Prinsip melakukan studi banding ke sekolah lain

http://sman10malang.com/sampoerna-academy/studi-banding-rsbi-jawa-timur-angkatan-ke-iv/

Berkunjung ke sekolah lain apalagi sekolah yang sama sekali berbeda dan lebih maju dari sekolah kita adalah impian setiap guru dan pimpinan sekolah. Namun untuk membuat agar kunjungan studi banding menjadi efektif  perlu kiranya kita mengikuti panduan pertanyaan berikut ini;

– Berapa lama anda berencana untuk berada di sekolah yang ingin anda kunjungi ?

– Apa fokus dari kunjungan Anda?

– Apa yang Anda ingin lihat?

– Apa yang Anda ingin pelajari?

– Siapakah  orang-orang  yang akan datang pergi apakah mereka  guru, koordinator atau kepala sekolah atau campuran?

– Jika rombongan anda adalah guru, apa mata pelajaran yang mereka ajarkan?

– Apakah rombongan Anda tertarik mengunjungi ruang kelas sementara Anda berada di sekolah yang ingin dikunjungi?

– Apakah ada hal yang bersifat prosedur administrasi yang menarik untuk rombongan  Anda? misalnya sistem pengelolaan sekolah mulai dari struktur organisasi serta pembagian tugas personelnya, pengembangan kurikulum, pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dan sarana prasarana.

– Apa topik / kegiatan lainnya akan menarik khusus untuk rombongan Anda?

– Apakah ada waktu tanya jawab di sekolah yang dikunjungi mengenai bagaimana guru disana bekerja mulai dari persiapan, pelaksanaan KBM sampai pada penilaian hasil belajar siswa.


Ikuti Pelatihan dan Diklat untuk Kepala Sekolah

 

MENGINTIP DAPUR MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH-NYA MANUSIA
By Munif Chatib

Manajemen adalah jantung sekolah. Dan dalam manajemen ada seorang pemimpin. Pengalaman membangun Sekolahnya Manusia tidak mudah. Gabungan antara faktor komitmen, leardership dan pengetahunan tentan Multiple Intelligences System sangat penting dimiliki oleh seorang kepa…la sekolah. Namun dalam prakteknya, jika beberapa SOP dilakukan oleh sang kepala sekolah, maka menjadi kepala sekolah-nya manusia tidaklah sesulit yang dibayangkan. Kreativitas dan unsur seni dibutuhkan. Dengan maksud ingin berbagi isi dapur-nya KEPALA SEKOLAH, saya dan tim mengundang sahabat-sahabat kepala sekolah untuk mengikuti diklat nasional 3 hari. Acaranya sebagai berikut:

Hari, tanggal: Jum’at – Ahad, 27-29 Mei 2011
Pukul : 08.00 – 16.00 wib
Tempat : Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Samping Masjid At-Tiin. Jakarta
Pembicara: Munif Chatib dan tim
Contact person: Herdin Nurdin 0813 8045 9503.

Menempatkan diri sebagai orang tua siswa saat pengambilan rapor

Acara pengambilan rapor atau acara student led conference adalah acara yang rutin dilaksanakan di sekolah. Saat yang ditentukan setiap tahun ajaran dalam waktu tertentu, sekolah dan guru mengundang orang tua untuk datang menerima laporan hasil pembelajaran putra-putrinya. Selama 15 sampai 20 menit orang tua diberitahukan mengenai bagaimana perkembangan akademis anaknya. Orang tua juga boleh menanyakan atau menyampaikan hal apa saja yang menjadi kepedulian atau harapan mereka kepada guru dan sekolah. Pokok bahasan dan pembicaraan berkisar antara perihal akademis, dan pola kehidupan sosial dan perilaku anak di sekolah.

