Siapkah kita dinilai oleh siswa?

Sebagai guru nikmat rasanya jika kita mengijinkan siswa untuk menilai diri kita.  Sekolah yang baik memang menyandarkan peningkatan kinerja guru lewat penilaian internal dan biasanya kepala sekolah lah yang menilai guru. Sudah sewajarnya jika guru yang dinilai atasan tapi guru dinilai siswa itu baru luar biasa. Dengan meminta siswa dinilai guru, keduanya menjadi tersadarkan bahwa guru juga manusia biasa yang membutuhkan umpan balik yang membangun, sementara siswa walaupun mereka masih anak-anak dan belum menjadi manusia dewasa, ia juga punya hak untuk menilai dan memberikan sumbang saran pada orang dewasa. Dibutuhkan guru yang ‘berpikiran terbuka’ agar proses ini berjalan dengan baik. Saya memberikan siswa saya beberapa pertanyaan untuk memandu mereka menilai saya selama setahun ajaran. Silahkan ikuti rangkuman dari apa yang siswa saya tulis.

Di kelas Pak Agus saya belajar :

  • Bagaimana mentoleransi teman-teman
  • Bagaimana Fokus dalam sesuatu pelajaran.
  • Bagaimana belajar dengan bersenang-senang
  • Bagaimana ignore teman-teman yang membuat berisik.
  • Distance far near how to draw like that in art
  • Akronim and kata majemuk in Bahasa Indonesia
  • Natural disasters in UOI
  • Biomes in UOI
  • Memahami cara meletusnya Gunung Berapi
  • Memahami apa itu ICT (Information Communication Technology)
  • Bagian rangka-rangka tulang
  • Apa arti dari “belajar”
  • Singkatan dan Akronim (Bahasa Indonesia)
  • Sistem Rangka (UOI 6 – Tubuh Manusia)

Di kelas Pak Agus saya berusaha keras belajar :

  • Kata Majemuk (Bahasa Indonesia)
  • Bilangan Negatif (Matematika)
  • Faktor (Matematika – dengan Ibu Pat)
  • Membuat binatang untuk di pajang di Shared Area (UOI 4 – Bioma

Saya senang sekali saat belajar :

  • Kata majemuk dan akronim karena kita mencari gambar di majalah atau Koran karena kita bisa membuat banyak kalimat dari gambar – gambar itu.
  • Berkemah selama 2 hari.

Saya kurang senang saat belajar :

  • Kata majemuk karena aku tidak terlalu mengerti artinya.
  • Saat belajar pengetahuan yang aku sudah tahu di matematika.

Sebagai guru Pak Agus adalah orang yang

  • Disiplin
  • Peduli
  • Lucu
  • Smart
  • Ramah
  • Peduli
  • Tidak mudah menyerah
  • Kreatif
  • Tegas
  • Pintar

Pak Agus menjadi guru yang lebih baik jika ia :

  •  Lebih banyak membuat quiz untuk grup-grup Cermat dan Cerdas
  • Menunjukkan kita tentang website yang kita bisa pakai untuk bermain dan belajar.
  • Mengijinkan kita memasak di FoodTech.
  • Membuat lebih banyak PR di komputer.
  • Tidak begitu sibuk dengan kompute
  • Lebih care-free.
  • Menjadi lebih supportive.
  • Kalau kurang senang disampaikan dengan isyarat.
  • Lebih tegas.


Posted in Tak Berkategori

6 thoughts on “Siapkah kita dinilai oleh siswa?

    1. Terima kasih juga atas kunjungannya, semakin banyak blog ini memotivasi pendidik, semakin banyak anak didik (murid) yg akan dapat keuntungan. Keuntungan yg saya maksud, pembelajaran di kelas akan semakin bermakna karena guru yg mengajar sabar dan berperan menjadi fasilitator bagi keingin tahuan semua muridnya di kelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s