Agus Sampurno di Tabloid Nakita edisi Pembelajaran Tematik Lebih Kreatif dan Fun

Pertengahan Oktober 2010, di email saya kedatangan surat elektronik berikut ini;

Selamat malam pak Agus Sampurno,

Perkenalkan, saya Hilman reporter tabloid Nakita, Kompas Grup

Pak,  untuk edisi berikutnya kami akan menampilkan materi artikel pada rubrik TOpik Utama mengenai Pembelajaran Tematik di Sekolah.

Untuk itu, saya mau minta kesediaan Bapak untuk menjadi narasumbernya.

Berikut hal yang ingin saya tanyakan:

1.      Gambaran umum tentang pembelajaran tematik yang membedakan dengan sistim belajar lainnya.

2.     Bentuk-bentuk pembelajaran tematik untuk masing-masing usia (TK dan SD)

Demikian Pak. Mohon konfirmasinya. Semoga artikel ini banyak memberi manfaat untuk pembaca,

Dan berikut ini jawaban saya untuk surat diatas. Jawaban saya tersebut menjadi bagian dari laporan khusus Tabloid Nakita di bulan November.

Pembelajaran tematik berdasarkan arahan Departemen pendidikan Nasional digunakan untuk pendidikan anak usia dini sampai kelas 3 sekolah dasar. Ada juga sekolah dasar yang menggunakan pembelajaran tematik ini sepanjang siswanya belajar di sekolah dasar.

Read More »

Parenting Workshop; Menjadi orang tua kreatif di era Facebook

Menjadi orang tua di masa sekarang ini memerlukan kemauan dan ketarampilan yang tidak ‘biasa’. Pernahkah anda mendengar anekdot mengenai, dari semua jenis sekolah yang ada di muka bumi ini, sekolah yang tidak tersedia adalah sekolah untuk menjadi orang tua. Menjadi orang tua di jaman internet bukan hanya sibuk menuruti kemauan anak untuk membeli handphone terbaru atau komputer tercanggih. Tapi juga menjaga agar anak kita bisa memaksimalkan fungsi dari internet.

Memang benar kedua alat tadi bisa membuat anak menjadi semakin pintar  dan up to date dalam menggunakan teknologi dan (mungkin) bisa membantu tugas-tugasnya di sekolah. Namun yang lebih penting bukan penguasaan teknologi tetapi tata krama atau tata cara saat anak-anak kita menggunakan teknologi, itu yang lebih penting.

Read More »

Apa yang bisa guru lakukan saat liburan?

Ingat kata mutiara mengenai lilin? Lilin dianggap sebagai perwakilan sebuah makna pengorbanan. Jika anda cermati lilin bersedia mengorbankan dirinya untuk menerangi semua yang ada di sekitarnya dengan membakar dirinya sendiri. Nah jika anda setuju konsep ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ bagi profesi guru, anda pasti setuju juga analogi guru adalah lilin yang menerangi ditengah kegelapan.

Saya lebih memilih untuk tidak setuju bagi dua pernyataan diatas, hal ini dikarenakan sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru saya lebih setuju bahwa ungkapan yang paling tepat bagi guru adalah sebuah teko (tempat minum) yang mengisi cangkir (siswanya). Dengan analogi ini terasa sekali bahwa jika guru hanya sibuk ‘menuang’ pengetahuannya maka ia akan cepat merasa kosong dan merasa bahwa ilmu yang dikuasainya itu-itu saja.

Sistem pendidikan di negara mana pun membolehkan guru libur bersamaaan dengan siswa libur. Ini dikarenakan disadari sekali profesi guru adaah profesi yang melelahkan dan banyak makan energi. Jika demikian libur adalah jawaban agar guru bisa lebih segar dan bersemangat saat bertemu siswa. Berikut ini adalah cara agar liburan yang dilalului guru bisa bermakna;

1. Lakukan yang anda suka saat liburan. Jika anda suka berkebun, berlibur dan sederet hal lain yang tidak bisa anda lakukan di hari-hari kerja, lakukannlah dan biarkan kegiatan tersebut membuat diri dan pikiran anda lebih rileks.