Pada dasarnya semua orang tua sudah mengerti ada dimana kemampuan akademis atau bakat serta minat anaknya. Walaupun ia tidak menguasai ilmu pendidikan, orang tua adalah pemilik utama dan individu yang dititipkan oleh Sang Pencipta. Orang tualah yang sebenarnya sangat tahu dan mengerti perihal anaknya. Tugas guru dalam hal ini adalah menjadi pendamping dalam hal akademis, dari sisi emosional menjadi pengganti orang tua di sekolah bagi siswa-siswinya.

Saat orang tua siswa dan guru bertemu bisa ditebak seperti apa suasananya. Banyak hal yang akan didiskusikan dari harapan sampai keinginan dari kedua belah pihak. Tidak ada mekanisme yang ideal atau panduan yang tepat mengenai  bagaimana sebenarnya dialog yang ideal antara orang tua siswa dan guru Dalam hal ini berlaku kasus per kasus, artinya tiap orang tua membawa harapan dan keinginannya sendiri terhadap guru sekolah anaknya. Sebaliknya setiap guru juga punya harapan tersendiri terhadap setiap siswa yang diajarkannya. Namun dari situs angelamaiers.com saya mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini. Pertanyaan yang isinya merupakan suara hati orang tua dimana pun mereka berada saat acara pengambilan rapor tiba.

  • Apakah anak saya diperhatikan?

Inilah pertanyaan mendasar bagi setiap guru yang berniat dan beritikad untuk mengajar dengan sebaik-baiknya. Apakah anak mereka anda perhatikan. Perhatian yang saya maksud disini adalah apakah anda tahu dan mengerti harapan atau keinginan siswa serta perilaku apa saja yang baik atau perilaku apa yang kurang dalam mendukung pembelajaran di kelas. Apakah anda sebagai guru ‘ada’ saat ada kejadian penting yang melibatkan siswa di sekolah. Dimana posisi anda ketika ada siswa yang bermasalah dengan siswa lainnya. Apakah anda tahu dan menindak lanjuti jika siswa melakukan sesuatu yang baik atau kurang sesuai dengan perilaku yang diharapkan oleh sekolah.

  • Apakah anak saya ditandai/diberi ciri?

Ditandai yang saya maksud apakah anda punya catatan mengenai perilaku atau perkembangan siswa anda yang ‘unik’ atau menarik. Sebagai contoh saat berhadapan dengan orang tua yang anaknya punya masalah dengan ‘perilaku’ di kelas, apakah anda punya catatan saat anak itu berbuat baik, diluar perilakunya yang dikeluhkan. Cara pencatatan yang dianjurkan dalam hal ini adalah dengan cara membuat catatan yang bersifat ‘anekdotal’.

  • Apakah anak saya dihargai?

Penghargaan dan dihargai adalalah sifat dasar manusia. Sebagai individu siswa kita di kelas memiliki sifat dan perilaku, bakat dan kecenderungan masing-masing. Dengan demikian menghargai kelebihan mereka akan membuat orang tua ‘nyaman’. Menghargai dan mendukung kekurangan siswa untuk jadi lebih baik akan membuat orang tua semakin yakin bahwa anaknya bisa berubah.

  • Apakah anak saya didengar?

Jika anda adalah guru yang mengajar 30 orang siswa atau lebih dalam satu kelas, bukan perkara mudah untuk bisa mendengar mereka satu persatu. Mendengar bukan berarti begitu saja menyediakan waktu kepada siswa tanpa ‘mengatur’ sedemikian rupa agar pembicaraan dengan siswa menjadi ‘hidup’ lewat pertanyaan-pertanyaan yang membuat siswa mau membuka diri bahkan termotivasi untuk menjadi lebih baik. Dengan demikian kita sebagai guru bisa melakukan hal ini tidak hanya saat di depan kelas, guru bahkan bisa melakukannya di saat santai informal. Dibutuhkan guru yang mempunyai pikiran rileks dan fokus agar setiap saat dalam keseharian dengan siswa, guru bisa memaknai dengan baik semua hal yang menjadi tanggung jawabnya dalam usaha ‘mendengarkan’ siswa.

