Liputan Seminar Nasional Pendidikan Anak Islam “Classroom Management for Fun Learning”

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia. Kesuksesan mendidik anak sangat dipengaruhi sosok guru kreatif dalam kelas. Suasana kelas yang merangsang minat dan kemampuan anak belajar adalah indikator suksesnya guru mengolah kelas yang menyenangkan bagi anak. Oleh karenanya, peran guru sebagai pendidik yang kreatif dan efektif merupakan kebutuhan penting dalam memajukan pendidikan anak.

Berpijak dari kebutuhan penting seorang pendidik ini, LEBAH community turut andil memajukan kualitas pendidikan anak Indonesia. Komunitas yang didirikan oleh alumni UGM Yogyakarta berkolaborasi dengan alumni STAN Jakarta ini berusaha mewujudkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan melalui riset dan pengadaan seminar. Program seminar rencananya akan diselenggarakan LEBAH event organizer di kota kota besar di Indonesia. Yogyakarta yang notabene sebagai kota pelajar menjadi pilihan utamalounching program perdana LEBAH community berupa Seminar Nasional Pendidikan Anak Islam.

LEBAH community boleh dikatakan sukses menyelenggarakan seminar perdananya dengan tema “Classroom Management for Fun Learning” pada hari ahad, 27 februari 2011 di restoran Amazy Creaspy Yogyakarta. Acara yang menghadirkan Agus Sampurno (pembicara sekaligus trainer nasional dari Global International School Jakarta) cukup menyita perhatian guru TK dan SDIT internasional di daerah Yogyakarta, Surakarta dan Jakarta. Terbukti utusan beberapa TK disekitar Yogyakarta yang antusias mengikuti acara seminar ini harus menunda mengikuti program spektakuler LEBAH Community karena tiket yang disediakan panitia habis terjual.

Acara yang menuntut peserta mengerahkan seluruh kreatifitasnya dikemas apik oleh trainer nasional berpengalaman dengan rangkaian workshop yang menarik. Peserta dipicu mengeluarkan ide-ide kreatif dalam mengolah kelas yang menyenangkan bagi anak. Selain workshop, Agus sampurno juga memberikan tips mengolah kelas yang merangsang anak belajar dan contoh pengelolaan kelas yang kreatif. Peserta seolah-olah dibius dengan acara yang dipandu trainer guru kreatif nasional yang begitu kreatif, komunikatif dan merangsang daya pikir peserta. Salah satu peserta sempat ditemui crew LEBAH community merasa puas dengan acara yang diselenggarakan panitia. Keumuman peserta berharap bisa mengikuti program-program spektakuler LEBAH communitylainnya. Tak heran jika beberapa peserta sudah pesan tempat untuk program-progamLEBAH community mendatang. Berikut beberapa kesan peserta seminar nasional yang diselenggarakan LEBAH community:

“Alhamdulillah dapat ispirasi, semangat dan ide baru”   (Budi Tri Utomo,S.Pd.-SDIT Internasional Luqman Al Hakim)

“GOOD…GOOD…GOOD….”   (Anna Mustakimah-TK BUDI MULIA 1)

“Bagus, banyak permainannya, komunikatif..”    (Narida Prawesti, S.Psi-Pondok Yasmin)

“Baik untuk guru-guru TK, untuk menambah pengetahuan baru, untuk menghadapi anak anak lebih baik”. Untuk LEBAH community : sering ngadain acara ini lagi.    (Dwi Ratri Wijayanti-TK ABA JETIS)

“For activity : Alahamdulillah acaranya baik dan mengispirasi”. Untuk LEBAH community : Good Job. Bisa lebih mendalam lagi dan menyeluruh, sehingga sekolah sekolah islam di Indonesia memiliki kualitas yang lebih baik hingga generasi islam Indonesia ke depan semakin berjaya    (Fely Hilman-SDIT Internasional Luqman Al Hakim)

“Saya sangat bersyukur karena dengan acara ini saya mendapat ilmu yang baru ”    (Anonim-peserta)

“Acaranya bagus, kreatif dan tidak membosankan. Sangat bermanfaat ilmunya ”     (Novita Ambaryani-Mahasiswi FKIP UNS)