2. Bersilaturahmi lah, hal ini juga yang sedang saya upayakan terus. Teknologi yang ada saat ini telah membuat kita sebagai individu kekurangan waktu untuk bertemu muka secara langsung. Mumpung lagi libur kapan lagi, ayo kita sambung tali silaturahmi.

3. Unduh sumber pembelajaran yang akan berguna semester atau tahun ajaran depan , saat sedang bekerja sehari-hari di sekolah sedikit sekali waktu yang bisa digunakan untuk mengoleksi sumber pembelajaran yang bagus dari berbagai sumber du internet. Jika anda punya waktu luang saat liburan unduh lah film atau video pembelajaran yang akan membantu anda agar bisa mengajar lebih kreatif.

4. Rapikan administrasi mengajar anda. Anda punya arsip penilaian yang masih berantakan atau RPP yang masih  berbentuk draft? mumpung ada waktu rapikan dan lihatlah hasilnya dijamin semester berikutnya akan menjadi semester yang berkesan untuk anda, dikarenakan anda tidak dipusingkan masalah ‘paperwork’ atau setumpuk pekerjaan administrasi yang menyita waktu.

5. Sisakan waktu liburan anda untuk merencanakan minggu pertama anda mengajar di sekolah pasca liburan. Pasca liburan suasana hati, biasanya berat sekali diajak bekerja dan mengajar, jika demikian luangkan waktu untuk merencanakan minggu pertama anda mengajar di sekolah. Hal ini akan membuat kerja anda menjadi lebih mudah dan terencana. Saya pribadi sedang berusaha punya kebiasaan mempersiapkan minggu pertama habis liburan di tanggal-tanggal terakhir siswa masuk sekolah yang biasanya guru santai karena sehabis membuat raport.

Akhirnnya selamat berlibur saya ucapkan, semoga libur kali ini bermanfaat dan membawa penyegaran, atau anda punya beberapa tips lain, silahkan dibagi di sini ya.

 

Seminar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) demi peningkatan kompetensi pendidik PAUD formal dan informal bertema ”Designing Fun and Meaning Learning”

Jika anda adalah seorang guru yang memilih untuk terlibat untuk berkarya dalam dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) penghargaan yang tinggi saya berikan, dikarenakan anda adalah peletak pondasi bagi karir anak selanjutnya sebagai pembelajar.

Hal inilah yang direspon dengan cepat oleh lembaga Psikologi Proficient Semarang yang menyelenggarakan seminar pebelajaran kreatif dan bermakna untuk para pengelola lembaga PAUD di seantero Semarang.

Siswa sebagai pembelajar di tahun awal karier mereka, mesti kita dukung agar mereka dapat berkembang sebagai:

  • pembelajar yang mampu menggunakan imajinasi dan kreativitas, sambil diajarkan untuk mengelola pengalaman baru dan keterampilan belajar yang esensial dari mereka, termasuk pengenalan huruf dan berhitung melalui eksplorasi dan menjadi seorang yang inquirer ketika mereka berusaha menjawab pertanyaannya sendiri atas alam sekitar.
  • pembelajar yang percaya diri saat melakukan semua kegiatan dan bisa melakukan semua hal yang diminta guru sesuai tahap perkembangan dan yang terpenting ia bisa belajar dari kesalahan.
  • pembelajar yang bertanggung jawab, belajar untuk berbagi, memberi dan menerima, belajar untuk menghormati diri sendiri dan orang lain, dan mengambil bagian dalam membuat keputusan.
  • menjadi kontributor efektif melalui acara bermain bersama, mampu mengatasi masalah, memiliki kemampuan komunikasi, mengambil bagian dalam pembicaraan dan menghargai pendapat orang lain.

 

Read More »