Three teachers receive ‘New Era’ (Guru Era Baru) awards

Published on The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com)
Three teachers receive ‘New Era’ awards

The Jakarta Post   |  Sun, 12/04/2011 8:58 PM  |  National

 

Guraru winners: (Left to right) Public relation specialist of Acer Indonesia Astrid Irawati Warsito, Guraru 2011 winners Agus Sampurno and Wijaya Kusumah, Guraru 2010 winner Urip.

Guraru winners: (Left to right) Public relation specialist of Acer Indonesia Astrid Irawati Warsito poses with Guraru 2011 winners Agus Sampurno and Wijaya Kusumah, and Guraru 2010 winner Urip.

Three teachers received the 2011 New Era Teacher (Guraru) awards from Acer Group Indonesia on Saturday.

The recipients are: Wijaya Kusumah from SMP Labschool junior high school in Jakarta, Sawali Tuhusetya of SMP 2 junior high school in Kendal, Central Java, and Agus Sampurno from SD Global Jaya elementary school in Jakarta.

They each received an Acer product, a cash prize and a one-year contract with Acer to become speakers in seminars on the use of information technology (IT) in teaching and learning activities in schools.

Acer Group Indonesia said it introduced the Guraru award to improve IT literacy among Indonesian teachers, where they were expected to utilize IT in teaching and learning activities and encourage their students to also actively use the technology.

Wijaya said teachers needed effective ways to foster students’ creativity, and IT could help build that creativity. He added that blogs in particular could enhance students’ interest in reading and writing.

“The most important thing is how we can utilize technology in learning,” Wijaya told The Jakarta Post after the award ceremony.

He said on his blog, wijayalabs.com, that information and communications technology also allowed teachers to easily share their teaching experiences with their fellow teachers, students and the public at large.

During the ceremony, held as part of the ON-OFF Pesta Blogger 2011 event, Guraru 2010 winner Urip said this year’s winners deserved their awards because they had inspired other teachers through their writings on the use of IT in teaching.

A total of 2,566 teachers from more than 20 provinces in Indonesia took part in the 2011 Guraru Award, a 588 percent increase compared with last year’s 270 contestants.

“The figure shows that more teachers are realizing the benefits of technology and social media in sharing information and education,” Acer Group Indonesia marketing communication head Helmy Anam said in a recent media briefing. (drs)

 

 

— JP

Copyright © 2011 The Jakarta Post – PT Bina Media Tenggara. All Rights Reserved.

Iklan

Workshop bersama Bincang Edukasi

Workshop bersama Bincang Edukasi di acara ONOFF 2011 di Gedung Epicentrum Kuningan Jakarta 3 Desember 2011

Dikutip dari Situs Rumah Inspirasi.com

 

Acara workshop Bincang Edukasi bersama mas Agus Sampurno  (@gurukreatif) & mas Rudi Cahyono (@rudicahyo) berjalan dengan asik. Tujuan workshopnya adalah membuat sebuah kegiatan yang bisa digulirkan untuk perkembangan pendidikan di Indonesia.

Diawali dengan sesi berbagi oleh aku & mas Agus tentang hal-hal sederhana yang kami lakukan. Di sini kami berbagi kisah, bahwa apa-apa yang kami lakukan itu sesungguhnya adalah sebuah hal yang sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Mas Agus berbagi kisah tentang kegiatan & ide-ide mengajar yang kreatif sementara aku berbagi kisah tentang homeschooling dan musik anak. Siapa yang sangka, jika hal sederhana yang dilakukan dengan terus-menerus ternyata bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Inspirasi ini pun kemudian bergulir menjadi aksi dan berbuah menjadi aneka kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Semua dimulai dari hal yang sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Aku, mas Rudi Cahyono & pak Agus Sampurno

Mas Rudi kemudian mengajak seluruh peserta untuk menuliskan sebuah ide sederhana yang dekat dengan kemampuan & cukup sederhana untuk bisa dilakukan. Setelah setiap peserta menuliskan ide mereka dalam secarik kertas, peserta pun dibagi dalam 4 kelompok. Di situ ide-ide mereka disatukan atau diperbandingkan hingga mengerucut menjadi satu ide. Ide-ide inilah yang kemudian dipresentasikan dan kemudian disajikan kepada seluruh peserta.

Setiap peserta kemudian diharuskan memilih 2 ide yang menurut mereka paling menarik dan akan mereka aplikasikan minimal dalam bentuk tulisan di webnya. Ide yang menurutku paling menarik adalah gerakan Warna-Warni Anak, yang menekankan pada keunikan setiap anak. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung, bergulir dan membawa perubahan bagi wajah pendidikan bangsa ini.