Menumbuhkan budaya bertanya di kelas

Bukan jamannya lagi kelas yang hanya berisi ceramah guru sepanjang jam pelajaran. Bukan jamannya lagi guru yang memonopoli pembicaraan dan merasa sudah memberikan hak siswa untuk bertanya dengan menanyakan kepada siswanya, “apakah ada pertanyaan?”

Karena siapapun siswanya akan merasa ditodong saat gurunya bertanya seperti itu. Siswa akan merasa terbebani ketika di keheningan kelas ia mesti mengajukan pertanyaan. Belum lagi jika iklim dikelas  belum kondusif, maka yang terjadi siswa lainnya akan memberi cap, ‘sok tahu’ dan lain sebagainya, apalagi jika ada siswa yang bertanya menjelang akhir jam pelajaran, maka seisi kelas akan ‘memusuhi’.

Kelas yang baik memang berisi dialog antar guru dan siswa, dan jenis dialog yang dilakukannya bisa individu, guru dengan kelompok kecil atau antar guru dengan seisi kelas.  Sebuah pertanyaan bisa membuat dialog yang terjadi menjadi bermakna dan punya maksud untuk tidak hanya menjadikan siswa mengerti tetapi juga siswa menjadi terlatih menjadi seorang pemikir kritis.

Jenis pertanyaan yang bisa anda ajukan pada siswa bisa saya contohkan sebagai berikut;

  • Apa yang semestinya kita/kamu  lakukan sebagai…
  • Apa yang bisa kamu simpulkan dari kejadian/peristiwa ini…
  • Apa yang bisa kamu perhatikan/cermati  dari …..
  • Katakan pada saya mengenai hal ini……
  • Apa yang kamu lihat dari….
  • Coba bayangkan…
  • Coba perkirakan …
  • Jika……. Lalu……
  • Mungkinkah…..
  • Apakah kamu bisa menciptakan/mengkreasikan….
  • Kemungkinan apa sajakah yang bisa dicermati dari…
  • Bagaimana jika….