“Materinya alhamdulillah bagus, dapat dijadikan wawasan baru ” (Sariyati-TB-KB-TKIT Salman Alfarisi 2)

“Alhamdulillah, dengan adanya seminar dari Bp. Agus saya merasa termotifasi lagi untuk menjadi guru yang lebih baik kedepannya dan selalu kreatif dalam menciptakan kenyamanan buat anak didiknya, sehingga tercipta generasi bangsa yang berakhlak mulia. Amiin…!”    (Anonim-peserta)

”Acara ini penuh dengan ispirasi..!!!”    (Nuur Annisa Ma’rifah-Mahasiswi FKIP UNS)

“Is a great training”  Subhanallah…, jazakumullah khoiron katsiro atas ilmunya. Semoga semakin bersemangat mengadakan training lagi    (Nisa Shalihah, S.Pd.I-SDIT Internasional Luqman Al Hakim)


Crew LEBAH community mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh peserta dan lembaga yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan program Seminar Nasional Pendidikan Anak Islam ini. Tidak lupa crew LEBAH community mohon maaf kepada utusan beberapa TK yang belum bisa mengikuti program yang kami selenggarakan. Insyaallah peserta dapat mengikuti program-program spektakuler kami lainnya yang akan datang. Kami berdo’a kepada Allah subhanahu wata’ala agar memudahkan urusan kami dan memberkahinya. Semoga program-program kami bermanfaat bagi semua pihak yang peduli akan pentingnya pendidikan. One benefit for all!

(Ganda Wicaksono –Research and Development Manager of LEBAH community)

Lihat foto-foto di

https://picasaweb.google.com/a.sampurno/KomunitasLEBAH?feat=directlink

Dikutip dari; http://portalkreatif.wordpress.com/2011/03/04/liputan-seminar-nasional-pendidikan-anak-islam-classroom-management-for-fun-learning/

Inilah potret keseharian guru profesional

Kata kunci guru profesional menjadi kata kunci yang paling banyak dicari di blog ini. Kata ‘guru profesional’ menjadi kata yang banyak dicari karena sudah sepantasnya sebagai sebuah profesi, guru bisa dan mesti mau berubah agar menjadi lebih mumpuni dan profesional di bidangnya.

Salah satu cara untuk menjadi profesional adalah dengan mengikuti sertifikasi guru yang dicanangkan oleh pemerintah.  Sejak sertifikasi guru digulirkan sejak beberapa tahun lalu, banyak guru yang sudah menikmati manfaatnya. Tidak bisa dipungkiri jika manfaat yang banyak dinikmati adalah meningkatnya kesejahteraan guru dalam berbagai segi.

Salam dan hormat saya untuk semua guru di belahan negara Indonesia ini yang belum terkena dan lolos program sertifikasi termasuk para guru honorer dan guru di pedalaman. Pertanyaannya sekarang apakah semua guru yang sudah tersertifikasi adalah pasti seorang guru yang profesional, atau apakah guru yang belum tersertifikasi adalah bukan seorang guru professional?

Menjadi guru professional adalah perjalanan yang tiada henti dan memerlukan stamina, energi dan suasana hati yang baik agar bisa memenuhi harapan dari semua pihak.  Suasana hati yang baik timbul dari pembiasaan dan bukan mengandalkan factor luar diri kita sebagai guru.

Artikel ini akan saya tulis demi mengajak semua termasuk yang utama diri saya sendiri dahulu untuk bisa dan mampu lebih professional dari hari ke hari. Saya membagi tulisan ini menjadi keseharian yang berarti saat guru memulai hari sampai mengakhiri hari.

Saat Pagi hari

Guru tipe ini tidak akan menyalahkan suasana jalan di pagi hari,  macet atau hujan adalah dua hal yang biasa membuat susasana hati seseorang akan menurun, kuncinya adalah berangkat lebih awal setiap hari. Jika segala cara sudah dilakukan namun tetap terlambat, seorang guru professional akan mengabarkan rekan dan atasannya. Mengabarkan rekannya berarti ia menyampaikan apa yang mesti rekannya lakukan sambil menunggu kedatangannya, mengabarkan atasannya artinya ia berusaha jujur mengenai jam kehadiran di sekolah. Banyak sekolah yang sudah menerapkan system sidik jari, buat saya lebih cocok untuk berdasar pada pemberitahuan saja , demi koordinasi dan kemudahan mengetahui dengan cepat agar siswa tidak terlantar jika guru terlambat atau tidak masuk.

