Workshop satu hari di Sekolah Adik Irma Tebet dengan tema ‘Differentiated Curriculum’ 7 Juli 2011

Jika dalam satu kelas ada 35 orang siswa dengan satu guru yang mengajar, menarik sekali melihat usaha guru tersebut dalam menyampaikan pembelajarannya.  Ada berbagai macam tipe dan jenis guru yang akan bisa dilihat dari cara mereka menangani kelas.

  • Guru ‘biasa’ akan mengunakan gaya mengajar yang dahulu di dapatnya berdasarkan pengalamannya saat masih menjadi siswa dengan menjadikan dirinya sebagai ‘pusat’ kegiatan belajar mengajar.
  • Guru yang ‘sedang’ akan merubah gaya mengajarnya menyesuaikan mood nya hari ini, artinya ia sudah mengerti bahwa tidak semua siswa punya gaya belajar seperti dirinya, tapi apa daya tuntutan target kurikulum membuatnya tidak secara konsisten menerapkan semangat untuk memberi yang terbaik pada siswa.
  • Guru ‘luar biasa’ akan merencanakan pembelajarannya sendiri atau bekerja sama dengan guru lain dengan menggunakan banyak sumber belajar dan tipe penugasan  yang membuat siswa merasakan bahwa dirinya dihargai dan bisa berekspresi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Sekolah Adik Irma adalah sekolah yang cukup lama mewarnai dan melayani dunia pendidikan, dengan niat yang tulus sekolah Adik Irma ingin membuat guru-guru yang mengajar di sekolahnya menjadi ‘guru yang luar biasa’. Dalam workshop kali ini saya berusaha berbagi dan membuka mata guru yang hadir mengenai pentingnya berusaha berpikir dari sisi siswa.

Dimulai dengan kesadaran bahwa saat ini siswalah yang menjadi pusat ditambah dengan adanya kesadaran bahwa jika siswa sudah senang dan merasa tertantang dalam belajar dikelas, banyak masalah perilaku yang akan berkurang atau dengan sendirinya akan menurun jumlahnya.

Hal ini dikarenakan guru menjadi pribadi yang siap, karena ia merencanakan dan berusaha yang terbaik dalam menyampaikan pembelajarannya, sebagai individu ia menjadi pribadi yang antusias dalam membawakan diri. Jika kita yakin dan percaya bahwa sikap antusias itu menular maka bisa dibayangkan didepan siswanya guru menjadi orang yang menyenangkan dan tidak mudah tersinggung oleh hal-hal yang kecil.

Berikut ini adalah sekelumit hal yang saya bahas dalam satu hari workshop di tanggal 7 Juli 2011

  1. guru mengenal gaya belajar siswa (gaya belajar)
  2. guru mengetahui kebutuhan siswa dalam belajar
  3. guru memberikan penugasan yang berbeda-beda sekaligus menantang pada anak didiknya. (Multiple intelligence dan taksonomi bloom)
  4. Penilaian yang mencakup semua kebutuhan belajar siswa (menggunakan rubric)
  5. Guru mengerti bahwa kerja sama antar guru kunci keberhasilan perencanaan diferensiasi kurikulum.

Saat pembelajaran berlangsung, dalam kelas yang sudah menerapkan diferensiasi dalam kurikulum dan perencanaan pelaksanaan pembelajaran akan terlihat bahwa semua potensi siswa dihargai dan difasilitasi. Tidak perlu alat peraga yang mahal dan fasilitas yang wah dalam menerapkan ini cukup guru mempunyai pengetahuan tentang, tipe belajar siswa, tipe kecerdasan siswa, lalu guru juga mengerti mengenai kaidah taksonomi bloom maka guru akan  membuat dirinya tidak lagi menjadi fokus tapi sebaliknya, siswalah yang aktif dan banyak berperan.

Silahkan melihat lanjutan foto-foto pada link ini klik disini

Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s