  • Apakah anak saya dicintai.

Dicintai dalam kalimat diatas berarti, guru berusaha dengan serius sesuai kemampuan profesionalnya menjadi seorang yang mencintai muridnya. Anda tidak perlu menjadi orang yang kelihatan ‘penyayang dan penyabar’ untuk bisa memenuhi criteria guru yang menyayangi muridnya. Apa artinya menjadi guru yang berbagi rasa sayangnya yang berlebihan kepada siswa yang hanya akan membuat siswa malah tidak berkembang aspek emosionalnya menjadi individu. Selalu tekankan rasa untuk mendahulukan kepentingan kemajuan akademis siswa dibalik rasa untuk menyayangi siswa. Dengan mendahulukan kemajuan akademis siswa, guru akan punya banyak cara untuk menunjukkan rasa sayang mereka kepada siswanya. Caranya bisa hadiah sampai pujian, dari tepukan di pundak sampai surat ucapan selamat yang di desain khusus untuk siswa. Mari bedakan menyayangi dan ‘menyuap’. Banyak guru yang ‘menyuap’ agar siswa termotivasi, tetapi ia sendiri sebenarnya merasakan bahwa hal tersebut hanya berlaku jangka pendek dan tidak menetap dalam diri siswa.

  • Apakah kehadiran anak saya berarti dikelas?

Jika seorang siswa sering absen atau terlambat dan anda tidak mengangkat itu dalam pertemuan dengan orang tua siswa, maka orang tua akan menganggap kehadiran anaknya tidak penting di kelas. Orang tua mungkin akan mengernyitkan dahi ketika anda katakan bahwa anda peduli pada ketidak hadiran atau keterlambatan anaknya di sekolah. Namun bersiaplah dengan data bukti absensi untuk menguatkan alasan anda mengangkat hal tersebut menjadi perhatian. Ketidak hadiran siswa akan membuat siswa tertinggal pembelajaran, keterlambatan akan membuat seisi kelas terganggu dan siswa itu sendiri akan kesulitan untuk menyerap isi pembelajaran dari awal.

Kehadiran siswa juga bisa dimaknai anda sangat senang ia ada dan hadir di kelas karena ide-idenya yang brilian atau kemampuannya dalam bekerja kelompok yang membuat tiada hari yang tidak berkesan dengan kehadirannya.

Pertanyaan-pertanyaan diatas diatas sangat membantu saya dalam menempatkan diri sebagai orang tua saat acara pengambilan rapor. Jika hal itu sudah terjadi maka kesuksesan kita sebagai guru saat menerima orang tua untuk berkonsultasi sudah 80 persen. Sebagai guru anda akan lebih nyaman dalam berkata-kata tanpa mesti khawatir untuk salah atau berbicara tanpa dasar. Jadi selamat menjadi guru yang profesional saat pengambilan rapor!

UCAPAN TERIMA KASIH KEPADA SELURUH PEMBACA BLOG GURU KREATIF

Rekan yang baik,

Blog GURUKREATIF telah dinominasikan dalam kompetisi blog internasional The BOBs kategori Bahasa Indonesia. Sampai tanggal 11 April 2011, Bapak dan Ibu dapat memberikan suara bagi blog GURUKREATIF untuk menjadi blog terbaik pilihan pembaca.

Berikut adalah caranya

Klik situs ini http://thebobs.dw-world.de/en/category/start/

Pada kolom In the category klik Best Blog Indonesian lalu akan terlihat tulisan Guru Kreatif silahkan lanjutkan dengan klik VOTE

Demikian terima kasih semoga berkenan

Cara gampang membuat komentar di rapor siswa.

