Agus Sampurno di Tabloid Nakita edisi Pembelajaran Tematik Lebih Kreatif dan Fun

Pertengahan Oktober 2010, di email saya kedatangan surat elektronik berikut ini;

Selamat malam pak Agus Sampurno,

Perkenalkan, saya Hilman reporter tabloid Nakita, Kompas Grup

Pak,  untuk edisi berikutnya kami akan menampilkan materi artikel pada rubrik TOpik Utama mengenai Pembelajaran Tematik di Sekolah.

Untuk itu, saya mau minta kesediaan Bapak untuk menjadi narasumbernya.

Berikut hal yang ingin saya tanyakan:

1.      Gambaran umum tentang pembelajaran tematik yang membedakan dengan sistim belajar lainnya.

2.     Bentuk-bentuk pembelajaran tematik untuk masing-masing usia (TK dan SD)

Demikian Pak. Mohon konfirmasinya. Semoga artikel ini banyak memberi manfaat untuk pembaca,

Dan berikut ini jawaban saya untuk surat diatas. Jawaban saya tersebut menjadi bagian dari laporan khusus Tabloid Nakita di bulan November.

Pembelajaran tematik berdasarkan arahan Departemen pendidikan Nasional digunakan untuk pendidikan anak usia dini sampai kelas 3 sekolah dasar. Ada juga sekolah dasar yang menggunakan pembelajaran tematik ini sepanjang siswanya belajar di sekolah dasar.

Karakteristik pembelajaran di TK dan SD Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.

Pembelajaran tematik tematik merupakan sebuah pendekatan belajar yang pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan Pembelajaran tema jika dilakukan dengan efektif akan memberikan banyak keuntungan bagi siswa dan guru, di antaranya:

1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu,

2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama;

3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;

4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa;

5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas;

6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain;

7) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan.

Tapi jika tidak dilakukan dengan efektif dan tepat sasaran maka akan terjadi situasi sebagai berikut

Dari sebuah milis pendidikan yang ada di yahoogroups, saya mendapat sebuah kisah menarik. Ada seorang ibu yang berkeluh kesah mengenai pembelajaran yang didapat anak nya di sekolah. Kisah ibu itu dimulai ketika kelas putranya di sebuah sekolah dasar sedang melakukan pembelajaran tematik yang bertema ‘rumah’. Dari awal pembelajaran relatif tidak ada masalah. Masalah baru timbul ketika kelas putranya mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah. Maklum, tema yang sedang berlangsung adalah ‘rumah’ maka guru kelas mempunyai inisaitif mengadakan kunjungan kepada salah satu rumah siswa, sebagai aktivitas dari pembelajaran. Sepulang dari kunjungan, anak ibu tadi sibuk membandingkan rumahnya sendiri dengan rumah teman yang baru dikunjungi nya. Sang ibu menjadi khawatir dikarenakan ia merasa putranya menjadi orang yang kurang bersyukur. Padahal selama ini sebagai orang tua ia selalu menanamkan sifat bersyukur sebagai bagian dari pendidikan yang ia berikan dirumah.

Apa yang salah dari cerita diatas? Terlepas dari sifat kanak-kanak yang dimiliki oleh seorang siswa, sebenarnya ada hal yang kurang direncanakan dari aktivias pembelajaran pada tipe pembelajaran tematik seperti diatas.

Pembelajaran tematik adalah sebuah tipe pembelajaran yang mengelola pembelajaran yang mengintegrasikan materi dari beberapa mata pelajaran dalam satu topik pembicaraan yang disebut tema. Tentu tidak semua materi pelajaran dapat di ikat dalam satu tema, misalnya matematika. Namun sebagian besarnya dapat dilakukan dengan usaha kreatif dan inovatif sang guru. (Dikutip dari blog gurukreatif.wordpress.com)

Penerapan tematik di TK sudah sesuai dengan kurikulum Tk yang menerapkan system tema pembelajaran. Pengembangan kurikulum TK itu sendiri sudah sangat tepat dikarenakan mengacu pada prinsip spiral dimana tema belajar mulai dari aku dilanjutkan pada hal-hal yang dekat dengan diri anak dan terus diperluas.

