Pemanfaatan TIK dan sosial media dalam pembelajaran

Seminar yang merupakan pembuka dari deklarasi IGI cabang Bogor pada tanggal 28 April 2012 dihadiri oleh guru yang ada di Bogor dan sekitarnya.  Ada dua hal atau tema besar yang dibahas dalam acara workshop kali ini. Yang pertama adalah bagaimana meningkatkan kemauan guru untuk menggunakan teknologi dan yang kedua adalah mengubah pandangan guru dalam memandang social media untuk pembelajaran.

Guru yang hadir saya ajak untuk menelaah kembali hal-hal apa yang sudah atau belum mereka lakukan di kelas. Karenanya dalam membuat teknologi akrab di kelas dan menjadi andalan dalam membuat murid jadi semakin sennag belajar perlu prinsip sebagai berikut

  • menerapkan konsep tutor sebaya

Biarkan siswa saling mengajari keterampilan teknologi satu sama lain, hal ini akan mengubah suasana di kelas menjadi suasana para ahli mengajari ahli lainnya. Konsep tutor sebaya juga membuat siswa yang tadinya tidak mempunyai ‘hak suara’ di kelas menjadi siswa yang berkemampuan mengajarkan orang lain dan dimulai dari temannya sendiri

  •  Mulai dari hal yang menyenangkan

Saya hargai niat baik dari guru jika ingin menerapkan teknologi dikelas, namun mulailah dengan hal yang menyenangkan  Dijamin anda sebagai guru semakin percaya diri dalam mencoba hal lain yang lebih sulit. Mencoba dengan hal yang menyenangkan misalnya; membuat grup di FB lalu biarkan murid menjadi anggotanya atau menggunakan HP di kelas untuk menghitung (kalkulator) atau mengirimkan sms sebagai alternatif pengmpulan PR

  • Menerima kenyataan bahwa murid lebih pandai dalam hal penggunaan teknologi.

Dengan menerima kenyataan anda jadi lebih mudah mengajar mereka. Jika murid anda 40 orang anda jadi punya 40 orang asisten dan 40 orang tempat untuk bertanya. Bertanya pada siswa akan makin membuat siswa yakin bahwa gurunya adalah orang yang mau dan senang belajar.

  • Senang berbagi situs yang menarik pada sesama guru, senang bertanya pada guru yang lebih yunior dalam menggunakan teknologi.

Berbagi situs pada sesama guru adalah sebuah hal yang sangat professional yang bisa anda lakukan saat ini sebagai guru. Berbagi situs berarti berbagi pengetahuan, berbagi situs berarti  anda adalah pengguna internet yang aktif dan seorang guru yang senang akan hal baru demi meningkatkan mutu belajarnya dikelas. Bertanya pada guru yunior juga sebuah hal yang bagus dan baik sekali, guru menjadi bisa selalu memperbaharui pengetahunannya tentang teknologi. Pertanyaan yang anda ajukan bisa dimulai dari masalah pemeliharaan laptop atau bagaimana membuat password yang gampang diingat sekaligus aman.

Keempat hal diatas saya sudah terapkan dan saya percaya bisa mempercepat proses integrasi dan pemanfaatan TIK di kelas. Bicara mengenai pemanfaatan TIK  belum lengkap rasanya jika belum memasukkan penggunaan social media dalam dunia pendidikan dan pembelajaran di kelas. Beberapa resep yang saya hadirkan kepada guru yang hadir adalah;

  • Jika guru saja sebagai orang dewasa menyukai social media (FB dan sejenisnya) apalagi siswa.

Masih banyak guru yang beranggapan social media hanya untuk orang dewasa saja. Dengan alasan bahwa social media bisa membuat siswa malas belajar bahkan sampai lupa waktu. Padahal jika guru mau mulai mau mengintegrasikan mencoba maka akan lain lagi ceritanya. Siswa akan lebih semangat dalam belajar karena ia merasa guru mengerti dunianya.

  • Gunakan cara pandang murid kita terhadap social media

Sosial media untuk murid kita sekarang benar-benar dirasa mengubah dan mewarnai hidup mereka. Hal ini terjadi dikarenakan sifat social media yang merupakan ‘percakapan’. Sebuah hal yang saat ini jarang ditemui di kelas-kelas kita sekarang ini. Banyak sekali guru yang masih menerapkan pola komunikasi satu arah.. Jika guru menggunakan cara pandangnya terhadap social media maka ia akan sama senangnya dalam mengeksplorasi segala hal yang ada dan menjadi keistimewaan dalam social media sebagai alat pembelajarannya di kelas.

  • Cara pandang anda terhadap sosial media berbanding lurus dengan situasi di kelas anda

Dalam beberapa kesempatan saya pernah berbicara dengan guru yang marah sekali karena dibicarakan oleh muridnya di social media. Dalam kasus ini guru menyalahkan siswa mengapa begitu kurang ajarnya memaki-maki gurunya di social media sementara tidak pernah mau mengatakan apa yang dirasakannya langsung kepada guru yang bersangkutan.

Menurut saya hal ini bisa terjadi karena guru lebih banyak memonopoli komunikasi di kelas sedangkan murid jarang dibiarkan punya kesempatan berbicara serta mengutarakan secara santai apa yang dirasakannya.

Sebaliknya guru yang senang menggunakan social media biasanya dalam kesehariannya bersikap demokratis dan saat yang sama menerapkan prinsip ‘tegas dan ramah’ kepada siswanya.


Agus Sampurno
Educational Blogger | Educational Motivator | Teacher Professional Development Program Facilitator | Global Jaya International School Teacher Indonesia
+62-21- 745 – 7562 | +62-813 -155 – 90729 | https://gurukreatif.wordpress.com | agus@globaljaya.com | a.sampurno@gmail.com | twitter : gurukreatif

About these ads

Satu gagasan untuk “Pemanfaatan TIK dan sosial media dalam pembelajaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s