Membuat komentar untuk siswa di rapor memang bukan perkara gampang. Aspek profesional kita sebagai guru sering dipertaruhkan saat kita memberikan komentar kepadasiswa yang kita ajar. Jika komentar terlalu berlebihan dan tidak berdasar akanmembuat orang tua dan siswa yang membaca akan mengernyitkan dahi dan merasakanada hal yang aneh dan tidak sesuai kenyataan. Sebaliknya jika komentar hanyaberisi komentar yang menyorot pada kekurangan siswa saja maka guru seperti membuka aib sendiri. Ingat, jika siswa gagal sebenarnya yang lebih gagal adalahgurunya.

Jika boleh memilih sebenarnya bagi guru jauh lebih mudah memberikan nilai angka, tetapiyang banyak terjadi nilai angka cenderung ‘dingin’ dan kurang punya aspekmotivasi dan umpan balik yang sehat untuk perkembangan siswa. Jika sekolah andamerasakan bahwa siswa perlu berkembang secara holistik, artinya tidak hanyaaspek afektif nya saja yang berkembang, pola pemberian rapor pada siswa denganmengandalkan angka dan komentar layak dicoba. Jadi saat pembagian rapor tidakmenjurus pada usaha untuk melihat semuanya dalam sehari, alias ‘pengadilan’untuk siswa, tanpa siswa itu sendiri merasakan apa yang sudah bagus dan apayang mesti lebih ditingkatkan.

Berikut ini adalah saran jika anda ingin memberikan komentar yang seimbang untuk siswa dirapor.

1. Sebutkan nama siswa saat memberikan komentar, saya mengerti anda pasti melakukan initapi jangan hanya diawal tapi juga di sepanjang alinea komentar yang andatulis.


2. Sebutkan perilaku terlebih dahulu, misalnya’teliti’ saat mengerjakan tugas,‘terburu-buru’ saat menjawab pertanyaan, ‘butuh lebih berkonsentrasi’,bertanggung jawab atau contoh-contoh lain yang membuat si pembaca mengerti dan membayangkan bagaimana siswa menampilkan diri di kelas saat keseharian dan dalam pembelajaran.

Lanjutkan membaca “Cara gampang membuat komentar di rapor siswa.”

Menikmati semangat perubahan dan kolaborasi bersama IGI Bekasi (Liputan Workshop Pembelajaran Tematik Berbasis Inquiry)

Hari Minggu tanggal 13 Maret 2011 merupakan hari yang istimewa untuk saya, hal ini dikarenakan Pak Dahli Ahmad salah satu pengagas Ikatan Guru Indonesia Bekasi mengundang saya untuk berbagi dengan guru yang ada di wilayah Bekasi dan sekitarnya untuk bersama membahas apa dan bagaimana ‘Pembelajaran Tematik Menggunakan Prinsip Inkuiri ’. Guru yang hadir adalah guru yang mengajar di tingkat PAUD, TK dan SD. IGI Bekasi kali ini berkolaborasi bersama guru-guru yang tergabung dalam HIMPAUDI (Himpunan Pendidik Anak Usia Dini).

Saya menyampaikan kepada pengurus dan peserta yang hadir bahwa dalam perjalanannya memang inilah hal yang khas dari IGI,  yaitu semangat berkolaborasi dan berbagi pengetahuan. Sekarang adalah masa dimana guru berkumpul dan berorganisasi untuk membangun jaringan dan berbagi pengetahuan profesional dalam bidang belajar mengajar. Hal ini tergambar jelas pada para peserta dan pengurus yang hadir.

Selama kurang lebih 4 jam peserta diajak untuk menjadi semakin paham mengenai pembelajaran tematik yang bermakna dan sekaligus membuat siswa selalu mau mencoba hal baru dalam perjalanannya sebagai pembelajar. Untuk sebagian guru yang lama mengajar dalam pola pembelajaran yang berpusat pada guru memang mesti bekerja keras merubah pola pikir agar bisa sukses menerapkan pembelajaran tematik.