Proses belajarnya pun dengan memberikan pengalaman yang banyak pada anak tentang satu konsep sehingga dikenal istilah learning by doing. Dengan tema-tema tersebut  diharapkan perkembangan anak menjadi optimal.

Pada tingkat SD penerapan tematik sudah mulai pendalaman konsep..dengan mengankat satu tema maka kompetensi siswa akan berkembang secara lebih menyeluruh baik dari aspek penguasaan materi pelajaran maupun dari segi bahasa, matematika, sains, dll.

Berikut ini adalah beberapa cara agar pembelajaran tematik dapat bernilai lebih dari sekedar menghubung-hubungkan mata pembelajaran kedalam tema.

1. Guru jangan memaksakan integrasi dengan subyek pembelajaran lain, hasilnya seperti kejadian diatas. Akan ada aktivitas pembelajaran yang dipaksa untuk di cocok-cocok an

2. Saat merencanakan pembelajaran berilah pertanyaan pada siswa untuk mengarahkan rasa ingin tahu mereka terhadap sebuah hal.

3. Buat lah jurnal serta alat pencatat lain untuk berbagi hasil pengamatan dan pertanyaan yang timbul selama pembelajaran.

4. Buatlah waktu khusus bagi siswa untuk menceritakan mengenai hal-hal apa saja yang sudah didapatkan selama pembelajaran.

5. Saat siswa dan guru melakukan riset mencari pengetahuan kedua-duanya menggunakan cara yang beragam antara lain;

* Menggunakan peta pikiran

* Cd rom, film, televisi, video

* Membawa sebuah benda dari rumah yang ada hubungannya dengan topic, lalu biarkan semua warga dikelas mempertanyakannya

* Internet

* Lukisan dan foto-foto

* Model 3 dimensi

* komik

* dan lain-lain

6. saat menilai siswa pilihlah kriteria penilaian yang benar-benar mereka perlukan saat sekarang dan masa depan.identifikasilah mana yang siswa harus ketahui, siswa harus mengerti, dan apa yang siswa harus bisa lakukan.

7. sebagai aktivitas puncak pembelajaran atau tema, gunakan banyak macam dari tipe pengungkapan hasil pengetahuan yang sudah siswa pelajari. Misalnya; pantomime, talk show (mencontoh acara perbincangan di televisi), diorama, diagram, melakukan siaran seperti seorang penyiar radio, grafik, diagram venna, drama musical, debat, pantun, satu kecerdasan dari kecerdasan majemuk, teater boneka, simulasi, membuat video, presentasi powerpoint, model maket yang berskala, puisi, karya tulis, 6 topi berpikir de bono, drama, kolase, karya seni visual, time line (rentang waktu), menyanyi lagu rap, laporan lisan, serta membuat buku

Posted in Tak Berkategori

6 thoughts on “Agus Sampurno di Tabloid Nakita edisi Pembelajaran Tematik Lebih Kreatif dan Fun

  1. memang perlu diskusi antar guru (guru kelas dan guru mata pelajaran) supaya ada rencana yang terintegrasi. juga hampir sama dengan di TK, sharing mempengaruhi kualitas pembelajaran dengan basis tematik ini. menjadi lebih mudah dan ringan bila ada komunikasi 2 arah. senyum dan sapa awal dari segala yang baik untuk niat yang baik. salam pendidikan !

    1. Benar pak Arif, guru sekarang perlu menyenangi kerja sama diantara guru-guru yang ada di sekolahnya. TEAM (Together WE Achieve More)

  2. sekarang, yg saya tanyakan apakah kelas 4 sampai 6 dapat menggunakan pakem? trs smp n sma paikem? tlg berikan penjelasan

    1. PAKEM dan PAIKEM keduanya adalah istilah saja bu Yayuk. KEduanya mengacu pada suasana pembelajaran yang aktif di kelas, murid senang dan aktif belajar, guru yang kreatif dalam merencanakan dan aktif dalam memandu pembelajaran di kelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s