Selamat datang tahun 2012, ini adalah refleksi saya

Setiap tahun berganti semua orang yang ingin maju mesti punya solusi. Menyitir kata kata @uripkalteng resolusi berarti re solusi atau mencari solusi dari hal yang belum berhasil di tahun sebelumnya. 2011 adalah tahun yang unik berat sekaligus juga membahagiakan. Sepanjang karier saya sebagai guru belum pernah saya rasakan tahun yang begitu mengguncang dan membuat diri saya ingin berbuat lebih dan belajar lebih dari sebelumnya. Sebelum beresolusi ada baiknya saya berefleksi terlebih dahulu. Berikut ini adalah refleksi saya;

1. Di tahun 2011 saya belajar dan meningkatkan kompetensi sebagai guru dengan cara yang saya suka dan menggunakan waktu luang yang saya punya. Caranya? Saya gunakan twitter. Di twitter saya punya banyak kenalan guru yang kemudian sering saya simak refleksinya. Lewat twitter sering saya dapatkan juga link menarik mengenai pendidikan dan strategi mengajar yang direkomendasikan oleh para pendidik di belahan dunia lain. Twitter juga membuat saya fokus dan cepat mengetahui trend terkini dalam dunia pendidikan. Sebuah hal yang sangat berharga mengingat sebelum ada sosial media guru hanya mendapatkan isu serta masalah pendidikan terbaru lewat pelatihan yang paling banyak diadakan 4 kali dalam setahun ajaran.

2. Jika di tahun sebelumnya saya masih mempertanyakan kegunaan dari administrasi kelas (paper work) yang sedemikian banyak. Di tahun 2011 saya sudah bisa menerima dan kemudian punya strategi dan cara khusus dalam menangani administrasi kelas yang sepertinya tidak ada habisnya. Resepnya kerjakan saat itu juga dan hindari menunda-nunda. Hal yang saya maksud sebagai administrasi kelas antara lain membuat rencana pembelajaran dan membuat penilaian yang komprehensif untuk siswa saya, serta mengerjakan tugas tugas lain diluar tugas saya mengajar di kelas. Hal yang saya pelajari dari situasi di atas adalah atasan kita dalam hal ini kepala sekolah tidak melihat pekerjaan yang sempurna, namun mereka ingin melihat apakah kita sudah ikut arus perubahan kearah yang lebih baik atau belum. ‘Done is better than perfect’

3. Saya berusaha berubah dari guru yang ‘negatif’ menjadi guru yang ‘positif’. guru yang negatif yang saya maksud adalah guru yang terus menerus mempertanyakan kebijakan sekolah dan cenderung mengerjakan sesuatu karena kewajiban bukan karena kerelaan dan prasangka baik. Semua orang suka dengan guru yang ‘positif’ karena berada di sampingnya kita akan menjadi optimis dan semakin mantap menapaki karier sebagai guru. Sebaliknya guru yang ‘negatif’ cenderung mempertanyakan semua hal di sekolah dan bukannya menjadi bagian dari penyelesaian masalah malah menjadi bagian dari masalah.

4. Di tahun 2011 juga saya belajar untuk mempergunakan teknologi dalam pembelajaran dengan efektif. Artinya saat saya minta siswa saya menggunakan komputer bukan karena memanfaatkan waktu kosong namun semuanya direncanakan terlebih dahulu demi hasil yang maksimal. Saya menyadari ciri-cirinya kita sudah memanfaatkan teknologi dengan baik adalah jika siswa merasa tertantang dan menikmati pembelajaran kita di kelas. Siswa akan meminta pekerjaan lebih jika ia sudah cepat selesai karena itu berarti guru belum merencanakan dan membuat skenario pembelajaran dengan baik.

Saya percaya sekali bahwa guru yang berhasil adalah guru yang bersedia untuk belajar dari hal yang sudah dilakukannya. Guru yang reflektif akan merasa bahwa hal yang paling berharga adalah bukan keberhasilan dalam mengajar tetapi juga proses atau jalan untuk mencapai keberhasilan.

4 hal di atas adalah refleksi saya, bagaimana dengan anda?

Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s