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran dengan usaha untuk memadu padankan materi dari mata pelajaran-mata pelajaran dalam satu pembahasan dengan tema atau topik yang ada dalam tingkatan kelas tertentu. Dengan demikian saat guru menentukan tema ia sudah menentukan sudut pandang bagi guru untuk membuat perencanaan pembelajaran. Contoh-contoh tema adalah ‘keluarga’, ‘pariwisata’, ‘planet’, ‘transportasi’ dan lain-lain.

Lanjutkan membaca “Menikmati semangat perubahan dan kolaborasi bersama IGI Bekasi (Liputan Workshop Pembelajaran Tematik Berbasis Inquiry)”

“Pak Agus, kalau saya sudah selesai gimana?”

Itu adalah pertanyaan khas siswa saya di kelas. Mereka yang biasa bertanya seperti itu biasanya datang dari siswa yang selesai lebih dahulu. Jika anda mengajar satu jam pelajaran, anak-anak seperti ini akan selesai bahkan sebelum setengah jam pelajaran berakhir. Buat seorang guru yang tidak siap hal yang akan dilakukannya adalah dengan meminta anak tersebut untuk mengecek kembali apakah nama sudah ada atau apakah pekerjaannya sudah benar semua. Namun mari kita bertaruh, tidak sampai 2 menit anak tersebut akan datang lagi pada kita dan bilang ” sudah pak…trus?”

Jika seorang guru kurang persiapan maka ia akan kebingungan namun jika ia sudah memprediksi maka ia akan menghindari memberikan siswa satu kegiatan saja dalam satu jam pelajaran atau lebih. Itu baru satu tips untuk anda, silahkan ikuti tips berikut ini;

  • Rancang beberapa kegiatan dalam satu kurun waktu. Saya biasa menyebutnya rotasi. Berikan perintah yang jelas pada siswa. Tunjukkan dan peragakan yang mesti mereka lakukan pada setiap pekerjaan yang mesti mereka lakukan dalam setiap rotasi.
  • Pembelajaran dengan rotasi artinya anda persiapkan tiga atau empat penugasan yang berbeda. Siapkan juga grupnya, atur kemampuan siswa dalam grup agar mereka bisa saling mendukung satu sama lain. Posisikan diri anda pada 2 orang siswa, yang satu pada anak yang cepat selesai, yang satunya pada siswa yang paling lambat selesainya. Lalu atur waktu agar yang siswa cepat selesai tetap bisa punya pekerjaan, dan siswa yang lambat selesainya tetap bisa menyelesaikan beberapa tugas yang akan membuatnya merasa ‘berhasil’ dan tidak tertinggal dari yang lain.
  • Jika anda hanya mengajar satu jam, hindari memberikan penugasan ‘sisa’ dari hari kemarin. Berikan penugasan yang sama sekali baru dan lakukan bersama dengan semua siswa di kelas. Penugasan yang saya maksud sudah lengkap  termasuk dengan penjelasan anda mengenai konsep tertentu. Lakukan semuanya dengan kecepatan ‘agak’ tinggi, ini berguna untuk membuat siswa tetap ‘bangun’ dan tetap berkonsentrasi. Jangan panjang-panjang menerangkan, segeralah beralih dengan penugasan yang langsung membuat mereka sibuk. Minta siswa secara bergiliran menjawab pertanyaan sampai semua siswa mendapat bagian.
  • Minta siswa yang sudah selesai membantu rekannya yang masih kesulitan. Minta ia membantu, dan bukan mengerjakan pekerjaan temannya.
  • Berikan siswa yang sudah selesai tugas untuk membereskan kelas, menghias kelas, games sudoku yang bisa dimainkan bersama sampai bahan bacaan untuk dibaca.

Kesimpulannya silahkan memberikan penugasan yang bermakna bagi siswa yang cepat selesainya, dan jangan lupa untuk menekankan bahwa apapun yang kegiatan yang ia lakukan jangan sampai mengganggu temannya yang lain dengan suara atau hal lain yang bisa mengganggu konsentrasi.