Parenting Workshop; Menjadi orang tua kreatif di era Facebook

Menjadi orang tua di masa sekarang ini memerlukan kemauan dan ketarampilan yang tidak ‘biasa’. Pernahkah anda mendengar anekdot mengenai, dari semua jenis sekolah yang ada di muka bumi ini, sekolah yang tidak tersedia adalah sekolah untuk menjadi orang tua. Menjadi orang tua di jaman internet bukan hanya sibuk menuruti kemauan anak untuk membeli handphone terbaru atau komputer tercanggih. Tapi juga menjaga agar anak kita bisa memaksimalkan fungsi dari internet.

Memang benar kedua alat tadi bisa membuat anak menjadi semakin pintar  dan up to date dalam menggunakan teknologi dan (mungkin) bisa membantu tugas-tugasnya di sekolah. Namun yang lebih penting bukan penguasaan teknologi tetapi tata krama atau tata cara saat anak-anak kita menggunakan teknologi, itu yang lebih penting.

Karena menjadi tidak ada gunanya jika sebuah komputer yang canggih hanya digunakan oleh anak dan siswa kita untuk games atau chatting. Tidak ada gunanya juga jika sebuah komputer canggih atau bahkan telepon genggam yang  kemudian bisa menjadi sumber bencana bagi anak-anak kita nantinya di masa depan.

Bersama 120 orang tua yang hadir atas undangan Taman PEndidikan Al Quran Al Husna pusat pendidikan alternatif  di Graha Raya saya berbicara untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar mereka bisa menjadi orang tua kreatif di era facebook. Pembicara yang hadir selain saya ada Ibu Yayah Komariah sebagai praktisi parenting.

 

Beberapa hal yang saya sampaikan antara lain;

1.     Jangan selalu hubungkan komputer dengan belajar, jika anak kita ada didepan komputer, tidak selalu dia sedang belajar.

2.     Awasi waktu tidur anak anda, masalah terbesar dalam penggunaan teknologi selain masalah pornografi adalah berkurangnya waktu tidur anak-anak kita. Karena jika sudah didepan komputer waktu menjadi berlalu sedemikian cepat.

3.     Banyak orang tua yang sudah terbuka pikirannya bahwa belajar itu bukan hanya dari buku, atau komputer bisa membantu anak dalam belajar, dimanfaatkan oleh anak.  Dimanfaatkan dalam arti anak sibuk berada di depan komputer dengan alasan ia belajar.

4.     Sebagai orang tua asah terus kemampuan anda mengenai internet. Tidak harus ikut memainkan games, atau menjadi ahli internet. Kemampuan minimal yang mesti anda punyai sebagai orang tua adalah bisa mengirim email dan mencari informasi di google. Hal ini sangat berguna jika anak anda sibuk membicarakan sebuah games atau aplikasi terbaru di internet, yang bisa anda lakukan cukup ketikkan kata tersebut di google maka anda akan mendapat semua informasi yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan sebagai orang tua.

5.     Berikan situs-situs yang bagus untuk pembelajaran anak. Dengan anda memberikan situs yang baik menjadi bukti bahwa anda juga seseorang yang selalu belajar.

6.     Jika anda adalah orang tua yang punya facebook, jangan sekali-kali asal menulis status di halaman facebook anda. Jika anda ingin curhat lakukan dengan cara lain. Sembarang menulis status di facebook hanya akan membuat anak anda berpikir boleh mengumbar masalah pribadi kita di internet.

7.     Tanamkan pada anak kita bahwa segala sesuatu yang ditulis atau dipasang di internet akan berada di internet selamanya. Segala sesuatu yang ada di internet bagaikan tato di tubuh kita, bisa hilang tapi tetap berbekas.

8.     Jika anda mempunyai anak umur SMP atau SMA, mereka suka sekali chatting menggunakan teknologi. Hal ini bahkan sudah menjadi gaya hidup mereka. Upayakan agar mereka melakukan ini dengan aman, caranya adalah jangan terlalu percaya pada orang yang baru dikenal.

9.     Ajarkan anak untuk selalu bertanya  pada dirinya sendiri, jika orang tua atau keluarga dekat membaca status mereka, atau melihat foto yang mereka pasang di blog atau halaman facebook mereka kira-kira bagaimana perasaaannya? Dengan demikian membuat mereka selalu berhati-hati.

Akhirnya upaya yang penting dan paling besar adalah bagaimana agar orang tua mau membuka diri untuk belajar kembali serta duduk bersama dengan anak agar bisa menjaga dan melindungi mereka di dunia maya maupun di dunia nyata.

Semua orang tua yang hadir merasa mendapat inspirasi dan cara baru yang lebih kreatif daripada hanya sekedar melarang-larang anak atau melepaskan begitu saja anak di dunia internet dan teknologi hanya karena berpikir bahwa dunia internet adalah dunia anak-anak kita dan bukan dunia orang dewasa. Bayangkan jika sepuluh atau dua puluh tahun kemudian jika ada orang yang mengetikkan nama anak kita di google maka yang keluar adalah semua hal yang baik-baik saja dari anak kita, misalnya foto saat mereka ikut kegiatan atau tulisan yang baik tentang anak kita yang dibuat oleh anak kita di masa lalu.

Terima kasih untuk Al Husna Alternatif Edu yang telah menyelenggarakan event yang baik ini untuk orang tua di kawasan Graha Raya Bintaro dan sekitarnya.

 

Posted in Tak Berkategori

2 thoughts on “Parenting Workshop; Menjadi orang tua kreatif di era Facebook

    1. Apa kabar Pak Yudi, hal yang pertama mesti dilakukan adalah berusaha jangan memberi label atau cap ‘bandel’ pada siswa anda dikelas.
      Selebihnya saya yakin anda orang yang paling tahu dan mengenal siswa anda dikelas. Gunakan strategi atau cara yang anda anggap pas untuk membuat perilaku mereka semakin hari jadi semakin baik.
      Jangan lupa intropeksi apakah ada sikap kita sebagai guru yang justru menyuburkan sikap negatip mereka selama ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s