Menikmati semangat perubahan dan kolaborasi bersama IGI Bekasi (Liputan Workshop Pembelajaran Tematik Berbasis Inquiry)

Hari Minggu tanggal 13 Maret 2011 merupakan hari yang istimewa untuk saya, hal ini dikarenakan Pak Dahli Ahmad salah satu pengagas Ikatan Guru Indonesia Bekasi mengundang saya untuk berbagi dengan guru yang ada di wilayah Bekasi dan sekitarnya untuk bersama membahas apa dan bagaimana ‘Pembelajaran Tematik Menggunakan Prinsip Inkuiri ’. Guru yang hadir adalah guru yang mengajar di tingkat PAUD, TK dan SD. IGI Bekasi kali ini berkolaborasi bersama guru-guru yang tergabung dalam HIMPAUDI (Himpunan Pendidik Anak Usia Dini).

Saya menyampaikan kepada pengurus dan peserta yang hadir bahwa dalam perjalanannya memang inilah hal yang khas dari IGI,  yaitu semangat berkolaborasi dan berbagi pengetahuan. Sekarang adalah masa dimana guru berkumpul dan berorganisasi untuk membangun jaringan dan berbagi pengetahuan profesional dalam bidang belajar mengajar. Hal ini tergambar jelas pada para peserta dan pengurus yang hadir.

Selama kurang lebih 4 jam peserta diajak untuk menjadi semakin paham mengenai pembelajaran tematik yang bermakna dan sekaligus membuat siswa selalu mau mencoba hal baru dalam perjalanannya sebagai pembelajar. Untuk sebagian guru yang lama mengajar dalam pola pembelajaran yang berpusat pada guru memang mesti bekerja keras merubah pola pikir agar bisa sukses menerapkan pembelajaran tematik.

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran dengan usaha untuk memadu padankan materi dari mata pelajaran-mata pelajaran dalam satu pembahasan dengan tema atau topik yang ada dalam tingkatan kelas tertentu. Dengan demikian saat guru menentukan tema ia sudah menentukan sudut pandang bagi guru untuk membuat perencanaan pembelajaran. Contoh-contoh tema adalah ‘keluarga’, ‘pariwisata’, ‘planet’, ‘transportasi’ dan lain-lain.

Beberapa hal yang mesti dirubah jika ingin sukses dalam menerapkan pembelajaran tematik antara lain;

Kurikulum

  • Guru dan buku bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan, siswa bisa mendapat pengetahuan dari dan lewat siapa saja.
  • Guru memindahkan pola pembelajaran dari yang terpisah-pisah menjadi terpadu demi menjawab keingintahuan  siswa mengenai sebuah tema.
  • Siswa diajarkan untuk pintar mengolah informasi dan bukan menghafal informasi
  • Buku paket dijadikan mitra oleh guru dan bukan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan di kelas.
  • Guru sering mengadakan rapat atau pertemuan demi merencanakan pembelajaran di kelas. Guru menjadi seorang professional yang mudah diajak bekerjasama dan berkolaborasi.
  • Guru menentukan Standar Kompetensi atau Kompetensi dasar untuk digunakan selama satu semester atau satu tahun ajaran.
  • Guru berusaha menganalisa detail setiap materi pada setiap SK dan KD dalam tiap mata pelajaran yang berhubungan satu dengan yang lainnya.
  • Menentukan tema yang sesuai, menggunakan prinsip spiral semakin tinggi tingkat kelas maka makin kompleks.
  • Guru mencari SK dan KD apa saja yang dapat di pelajari oleh beberapa materi dari semester pada tingkat kelas tertentu.
  • Membuat jaringan topik (spider web).
  • Perencanaan tematik di sekolah paling lama digunakan selama 2 tahun
  • Guru membuat spider web yang berisi garis besar dalam satu tema, hanya saja garis besar ini akan diikuti oleh perencanaan mingguan yang lebih detail.

