Tulisan mengenai blog ini di blog Bapak Putra Sampoerna

puterasampoerna.com

KATA orang, hidup tak akan berarti tanpa mimpi. Hidup menjadi kurang bermakna tanpa tujuan dan motivasi yang tinggi. Pun halnya dalam melakukan sesuatu, mengeja masalah, lalu kemudian memecahkannya. Membenamkan diri pada hal yang disukai misalnya, adalah salah satu cara mencintai dan berdedikasi. Termasuk pada pekerjaaan yang kita geluti sehari-hari. Apapun pekerjaan kita di luar sana, menjalaninya dengan hati adalah salah satu kunci atas pencapaian tertinggi. Lalu pertanyaannya, seberapa besar irisan hati yang kita bagi?

 

Menyambung tulisan saya mengenai pengajar muda dari Indonesia Mengajar di postingan sebelumnya, kali ini saya ingin mengangkat tentang salah satu guru terbaik yang dimiliki negeri ini: Agus Sampurno.Mengapa sosok yang kesehariannya mengajar di salah satu sekolah dasar di Jakarta ini menarik?Pertama, bidang yang ia tekuni sejalan dengan salah satu pilar Putera Sampoerna Foundation, yaitu pendidikan. Profesi menjadi guru sudah tentu merupakan kontribusi nyata seseorang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedua, menjadi guru kreatif yang berusaha menjawab tantangan persoalan pendidikan, khususnya di sekolah dasar bukanlah hal yang sederhana.
Kompleksitas masalah pendidikan ini sulit didedah jika kita tidak berdiskusi tentang konsep pendidikan hingga level paradigma. Dan ketiga, tenggelam sekaligus menggali intan di dasar keilmuan keguruan tentu membutuhkan loyalitas tinggi serta ketekunan yang berbeda. Mengingat hal ini merupakan sesuatu yang tidak banyak dilakukan oleh, bahkan, mereka yang berprofesi sebagai guru itu sendiri.Jika kita sepakat bahwa kualitas pendidikan suatu negara juga dapat diukur dari kualitas lulusan maupun sang pengajar, maka Agus Sampurno adalah salah satunya. Melalui blog yang ia kelola sejak 2007 itu, ia berbagi  solusi serta inovasi sistem pengajaran yang cukup menarik. Ia membangun ruang diskusi dan demokrasi bagi para guru yang juga ingin berbagi pengalaman mengajar.
Tulisan-tulisannya juga banyak bercerita tentang teori-teori pendidikan, strategi pengajaran efektif, integrasi teknologi dengan pembelajaran, serta tips-tips yang mudah diterapkan dalam kegiatan mengajar sehari-hari di sekolah.Saya juga setuju dengan cara mengajarnya yang memang sedikit berbeda. Ia hanya melontarkan beberapa pertanyaan lalu membiarkan siswanya berani tampil dan menjelaskan jawabannya kepada kawan-kawan sekelasnya. Baginya, cara tersebut membuat kelas menjadi “ramah” secara intelektual karena memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk mengeksplorasi ilmu.
Menurut saya, hal ini sangat penting, karena dengan cara ini, seorang guru dapat merangsang kemampuan analisa, rasa percaya diri, maupun kemampuan public speaking dari masing-masing muridnya.Mengamini pepatah apa yang kita tanam adalah apa yang kita tuai, tepat pada perayaan On Off tahun lalu, ternyata Agus Sampurno, si guru kreatif ini pun meraih Juara Guraru Award ACER 2011 mengalahkan lebih dari 200 peserta lainnya.
Award ini sendiri diberikan khusus kepada guru-guru yang telah berdedikasi dengan memanfaatkan teknologi.Melihat apa yang telah dilakukan Agus Sampurno, pikiran saya kemudian tertuju kepada salah satu inisiatif PSF dalam mencetak guru-guru berkualitas dunia melalui Sampoerna School of Education (SSE). Sejak pertama kali didirikan pada 2009, kampus ini sengaja didesain untuk mencetak guru guru berstandar internasional, termasuk aware dengan pemanfaatan ICT seperti yang dilakukan oleh Agus Sampurno tadi. Kelak jika mereka lulus dan terjun ke sekolah sekolah, mereka mampu bersaing secara internasional dalam memberikan pengajaran yang berkualitas tinggi.Jika semua pihak saling bersinergi dalam memajukan kualitas guru, maka pendidikan nasional yang berkualitas tentu bukanlah sebuah keniscayaan. Pemerintah, swasta, serta semua masyarakat termasuk keluarga, sangat berperan penting dalam mewujudkan cita cita undang undang dasar kita. Bahwa pendidikan berkualitas merupakan hak setiap penduduk Indonesia
Bagaimana menurut Anda?

Putera Sampoerna

Posted in Tak Berkategori

4 thoughts on “Tulisan mengenai blog ini di blog Bapak Putra Sampoerna

  1. Peranan guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu faktor yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pemuda pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

    1. Wah benar sekali pak Sugeng, betapa guru ada dalam setiap perubahan besar yang terjadi di republik ini. Terima kasih atas komentarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s