Guru yang senang melarang

Judul di atas juga  berlaku terhadap saya. Karena jika anda mengajar di sekolah dasar anda akan sering mendapatkan pertanyaan “Pak bolehkan saya ……..?” selama keseharian sebagai pengajar. Pertanyaan itu ada dikarenakan siswa ragu untuk melakukan sesuatu yang menurutnya akan membawa masalah baginya setelah ia melakukannya. Karena tidak mau repot jawaban saya hanya satu ‘tidak boleh’ atau ‘boleh tapi nanti’. Sekarang mari kita ingat apa saja hal yang prinsip bagi guru kita saat dulu kita masih bersekolah. Buat guru kita dahulu hal yang prinsip adalah;

  • kelas sunyi senyap saat ada guru di kelas
  • siswa bekerja secara individu
  • siswa tidak mencontek
  • siswa fokus dan mendengarkan saat guru sedang berbicara
  • guru  menjadi satu-satunya orang yang berbicara sepanjang jam pelajaran
  • siswa hanya berbicara jika ditanya

Lantas jika ada pertanyaan seperti ini dari siswa “Pak atau bu, bolehkan saya memilih tempat duduk sendiri?” atau “…bolehkah saya mendengarkan musik dari HP saya saat mengerjakan soal yang diberikan?”Jika hal yang menurut anda prinsip masih sama dengan hal yang menurut guru-guru anda juga prinsip maka jawabannya adalah “Tidak boleh…!”

Tapi mari sekarang kita fokuskan pada apa yang menurut kita saat ini sebagai hal yang prinsip;

  • siswa belajar dengan gaya belajar masing-masing
  • semua siswa bisa cerdas dengan saling mengajarkan satu sama lain
  • kelas yang baik adalah kelas yang ‘iramanya’ naik turun artinya bisa gaduh berdengung seperti lebah saat berdiskusi, atau bisa sunyi senyap saat sedang serius mendengarkan siapa saja (bisa siswa atau guru) berbicara di depan kelas.
  • Kontrol yang kuat dari guru memang penting dikelas, tapi jauh lebih penting membiasakan anak untuk juga bertanggung jawab terhadap suasana pembelajaran dan iklim yang positip dikelas.

Jika anda juga setuju prinsip diatas, saya yakin saat siswa bertanya sesuatu hal atau meminta ijin dan persetujuan kepada anda mengenai sebuah tindakan maka yang anda lakukan adalah bertanya kepada diri sendiri ‘apakah ini sebuah hal yang prinsip untuk saya?’ Karena godaan terbesar buat kita sebagai guru adalah keinginan untuk berkuasa dan percayalah kekuasaan yang besar membuat kita sendiri kelelahan karena untuk hal yang kecil pun, mesti kita putuskan untuk siswa kita.

Posted in Tak Berkategori

10 thoughts on “Guru yang senang melarang

  1. saya satu seorang guru Penjaskes di atjeh ,saya sangat senang mengunjung situs guru kreatif ,semoga situs ini dapat menjadi mitra saya dalam mengajar dibidang studi saya yaitu Penjaskes,dan dapat mengirim bahan -bahan pengajaran terbaru ke email saya atas partisifasi nya saya ucapkan terima kasih

  2. bagaimana jika ketika seorang guru mulai mengajar membuat kesepakatan bersama dengan siswa mana yang prinsip (tidak bisa dilakukan sementara masih di kelas) dan mana yang bisa dilakukan di kelas ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s