Interaksi guru dan orang tua

  • Interaksi antara orang tua dan guru (baca; rumah dan sekolah) ditingkatkan. Guru tidak bisa sembarang memberikan penugasan pada siswa apalagi jika itu berhubungan dengan pekerjaan rumah yang membutuhkan bantuan orang tua. Orang tua berhak protes bila PR banyak dan cenderung memberatkan (apalagi dikumpulkan dalam waktu yang mepet)
  • Guru memperlakukan orang tua sebagai mitra dan bukan sebagai klien yang mesti dipuaskan dan dilayani sedemikian rupa. Menjadi mitra artinya orang tua selalu siap ‘direpoti’ oleh permintaan bantuan tenaga maupun kontribusi bagi perkembangan putra-putrinya di sekolah.

Tata cara pemberian tugas (penugasan pada siswa)

  • Tata cara pemberian tugas pada siswa bukan sekedar penguasaan informasi atau kemampuan mengingat informasi.
  • Tata cara pemberian tugas menghargai gaya belajar dan kecerdasan majemuk siswa.
  • Siswa diajarkan untuk bisa mengatur waktu karena penilaian terhadap suatu tugas/proyek juga berhubungan dengan cara ia mengatur waktu.
  • PR bukan lagi sebagai cara agar siswa mau belajar di rumah tetapi lebih pada siswa mengerjakan kelengkapan projek nya sendiri
  • Pemberian penugasan bukan sekedar membuat siswa sibuk tetapi juga bermakna, kontekstual dan berguna bagi masa depan siswa.

Rentang waktu

Berapa lama pembelajaran tematik dilaksanakan? Waktunya bisa 4 sampai 6 minggu

Minggu 1 : Pengenalan tema, siswa diberitahu apa saja yang mesti mereka lakukan serta penugasan apa saja yang mesti dikerjakan. Siswa dihadirkan pembicara tamu atau tayangan yang memberikan gambaran.

Minggu 2 sampai 4 : siswa melakukan pengerjaan tugas, mencari informasi sampai melakukan pengelompokkan informasi dengan cara menganalisa.

Minggu 5 dan 6 : siswa menyelesaikan tugas sambil bersiap untuk acara puncak. Wujudnya bisa pameran, kampanye, drama, pentas sampai pembuatan multimedia

Aktivitas

  • Memanfaatkan multi media/ menonton, mendengar dll
  • Guess speaker
  • Field trip
  • Art
  • Group work
  • Interview
  • Observasi
  • Demonstrasi
  • Praktek langsung
  • Role play
  • dsb

Penilaian

Guru melakukan penilaian kepada siswa dalam bentuk beragam yang komprehensif dan berfokus pada peningkatan kinerja siswa dan bukan pada mencari kesalahan siswa. Berikut ini adalah tipe penilaian yang bisa dilakukan oleh guru dalam pembelajaran tematik

  • Checklist
  • Test
  • Rubrik
  • Portofolio
  • Anecdotal Notes
  • Diskusi
  • Unjuk kerja
  • Rubrik
  • Penilaian teman/penilaian diri sendiri
  • Wawancara

Seminar bersama IGI Bekasi dan HIMPAUDI berlangsung dengan baik dan lancar diselingi tanya jawab serta kerja kelompok yang membuat pertukaran arus pemikiran antar guru berlangsung dengan lancar dan saling mengisi. Mudah-mudan kedepannya semakin banyak guru yang bisa terlibat dalam pelatihan yang bersifat dua arah dan praktis hingga bisa langsung diterapkan dan bermanfaat langsung bagi siswa di kelas.

Posted in Tak Berkategori

4 thoughts on “Menikmati semangat perubahan dan kolaborasi bersama IGI Bekasi (Liputan Workshop Pembelajaran Tematik Berbasis Inquiry)

  1. Assalamu’alaikum mas Agus..

    Boleh minta materinya pak ? contoh penerapan tematik di sekolah luar negeri yang mas Agus perlihatkan ke kami saat pelatihan ini. Sekalian minta foto saya sama mas Agus ya sekalian.

    Terima kasih,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s