2 Hari Pelatihan “Menjadi Guru yang Menginspirasi’ di Kota Pekanbaru

 

Mengajar di kelas dan menjalani pelatihan adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan saat menjadi seorang guru. Dengan adanya pelatihan, guru merasa segar kembali saat kembali berkutat mengajar dikelas. Kelas adalah sebuah tempat dimana guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan tetapi juga memotivasi dan selalu siap akan kejutan dari sisi perubahan perilaku siswa dan semangat mereka dalam menimba ilmu. Tanpa pelatihan guru menjadi kurang tanggap dan tidak peka dalam mejaring momentum perubahan siswa. Ia hanya akan sibuk pada jalani rutinitas dan menjadi guru yang miskin inovasi serta cenderung enggan diajak untuk berubah.

PT Wilmar sadar sekali akan hal ini, dan memasukannya dalam program CSR untuk menggandeng guru-guru yang sekolahnya masuk dalam daerah operasi mereka untuk diajak bersama meningkatkan diri baik keterampilan dan kompetensi dalam belajar mengajar. Selama 2 hari guru yang ada di daerah Pekanbaru dan sekitarnya, asyik bersama dengan saya untuk mendalami kembali serta mengingat kembali hal-hal yang penting dalam menjalani profesi guru. Beberapa hal yang bisa  saya bagi untuk anda antara lain

* Saat mengajar siswa, hematlah kata ‘kamu salah’,perbanyak kata ‘belum berhasil, yuk coba lagi’

* Didiklah siswa dalam ‘tekanan’ dan anda akan menuai kelas yg ‘datar’ tanpa inisiatif dan kreativitas

* Ada 2 tipe guru yg siswa ingat sampai ia dewasa, guru yang dihormati dan guru yang disukai.

* Buah konsistensi sikap anda saat dikelas adalah rasa hormat siswa pada anda

* Sbg guru, jgn jadikan ‘disukai oleh siswa’ sbg tujuan, ‘rasa suka’ akan datang dgn sendirinya setelah ‘rasa hormat’

* Bekerja dengan berkolaborasi, kunci sukses workshop utk guru abad 21

* Sekolah abad 21, anjurkan kolaborasi & menumbuhkan ‘kecerdasan kolektif’ antar guru

* Guru yg pemimpin tidak harus kepala sekolah, tapi ia bisa berperan formal/informal, dan punya ciri utama sebagai  ‘team player’

* Guru yang menginspirasi : hormat pada atasan,  good follower, & berusaha jadikan pemimpinnya ‘the great leader’

* Guru yang menginspirasi juga ‘pemimpi’ & berambisi, tapi bukan orang yg  ambisius

* Guru yang menginspirasi punya kemampuan mendengar, taat aturan, & sadar di atas langit ada langit

* Seperti HP, guru jg perlu di’charge’, sekolah yg baik, men’charge’ gurunya dgn materi yg menginspirasi

* Jika kita jadikan ‘Ujian Nasional’ sbg dalih, utk mengajar ‘biasa2’ saja, anda lupa apa tujuan anak belajar

* Hak anak/siswa utk dapat pembelajaran menyenangkan di sekolah, jangan jadikan ‘Ujian Nasional’ sbg alasan anda tdk kreatif.

* Menyadarkan guru bahwa gaya belajar anak2 berbeda, lakukan dgn role play dan bukan ceramah

* Tidak perlu kharisma jika niat jadi guru yg baik/profesional, cukup merasa ini ‘panggilan’

* Cuma profesi guru yg punya kebebasan berganti peran dan kapasitas sebagai ‘leader’ dan ‘expert’

* Guru juga belajar dgn berbagi pengetahuan

* Dari guru senior kita belajar keteguhan jalani profesi, dari guru yunior kita hargai kemauannya mencoba dan temani mereka dlm berproses

* Saatnya guru memandang pelatihan/seminar mngenai profesi guru sbg ‘berkah’ & bukan kewajiban

* Tdk cuma siswa, guru juga senang jika ada ‘model’ yg bisa ditiru, tugas pemimpin sekolah mnjadi ‘model’ yang bisa ditiru

* Ciri sekolah bagus atau tdk? Ajak bicara gurunya juga, guru yg baik, hasil didikan ‘budaya sekolah’ yg efektif

* Tidak ada istilah ‘guru baru’ & ‘guru senior’ yg ada adalah ‘guru yg siap bekerja sama’

 

Silahkan klik disini untuk melihat gambar yang lainnya.

Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s