Saat di sekolah

Guru profesional memaknai kehadirannya di sekolah sebagai bagian dari kontribusi atau sumbangan di sekolah. Guru tipe ini tidak akan memakai ‘kacamata kuda’ artinya ia tidak akan berprinsip baru akan memperhatikan sesuatu jika ada hubungan dengan kelas atau siswanya saja. Ia juga tidak akan sibuk mempercantik kelas nya saja sambil menyimpan rapat-rapat pengetahuannya dan tertutup dalam berbagi ilmu dengan rekan guru lainnya. Padahal guru professional tidak pelit ilmu dan tidak pernah berpikir dua kali berbagi pengetahuan kepada guru yunior dan menjadi orang yang paling mudah diajak bekerja sama oleh sesama guru yang relatif sama dalam pengalaman dan masa kerja. Ia juga akan dikenal sebagai seorang yang mudah membantu dan saat yang sama juga konsentrasi dengan pekerjaannya.

Saat di ruang guru

Guru yang profesional mungkin juga berbisnis dan punya bisnis sampingan, bedanya ia tidak menggunakan ruang guru sebagai tempat berjualan apapun bentuknya. Ruang guru adalah tempat semua guru beristirahat, merencanakan pembelajaran dan melepas lelah setelah mengajar dikelas. Bayangkan saat kita lelah suasana ruang guru riuh karena ada yang berjualan. Ruang guru juga selayaknya mesti bebas dari debat pandangan politik  yang tidak berujung, apalagi debat mengenai agama. Cara terbaik untuk terhindar dari ajakan debat yang tidak berujung adalah dengan membaca bacaan yang anda bawa dari rumah atau mendengarkan musik lewat headphone. Dijamin orang tersebut akan berikir dua kali untuk mau mengajak bicara diluar dunia pekerjaan. Jika anda membawa laptop dan suka bekerja dengan musik, selalu gunakan headphone jangan jadikan ruang guru riuh rendah oleh musik yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran.

Saat di kelas.

Guru tipe jenis ini adalah guru yang menganggap kelas adalah tempat ia memimpin grup dari pembelajar. Di kelas ia tidak sungkan mengatakan ia tidak tahu dan ketat sekali dalam soal waktu. Ia lebih memilih memotong waktu makan siangnya demi mempersiapkan kelasnya. Ia juga akan menjadi orang yang ‘multitasking’ dan pandai memanfaatkan waktu. Misalnya sambil mengawasi siswa ia akan mengoreksi pekerjaan. Semua kegiatan pembelajaran yang ia lakukan bersama siswa dirancang untuk tidak membuat dirinya kelelahan dan tetap punya tenaga sampai sore hari menjelang.

Saat di rapat.

Jika seorang guru profesional menikuti rapat ia akan menyiapkan persiapan yang diperlukan misalnya dokumen atau pekerjaan untuk ditunjukkan pada orang yang hadir di meeting. Ia juga akan berpikir keras mengenai apa yang bisa dan mungkin ia lakukan. Ia juga akan memberikan ide yang belum pernah terpikir dan dipikirkan oleh guru lain, saat yang sama ia tidak mudah mengeluh , malah ia menjadi orang yang bisa menerima dan mendengarkan ide orang lain jika dirasa lebih efektif dan membantu mencapai tujuan.

Saat bertemu orang tua

Ia akan tersenyum sopan dan menyapa bila bertemu dengan orang tua siswa. Guru professional akan menjadi teman bicara yang ‘hangat’ dan seru tapi juga tidak akan lupa waktu dan tidak sungkan untuk meminta ijin mengakhiri pembicaraan jika saat mengajar atau rapat sudah tiba. Ia tidak akan mudah memberi nomor kontak dirinya sendiri atau guru lainnya jika orang tua meminta. Ia menganggap orang tua sebagai mitra dan bukan ‘klien’. Ia tidak akan larut dalam pertentangan antar orang tua atau antara orang tua dan sekolah (jika ada). Saat guru professional berkomunikasi dengan orang tua siswa, ia akan mendengar sebanyak ia berbicara.

%d blogger menyukai ini: