambil buku, cara meminta izin ke toilet dan lain-lain, kesemuanya diteguhkan selama 6 minggu pertama.
3. Gunakan penggunaan kata-kata dengan efektif, jika ada siswa yang melanggar diperingatkan dan diberikan konsekuensi. Sikap ini membutuhkan konsistensi dan kemauan terus menerus dari pihak guru untuk meneguhkan prosedur
4. Di tahun ajaran depan saya akan kembali menggunakan pendekatan ‘tegas dan ramah’ pada semua murid saya. Pada siswa yang membuat keributan atau menghambat pembelajaran, peringatan dan pembicaraan khusus akan dilakukan diluar kelas, bukan didalam kelas. Hal ini untuk menghindarkan murid yang sudah baik tidak merasa dirinya dimarahi.
5. Saya akan gunakan pendekatan nomor dan nama, artinya untuk kesempatan yang singkat dan tidak membutuhkan nama saya akan gunakan nomor. Setiap siswa akan mempunyai nomornya masing-masing sesuai nomor absen.
6. Di satu bulan terakhir, saya rasakan suasana kelas menjadi tidak terkendali dengan tingginya nada suara murid-murid di kelas. Mungkin saja suasana permainan yang seru diluar membuat suasana menjadi terbawa, untuk itu saya akan belajar tehnik relaksasi agar siswa yang baru datang dari bermain atau olahraga akan segar kembali.
7. Suasana kelas yang tidak kondusif banyak terjadi di tahun ajaran kemarin misalnya, siswa yang berteriak, bekejar-kejaran di dalam kelas. Hal ini membuat guru menjadi sulit untuk mendiamkan dan membuat suasana yang tidak kondusif. Hal yang saya akan lakukan adalah meneguhkan prosedur cara mendiamkan siswa antara lain dengan cara menghitung, bertepuk tangan (walau cara ini di ikuti oleh siswa) atau dengan cara mengangkat tangan kesemuanya mengacu pada membuat suasana kelas menjadi tempat yang enak untuk dijadikan tempat belajar.
8. Di tahun ajaran kemarin pula saya mengalami murid yang punya kemampuan lebih menolak untuk melakukan tugas yang lain, mereka akhirnya memilih ngobrol dan membuat suasana kelas jadi tidak kondusif. Untuk siswa seperti ini ditahun ajaran depan saya akan membuatkan lembar kerja khusus untuk mereka. Bentuknya bisa macam-macam dari soal matematika yang lebih sulit sampai pekerjaan yang merupakan pilihan mereka sendiri. ‘lets keep them busy’.

About these ads

Satu gagasan untuk “(Seri Refleksi Tahun Ajaran 2011-2012) Manajemen kelas

  1. menasehati sisrwa yang melanggar peraturan tidak didepan siswa lain , mendiamkan kegaduhan dengan hitungan dan tepuk tangan serta telapak tangan membuat simbul diam sudah kami lakukan .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s